

RASIO.CO, Jakarta – Polisi mengungkap bahwa pembuatan grup Facebook ‘Fantasi Sedarah dan Suka Duka’ dilatarbelakangi oleh motif ekonomi serta kepuasan seksual dari para pelaku. Hal ini disampaikan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, setelah penyidik memeriksa enam tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut.
Menurut Himawan, tersangka berinisial MR yang bertindak sebagai pembuat sekaligus admin grup ‘Fantasi Sedarah’, secara sengaja membentuk grup itu pada Agustus 2024 demi memenuhi kepuasan seksual pribadinya.
“Tersangka MR membuat grup Facebook Fantasi Sedarah sejak bulan Agustus tahun 2024, motif tersangka untuk kepuasan pribadi dan berbagi konten dengan member lain,” jelasnya dikutip CNNIndonesia, Rabu (21/5).
Himawan mengatakan dari tangan pelaku penyidik berhasil menyita barang bukti handphone yang berisikan 402 gambar dan 7 video bermuatan pornografi anak.
Sementara tersangka DK, kata dia, melakukan penyebaran konten pornografi anak dengan motif ekonomi untuk mencari keuntungan. Ia menjelaskan pelaku DK menjual konten pornografi yang dibuat dalam grup Facebook Fantasi Sedarah kepada member lain.
“DK mendapatkan keuntungan pribadi dengan menggugah dan menjual konten pornografi anak di grup Facebook Fantasi Sedarah dengan harga Rp50.000 untuk 20 konten video dan Rp100.000 untuk 40 konten video ataupun foto,” tuturnya.
Sebelumnya, tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya telah menetapkan enam orang tersangka pornografi anak yang terlibat dalam grup Facebook ‘Fantasi Sedarah’ dan ‘Suka Duka’.
Himawan menjelaskan bahwa keenam tersangka tersebut ditangkap di berbagai wilayah, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, dan Bengkulu. Masing-masing tersangka adalah DK, MR, MS, MJ, MA, dan KA.
Berdasarkan perannya, DK berperan sebagai member sekaligus penjual konten pornografi dalam grup Facebook Fantasi Sedarah, sementara MR adalah admin atau kreator grup yang membuat grup tersebut.
Tiga tersangka lainnya, yaitu MS, MJ, dan MA, berperan sebagai kontributor aktif dalam grup Facebook Fantasi Sedarah. Sedangkan KA merupakan member sekaligus kontributor aktif dalam grup Facebook Suka Duka.
***
