Hindari Narkoba Untuk Kehidupan Masa Depan

0
495

RASIO.CO, Batam – Saat ini waktunya memerangi narkoba, karena Batam sudah kategori lampu merah. Sasaran pengedar adalah anak-anak muda yang merupakan harapan bangsa.

“ Hindarilah narkoba, dan jangan mencoba-coba,” kata Ali Chozin dari Badan Narkotika Nasional Daerah Kepulauan Riau dihadapan mahasiswa dan mahasiswi dalam acara Dialog Publik tentang Narkoba di Poletiknik Batam, 25/07/2017.

Dialog Publik yang temanya : Generasi Muda Tanpa Narkoba, Meraih Masa Depan Mewujudkan Kemandirian Bangsa itu menampil pembicara Rumbadi Dalle,S.H.,M.H., Ali Chozin daeri BNN Kepri dan, Sri Wahyungsi ( Menik ).




Menurut Rumbadi Dalle, Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan Batam mengatakan, cara untuk melemahkan suatu bangsa tidak lagi angkat senjata, tapi melumnpuhkan daya pikir.

Untuk melumnpuhkan daya pikir itu adalah narkoba. Oleh sebab itu, bagi generasi muda khususnya mahasiswa agar selektif dalam pergaulan.

Lebih lanjut Rumbadi-yang mantan Wartawan Majalah dan Koran Tempo Wilayah Kepri, Singapura dan Malaysia ini menceritakan pengalamannya dalam meliput pengedar narkoba yang ditangkap polisi, kemudian masuk penjara.

“ Tuntutlah ilmu, jangan berpikir lain,” nasehat Rumbadi kepada para mahasiswa .

“ Bandar itu yang penting uang masuk kocek,” kata Ali Chozin.

Ia tidak memikirkan orang akan hancur masa depannya . Ironisnya, penjual atau agen narkoba itu justru tidak menggunakan narkoba tersebut. Orientasi bandar narkoba itu uang.

Menik yang jebolah sebuah Universitas Australia menceritakan pengalamannya selama menuntut ilmu di Negara Kangguru itu.

Di Australia-kata dia- pemerintah akan memiskinkan bandar narkoba bila kedapatan sebagai agaen atau bandar narkoba.

Harta seperti rumah, mobil, dan lain-lain termasuk uang di Bank diambil negara apabila kedapatan dan terbukti perolehan harta itu dari hasil penjualan narkoba.

Sedangkan, denda sangat tinggi yakni mencapai 10 miliar. Tujuannya agar para bandar narkoba tidak lagi bisa menjalankan usaha haram itu. “ Jadi hukumannya berat,” katanya.

Diskusi publik tentang narkoba ini digelar oleh Yayasan Generasi Cahaya Indonesia bekerjasama dengan BNN dan Badan Eksekutif Mahasiswa Poleteknik Batam.

“ Memberi masukan kepada mahasiswa agar berati-hati dalam pergaulan,” kata Abdul Rahman Nawawi.

APRI @ rasio.co

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini