
RASIO.CO, Batam – Gelanggang Permainan(Gelper) merupakan ajang permainan ketangkasan elektronik cukup favorit di kota Batam.
Permainan ini lebih kondang disebut Gelper dan juga dapat dikatakan sebagai penarik wisman maupun lokal serta menyerap ratusan tenaga kerja di Batam.
Gelper di Batam sudah puluhan tahun diselenggarakan mulai dari ilegal sampai legal mendapat izin dari kementrian pariwisata hingga rekomendasi daerah Batam untuk pemasukan PAD.
Semasa jayanya hampir 40an gelper ada diseluruh wilayah kota Batam baik yang berizin maupun tidak berizin, namun paska Indonesia dilanda Covid-19 gelper terdampak krisis bahkan cenderung sepi.
Gelper di batam tidak dipungkiri berbau judi, terbukti ada puluhan kali digrebek pihak kepolisian maupun ditertibkan satpol pp, bahkan para pemilik, pekerja dan pemain kasusnya masuk ke Pengadilan(PN) Batam.
Namun, Sungguhpun begitu gelper sempat jadi tren di batam bahkan sempat menyerap ribuan tenaga kerja di batam sehingga boleh dikatakan mengurangi pengangguran di Batam.
Namun, bisnis gelper nampaknya terpuruk dan sepertinya kurang mengiurkan lagi akibat pandemi, apalagi sehari lalu mendadak gelper di tutup karena adannya pemberitaan media online menyampaikan gelper berbau judi. Dampaknya pekerja gelper menjerit menjelang ramadhan jadi pengangguran.
“Dak taulah bang gelper kembali tutup mendadak dan entah kepan lagi buka, kami nganggur lagi di masa pandemi ini,”
“Ngimanapun kami bekerja disini sementara keahlian lain ngak ada, mau ramadhan lagi, nasib kami jadi tak jelas,” katasalah seorang wasit gelper berinisial N sehari paska tutup, Selasa(15/03).
Ironisnya, pesimis tidak hanya dialami N sebagai pekerja gelper, Eka(32) , wanita asal sumatra ini bingung mau bekerja apa?, pasalnya hampir 5 tahun pekerja di gelper yang selalu buka-tutup dan dirinya tidak punya pendidikan tinggi dan kahlian khusus.
Selain tidak punya keahlian khusus, juga dari kalangan bawah alias keluarga miskin, jadi hanya bekerja di gelperlah dirinya bisa menghidupi dua anaknya.
“Anak tertua dibangku SMA sedangkan sikecil masih duduk di banfku kelas V SD hanya saya yang bekerja, sekarang gelper tutup mau dibilang apa lagilah bang,” ujarnya sambil mendesah resah hadapi peras hidup kota Batam.
Fenomena gelper di Batam berbau negatif alias judi bukanlah isapan jempol dan juga diduga merupakan juga pendapatan sampingan bagi oknum nakal penegak hukum, oknum ASN nakal maupun berbentuk oknum organisasi bahkan takterlepas media.
Sehingga dampaknya sangat menguntungkan oknum-oknum nakal, namun sangat merugikan kantong pengusaha sebagai bentuk upaya menciptakan lapangan pekerjaan melalui usaha gelanggang permainan.
Namun, Pengusaha gelperpun tak terlepas berperan penting dalam hal bisnis boleh dikatakan gelap bagi gelper tak berizin dalam hal mempertebal kantong-kantong oknum nakal yang berkuasa.
Pengusaha nakal gelper terkesan diduga mamanipulasi pajak melalui mesin permainan dimana terpantau mesin berlebelkan pemko batam , seolah-olah bayar pajak tuk PAD daerah padahal diduga bohong dan mesin terlihat terisgestraai namun tahun sudah kadaluarsa.
Atas perbuatan terduga oknum pengusaha nakal tersebut sudah ratusan kali terjadi penindakan oleh pihak kepolisian bahkan puluhan tersangka mulai dari manager, pengawas, dan wasit menjadi korbannya dipersidangan PN Batam.
“Terlalu banyak pengeluaran tak jelas dalam usaha gelper ini dan kami kasian para pekerja, ” ujar salah seorang pengusaha gelper yang enggan dipublis.
Ad@www.rasio.co //.

