Kondisi Rusak Parah, Wagub Kepri Minta Waduk Sei Jago Direhabilitasi Total

0
315
Foto/Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura saat meninjau kondisi Waduk Sei Jago di Bintan yang mengalami kerusakan dan kekeringan.

RASIO.CO, Bintan – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meminta agar Waduk Sei Jago segera direhabilitasi secara menyeluruh menyusul kondisi kerusakan yang dinilai cukup parah.

Permintaan tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi waduk di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Senin (6/4) lalu. Kegiatan itu turut didampingi Tim Percepatan Pembangunan Kepri serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri.

Menurut Nyanyang, kondisi waduk saat ini sudah tidak mampu berfungsi optimal sebagai daerah tangkapan air, sehingga perlu langkah penanganan serius dari pemerintah.

“Selain itu rencananya tentu harus dilakukan rehab total jika melihat kondisi waduk Sei Jago yang saat ini dalam kondisi rusak berat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan sejumlah arahan teknis, di antaranya normalisasi aliran air dari hulu menuju intake serta pengusulan pembangunan tampungan air tambahan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Tambahan tampungan air tersebut direncanakan berada di bawah waduk eksisting guna meningkatkan kapasitas penyimpanan air di kawasan tersebut.

Diketahui, Waduk Sei Jago merupakan salah satu sumber air yang dikelola oleh Perumda Tirta Kepri dan melayani sekitar 3.000 sambungan pelanggan di wilayah Tanjung Uban.

Namun saat ini, waduk tersebut tidak dapat berfungsi optimal akibat mengalami kekeringan, sehingga distribusi air kepada masyarakat terganggu.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Kepri, Dona Astriana, menjelaskan bahwa dalam kondisi normal waduk mampu mengalirkan air hingga 40 liter per detik.

“Akibat lama tidak turun hujan, saat ini kondisi waduk Sei Jago rusak berat dan terdapat kebocoran pada struktur bawah waduk. Disamping itu, lahan masyarakat yang bersempadan dengan waduk juga sudah beralih fungsi, yang awalnya merupakan hutan saat ini sebagian besar sudah berubah menjadi kebun masyarakat,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai semakin memperparah fungsi waduk sebagai penampung air, sehingga diperlukan penanganan komprehensif agar dapat kembali berfungsi secara maksimal.

AD

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini