
RASIO.CO, Batam – Menyonsong New Normal Tempat Hiburan Malam(THM) termasuk Gelanggang Permainan(Gelper) sempat dua malam beroperasi, namun kembali ditutup.
Ironisnya, Ratusan bahkan ribuan pekerja Mesin Ketangkasan atau lebih dikenal Gelanggang Permainan resah paska pademi civid-19 akibat kembali menganggur dan Dirumah saja(Steyhome).
Informasi lapangan, Belum semua gelper beroperasi di Batam, namun sebagian sudah mencoba buka kembali tutup tetapi para pengusaha gelper sempat bingung terhentinya kembali beropesi. Padahal sebelum dibuka mereka sempat didatangi instansi Batam.
“Kami sempat di kroscek kesiapan new normal seperti ketersediadaan Masker, line jagajarak, Henhanitazer dllnya,”
“Bahkan kami tak segan menegur para tamu yang nantinya datang ke tempat mereka. Hal tersebut dalam langkah mendukung upaya pemerintah,” ujar pengusaha yang enggan dipublis. Sabtu(13/06).
Hal yang berbeda disampaikan salah seorang pekerja harian lepas Gelper berinisial AL, dimana wanita beranak dua datang dari luar Batam ini, sangat shok mengetahui tempatnya mencari nafkah berhenti beroperasi.
Pasalnya, paska covid-19 dirinya sudah hampir empat bulan tanpa penghasilan, sehingga anaknya yang masih duduk dibangku sekolah sulit untuk melanjutkan kejenjang pendidikan lebih tinggi(SMU).
“Awalnya senang kembali dapat bekerja sehingga dapar kembali menghasilkan uang untuk bisa melanjutkan sekolah anak,”
” Tutup lagi y terpaksa menganggur, mana kosbelum bayar lagi, gak taulah kerja apa lagi disaat pademi covid-19 ini,” ujarnya sambil lemas menundukkan kepala.
Gelper di Batam sebagian memiliki izin, baik dari kementrian pariwisata berupa izin mesin ketangkasan serta didukung perda Batam. ironisnya lagi sebagian gelper lainnya bahkan tidak punya izin namun bebas beroperasi.
Padahal selain Tempat Hiburan Malam(THM), Gelper dapat juga dikatakan jadi tempat kunjungan pariwisata lokal maupun mancanegara sehingga berpotensi berkontribusi memulihkan perekonomian pasca civid-19.
Diberitakan sebelumnya, Para pemilik maupun pengelola Tempat Hiburan Malam(THM) siap menyambut tatanan aturan new normal yang akan diberlakukan di batam.
Dimana sejumlah pengelola tempat hiburan di Kawasan Kampung Bule bersiap menyambut tatanan hidup normal baru (new normal). Bahkan sejumlah tempat duduk sudah berjarak dan diberi tabir pembatas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, pihaknya sudah turun langsung mengecek kesiapan itu. Ia mengapresiasi respons positif dari pengelola tempat hiburan di kawasan itu.
“Saya lihat sudah bagus. Pada dasarnya, mereka sudah siap menyambut new normal,” kata Ardi usai meninjau Kawasan Kampung Bule, Batuampar, dikutip dari swarakepri.com. Senin (1/6/2).
Ia juga sudah menyebar surat pernyataan sabagai kesepakatan bersama terkait penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini.
Ia mengaku, jika semuanya sudah siap, maka, pada 15 Juni nanti semua akan dibuka.
“Tadi sudah ada 14 pengelola yang menyanggupinya. Dan akan terus bertambah,” ujarnya.
Ia ingin semua pengelola mendukung hal itu. Pasalnya rencana semua aktivitas dibuka 15 Juni nanti bertujuan menggairahkan kembali ekonomi kota ini.
“Ini instruksi langsung dari Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Mari kita sama-sama berjuang agar Batam kembali jaya dan ekonomi tumbuh lagi,” kata dia.
Selain tempat hiburan, pihaknya juga menyebar tim ke sejumlah tempat lain seperti hotel, restoran dan tempat-tempat lain.
Ia menegaskan setelah dilakukan pembukaan nanti, akan dilakukan pengawasan.
“Surat penyataan ini menjadi acuan kita bersama saat nanti ada pengawasan,” kata Ardi.
Ia meminta pengelola tempat hiburan itu juga tak segan menegur para tamu yang nantinya datang ke tempat mereka. Hal tersebut dalam langkah mendukung upaya pemerintah.
“Kalau ada yang tak pakai masker, tak berjarak, langsung tegur saja. Ini demi kebaikan kita semua,” katanya.
APRI@www.rasio.co //

