

RASIO.CO, Batam – Komisi III DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait keluhan warga Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, yang mengalami krisis air bersih.
RDPU di ruang rapat Komisi III itu menghadirkan manajemen PT Air Batam Hilir (ABH), aparatur kelurahan, dan perwakilan warga terdampak. Dalam forum tersebut, warga mengeluhkan aliran air yang kian tidak menentu. Beberapa bahkan mengaku harus menunggu hingga larut malam agar air mengalir, sementara sebagian wilayah hampir tidak mendapatkan pasokan air sama sekali.
“Warga kami di daerah lebih tinggi sama sekali kesulitan mendapatkan air. Ini bukan hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, tapi juga berdampak pada tempat ibadah dan fasilitas umum,” kata salah satu perwakilan warga.
Ketua Komisi III DPRD Batam, Muhammad Rudi, ST, mendesak PT ABH segera mengambil langkah konkret. Ia mengusulkan pembangunan tandon air di titik-titik strategis untuk mengatasi masalah tersebut. Desakan serupa juga disampaikan anggota Komisi III Ir H Suryanto dan Siti Nurlailah ST MT, serta Sekretaris Komisi IV DPRD Asnawati Atiq SE MM yang juga berdomisili di Tanjung Sengkuang.
DPRD menilai masalah ini dipicu rendahnya tekanan dan debit air yang tidak sebanding dengan jumlah pelanggan di wilayah terdampak. RDPU ditutup dengan komitmen tindak lanjut, termasuk pemantauan lapangan untuk memastikan solusi yang diambil berjalan efektif dan berkelanjutan.
Redaksi@www.rasio.co//
