Pemko Batam Benahi Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Jabatan Tak Bisa Asal Tempat

0
283
Foto/Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan penerapan manajemen talenta ASN sebagai strategi percepatan kinerja birokrasi dan dukungan terhadap Asta Cita.

RASIO.CO, Batam – Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya dalam mempercepat kinerja birokrasi dan meningkatkan profesionalisme aparatur sipil negara melalui penerapan manajemen talenta. Langkah tersebut dipandang sebagai strategi penting dalam mendukung Asta Cita serta memperkuat sistem merit di lingkungan pemerintahan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka kegiatan Sosialisasi Manajemen Talenta ASN di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (13/1).

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Zudan Arif Fakrulloh, bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Deputi Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN Herman, serta jajaran pejabat BKN pusat dan Regional XII.

Dalam sambutannya, Amsakar menekankan bahwa manajemen talenta tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan administratif, melainkan sebagai instrumen strategis untuk memastikan penempatan aparatur sesuai kompetensi, kapasitas, dan kebutuhan organisasi. Ia menilai, penempatan yang tepat akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

“Manajemen talenta adalah upaya membentuk ASN yang berintegritas dan berkapasitas. Penempatan pegawai harus berbasis profesionalisme agar kinerja organisasi meningkat dan pelayanan publik semakin optimal,” ujar Amsakar.

Ia juga menyoroti tantangan birokrasi dan dinamika regulasi yang menuntut kesamaan persepsi antara pimpinan daerah dan seluruh organisasi perangkat daerah. Menurutnya, keselarasan visi dan arah kebijakan menjadi prasyarat agar penyelenggaraan pemerintahan tidak terhambat oleh kepentingan politik praktis.

“Pemerintahan harus berjalan dalam mazhab yang sama. Jika pimpinan dan jajarannya tidak searah, persoalan daerah akan sulit diselesaikan. Saya meminta seluruh ASN bersikap sportif, fokus pada kinerja, dan mendukung visi-misi demi kepentingan masyarakat Batam,” tegasnya.

Meski demikian, Amsakar menyampaikan optimisme terhadap kinerja aparatur Pemko Batam yang tercermin dari capaian sejumlah indikator makro. Pertumbuhan ekonomi Batam saat ini berada pada kisaran 6,8 hingga 6,9 persen, mendekati target 7 persen. Realisasi investasi tercatat mencapai Rp54,74 triliun atau sekitar 91 persen dari target, sementara Indeks Pembangunan Manusia Batam mencapai angka 83,8, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Pertumbuhan ekonomi yang baik, peningkatan investasi, serta IPM yang tinggi menunjukkan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKN RI Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta di Kota Batam harus selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Ia menekankan pentingnya pergeseran pola pikir birokrasi dari pendekatan politis menuju pendekatan teknokratik yang berbasis kinerja.

Menurut Zudan, ASN harus memiliki kontrak kinerja yang jelas, disertai target dan indikator capaian yang terukur dalam periode tertentu. Dengan demikian, birokrasi diharapkan mampu menjadi mesin pembangunan yang efektif dan responsif terhadap program prioritas kepala daerah.

“Kita perlu bergeser dari pola pikir politis menuju pendekatan teknokratik. ASN harus memiliki kontrak kinerja yang jelas dengan target yang terukur. Ini bagian dari strategi percepatan Pro-ASN agar birokrasi benar-benar menjadi motor pembangunan,” ujar Zudan.

Melalui penerapan manajemen talenta yang konsisten dan terintegrasi, Pemerintah Kota Batam berharap dapat memperkuat tata kelola kepegawaian, meningkatkan kualitas aparatur, serta mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

YD







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini