RASIO.CO, Jakarta – Salah satu tersangka kasus dugaan pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Irvian Bobby Mahendro Putro, diketahui memiliki harta kekayaan terlapor sebesar Rp 3,9 miliar. Angka itu jauh berbeda dengan jumlah Rp 69 miliar yang diterima Irvian dari hasil pemerasan selama beberapa tahun.
Dikutip dari Detiknews, Irvian dikenal dengan julukan ‘sultan’ di lingkungan kerjanya di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Ia bahkan disebut-sebut merenovasi rumah dan memberikan sepeda motor Ducati kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel. Uang tersebut berasal dari hasil pemerasan pengurusan sertifikat K3.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang dilaporkan 2 Maret 2022, total harta Irvian tercatat Rp 3.905.374.068. Kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan seluas 145 m² di Jakarta Selatan senilai Rp 1,27 miliar, satu unit mobil Mitsubishi Pajero senilai Rp 335 juta, harta bergerak Rp 75 juta, serta kas Rp 2,21 miliar. Irvian tidak tercatat memiliki utang.
Jumlah tersebut jauh dari nilai Rp 69 miliar yang diduga diterima Irvian melalui perantara dalam kasus pemerasan sertifikat K3. KPK menyebut praktik pemerasan ini berlangsung sejak 2019, di mana biaya pengurusan yang seharusnya Rp 275 ribu melonjak menjadi Rp 6 juta. Dari selisih tersebut, uang mengalir ke sejumlah pihak dengan total Rp 81 miliar, dan Rp 69 miliar di antaranya masuk ke kantong Irvian.
“Artinya, dalam pelaporan LHKPN saudara IBM ini juga diduga tidak patuh. Jumlah asetnya tidak sinkron dengan temuan awal dalam kegiatan tangkap tangan ini,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Minggu (24/8).
Budi menegaskan, KPK akan menelusuri aliran uang hasil pemerasan, termasuk aset yang diduga dibeli dari uang tersebut. “KPK pasti akan lakukan follow the money atas aset-aset yang diduga terkait ataupun merupakan hasil dari tindak pidana korupsi,” ujarnya.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menambahkan, julukan ‘sultan’ yang diberikan Noel kepada Irvian mengacu pada banyaknya uang yang ia miliki. Bahkan, Noel pernah meminta langsung dana renovasi rumah di Cimanggis kepada Irvian, yang kemudian disanggupi dengan pemberian Rp 3 miliar.
Selain itu, Noel juga mendapat jatah pemerasan Rp 3 miliar serta sebuah motor Ducati dari Irvian.
Berikut daftar tersangka dalam kasus dugaan pemerasan sertifikat K3:
- Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022–2025
- Gerry Aditya Herwanto Putra, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022–sekarang
- Subhan, Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020–2025
- Anitasari Kusumawati, Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020–sekarang
- Immanuel Ebenezer Gerungan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI
- Fahrurozi, Dirjen Binwasnaker dan K3 Maret 2025–sekarang
- Hery Sutanto, Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021–Februari 2025
- Sekarsari Kartika Putri, Subkoordinator
- Supriadi, Koordinator
- Temurila, pihak PT KEM Indonesia
- Miki Mahfud, pihak PT KEM Indonesia
***


