RASIO.CO, Karimun – Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, mengapresiasi kinerja tim gabungan yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan empat ton sabu-sabu di perairan Karimun baru-baru ini.
“Tentu ini hasil kerja keras yang luar biasa. Kami berharap ini memberi efek jera dan efek getar kepada produsen dan penyelundup sabu,” ujar Iskandar dikutip Ulasan.co, Selasa (27/5).
Ia menjelaskan, perairan Karimun merupakan kawasan terbuka yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga kerap dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan narkotika ke berbagai daerah.
Iskandarsyah menilai pengungkapan kasus besar tersebut bukan hal yang mudah karena memerlukan energi besar untuk mendeteksi, menangkap pelaku, dan mengamankan barang bukti di kapal.
“Kalau sempat sabu itu menyebar dan dikonsumsi, jutaan anak bangsa bisa menjadi korban,” ucapnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan di perairan Karimun akan terus diperkuat. Pemerintah daerah, kata dia, juga berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan pencegahan di darat dan pulau-pulau sekitar.
Sementara itu, dari Batam dilaporkan, penangkapan Kapal MT Sea Dragon Tarawa yang mengangkut dua ton sabu di perairan Karimun pada 21 Mei 2025 membuka tabir peredaran narkoba jaringan internasional. Barang haram tersebut diyakini masih terkait dengan jaringan yang dikendalikan oleh Dewi Astuti, buronan kasus narkotika lintas negara.
Kepala BNN RI, Komjen Pol. Marthinus Hukom, menyebut saat ini ada dua nama gembong narkoba asal Indonesia yang menjadi pemain utama di kawasan segitiga emas (Thailand, Myanmar, Laos).
Pertama, Freddy Pratama, yang diduga beroperasi di wilayah Thailand dan Myanmar, tepatnya di Wa State—daerah yang tidak sepenuhnya dikendalikan pemerintah Myanmar dan dikenal sebagai basis produksi narkotika.
“Mereka memiliki milisi sendiri dan persenjataan lengkap. Diperlukan kerja sama dengan militer Myanmar untuk mencari keberadaan mereka,” ujar Marthinus di Pelabuhan Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam.
Nama kedua adalah Dewi Astuti. Ia diduga sebagai pimpinan jaringan dari enam orang yang ditangkap di Kapal MT Sea Dragon Tarawa. Saat ini BNN RI bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memburu Dewi hingga ke Kamboja dan wilayah sekitarnya.
“Saya meyakini ini jaringan sindikat narkoba internasional yang melibatkan pelaku dari Indonesia. Buktinya, empat dari enam orang yang ditangkap adalah WNI,” jelasnya.
Diketahui, Dewi Astuti masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) BNN RI setelah terlibat dalam penyelundupan 2,76 kilogram heroin pada September 2024.
***

