Kepala BP Batam Sambut KADIN, Perkuat Sinergi Investasi dan Ekonomi Batam 2026

0
222
Foto/Kepala BP Batam Amsakar Achmad menerima audiensi pengurus baru KADIN Batam dan Kepri untuk memperkuat kolaborasi dan menjaga pertumbuhan investasi Batam tahun 2026.

RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi pengurus baru Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batam serta KADIN Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa sore (27/1).

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Batam pada 2026.

Rombongan KADIN dipimpin oleh Ketua KADIN Kota Batam periode 2025–2030 Roma Nasir Hutabarat dan Ketua KADIN Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031 Mustava. Audiensi ini menegaskan peran KADIN sebagai mitra pemerintah dalam mendorong investasi, pengembangan dunia usaha, serta peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam pertemuan tersebut, Amsakar menyampaikan bahwa capaian makro ekonomi Batam selama 11 bulan kepemimpinannya menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan berjalan tercatat sebesar 6,89 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 6,6 persen. Realisasi investasi juga melampaui target, yakni mencapai Rp68,3 triliun atau 115 persen dari target yang telah ditetapkan.

“Data makro ekonomi kita pada triwulan ini mencapai 6,89%, meningkat dibanding tahun lalu sebesar 6,6%. Capaian investasi bahkan menyentuh angka Rp68,3 Triliun atau 115% di atas target yang ditetapkan. Hal ini membuktikan bahwa tata kelola kita sudah berada di jalur yang benar (on the track),” ujar Amsakar.

Ia menambahkan bahwa kinerja ekonomi tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, yang tercermin dari penurunan angka pengangguran dan tingkat kemiskinan di Kota Batam. Meski demikian, Amsakar mengingatkan masih terdapat tantangan domestik yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya penanganan titik banjir, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan sampah.

Menurutnya, pembangunan dan investasi harus tetap memerhatikan tata kelola yang berkelanjutan serta daya dukung ekosistem agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara seimbang dan berjangka panjang.

Menanggapi isu global, Amsakar juga merespons kekhawatiran KADIN terkait kebijakan tarif resiprokal pemerintahan Donald Trump yang berdampak pada industri solar panel dunia, termasuk di Batam. Ia mendorong KADIN untuk tidak bergantung pada satu pasar ekspor.

“Saya mendorong KADIN untuk dapat melakukan langkah-langkah terobosan dengan tidak hanya bergantung pada pasar Amerika. Kita harus mencari pangsa pasar alternatif dan baru. kita punya potensi besar untuk mengekspor ke banyak negara potensial,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KADIN Kota Batam Roma Nasir Hutabarat menyampaikan apresiasi atas keterbukaan BP Batam dalam melibatkan pelaku usaha dalam perencanaan dan pengembangan ekonomi daerah. Ia menegaskan komitmen KADIN untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif guna mendorong peningkatan investasi pada 2026.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif agar laju investasi di tahun 2026 semakin meningkat,” ungkap Roma.

Ketua KADIN Provinsi Kepulauan Riau Mustava turut menekankan pentingnya membangun energi dan sinergi positif sejak awal masa kepengurusan. Ia menyatakan kesiapan KADIN untuk berperan aktif melalui program-program yang selaras dengan arah pembangunan Batam ke depan.

“Batam butuh kolaborasi yang kuat. KADIN siap berpartisipasi aktif, berbagi program, dan memastikan langkah kami relevan dengan tujuan pengembangan Batam di masa depan,” pungkas Mustava.

Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk melakukan pertukaran dan penyelarasan program secara berkala guna menjaga Batam tetap menjadi salah satu destinasi investasi utama di kawasan Asia Tenggara. Pertemuan ini turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, Direktur Investasi Dendi Gustinandar, Direktur Pembangunan Infrastruktur Boy Zasmita, serta 16 pengurus KADIN.

YD







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini