Investasi Domestik Meroket, Batam Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

0
530
Foto/Kepala BP Batam, Dr. Amsakar Achmad.

RASIO.CO, Batam – Di tengah ketidakpastian global dan tekanan tarif internasional, Batam justru mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan. Pada Triwulan II 2025, realisasi investasi mencapai Rp 9,6 triliun, meningkat 11 persen dibandingkan triwulan sebelumnya dan tumbuh 97 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Kinerja ini ditopang lonjakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menyumbang Rp 3,88 triliun atau 40,6 persen dari total investasi. Angka ini tumbuh 44 persen secara kuartalan dan meningkat 105 persen secara tahunan.

“Sejak awal kami memegang mandat Presiden, kami langsung bekerja memastikan proses investasi berjalan cepat, transparan, dan berdampak. Kenaikan signifikan ini menandakan kepercayaan pasar semakin kuat,” ujar Kepala BP Batam, Dr. Amsakar Achmad.

Peran pelaku usaha nasional pun kian dominan. Sektor logistik, pengemasan, dan energi bersih—yang sebelumnya didominasi investor asing—kini mulai banyak melibatkan perusahaan dalam negeri, baik skala besar maupun pelaku lokal yang terserap dalam rantai pasok.

“Kami menyaksikan perubahan struktur. PMDN tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi bagian inti dari sistem produksi di kawasan,” kata Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap produk Asia Tenggara juga mendorong relokasi dan restrukturisasi investasi global. Dalam konteks ini, Batam—dengan status Free Trade Zone dan ekosistem industri yang efisien—menjadi pilihan strategis.

“Kenaikan investasi domestik adalah sinyal positif bagi perekonomian nasional. Namun investasi yang sehat adalah yang ikut membuka ruang bagi keterlibatan usaha lokal dan memperluas manfaatnya ke masyarakat,” ujar Prof. Dr. Chablullah Wibisono.

Realisasi Semester I 2025: Menuju Konsolidasi Target

Secara kumulatif, realisasi investasi Batam sepanjang Semester I 2025 berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencapai Rp 18,18 triliun atau 49,15 persen dari target nasional sebesar Rp 36,99 triliun.

Sementara berdasarkan metodologi BP Batam—yang menghitung gabungan investasi PMA dan PMDN dalam bentuk modal tetap dan modal lancar—total realisasi mencapai Rp 33,72 triliun atau 56,2 persen dari target Rp 60 triliun. Angka ini tumbuh 64,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Yang kami ukur adalah investasi nyata—mesin, bangunan, margin distribusi, jasa pemasangan, dan biaya lain-lain yang diinvestasikan di Batam,” tegas Deputi Kepala BP Batam Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Djemy Francis.

Redaksi@www.rasio.co//







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini