
RASIO.CO, Batam – Batam diduga jadi tempat masuknya lalu lintas barang ilegal baik itu beras, gula, limbah elektronik maupun ballpres melalui jalur hijau maupun pelabuhan tikus yang ada di Batam.
Ironisnya, dugaan masuknya barang-barang tersebut bukanlah hisapan jempol belaka, dua pekan lalu APH Polresta Barelang mengamankan 2 kontainer ballpres yang dibongkar di sagulung, dimana kontainer tersebut diduga lewat jalur hijau pelabuhan resmi di Batam.

Selanjutmya, lebih tiga pekan lalu Beacukai Batam menyegel lebih kurang 500 limbah kontainer limbas e-waste asal amerika yang hingga kini berada dipelabuhan Batuampar, Batam.
Polemiknya , Juga diduga mafia penyeludup beras dan gula asal India masuk ke Batam melalui jalur hijau dan para penyeludup tersebut dikabarkan punya kapal sendiri bahkan mampu mendatangkan 300 kontainer sebulan.

Baru-baru Sebanyak 250 ton beras impor ilegal masuk ke Indonesia melalui Sabang, Aceh. Kementerian Pertanian (Kementan) langsung memerintahkan penyegelan gudang setelah menerima laporan pada Minggu (23/11/2025).

Beras tersebut diduga merupakan hasil impor ilegal dari Thailand.”Kami terima laporan sekitar jam 2 siang bahwa ada beras masuk di Sabang, 250 ton, tanpa izin dari pusat,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.
Dikabarkan, Tim Gabungan Aparat Gabungan TNI , Polri dan Beacukai berhasil menangkap kapal penyeludup mengunakan kapal kayu bermuatan 40,4 ton beras dan dua kapal bermuatan barang elektronik dan balpress.
Diduga di batam penyeludupan melalui jalur hijau maupun pelabuhan tikus batam sudah berlangsung lama dan para mafia melaluimpelabuhan sekupang dan batuampar. Diduga Masuk langsung kontainer pantai stress dan funag kasasan industri batumerah.
“Beras diganti kemasan berbagai merk mengunakan mesin-mesin dan aneka merk dan dipasarkan di batam,” ujar sumber.
Kementan dalam kasus 250 ton beras ilegal diaceh menegaskan impor tersebut bertentangan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang melarang impor beras karena stok nasional tengah melimpah.
Menurut Amran, begitu laporan diterima, ia langsung menghubungi Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam untuk menghentikan peredaran beras tersebut. “Berasnya langsung disegel, tidak boleh keluar,” tegasnya.
Sementara, Batam berpotensi didatangkan beras asal India yang diduga pemainnya ak, sedangkan Jfr dan lain-lain masuknya beras tersebut melalui broker negara jiran S’Pore.
“Pengusaha A diduga dah lama bermain,” ujar sales batam enggan di publis. Senin(24/11).
Sebelumnya, Maraknya dugaan penyeludup beras melalui pelabuhan resmi maupun pelabuhan tikus alias ilegal membuat penegah hukum gerah. Untuk beacukai Batam akan bertindak tegas menindak para mafia pemain beras di Batam.
Hingga saat ini pihak beacukai masih menyakini bahwa proses import barang masih melaui sistem dan kalau barang yang dilarang pasti akan dirijeck masuk ke Indonesia.
“Untuk proses importasi barang pastinya melalui Sistem untuk jenis barang yg dilarang pasti direject sistem untuk masuk ke Indonesia,”
“sedangkan untuk barang Ilegal sesuai SOP yang kami miliki kita ada team yg melakukan Patroli Darat maupun laut untuk memonitor aktifitas Ilegal di titik titik pemasukan barang baik pelabuhan resmi maupun pelabuhan tidak resmi kami juga akan menindak lanjuti jika ada informasi yang valid adanya pemasukan semua barang Ilegal termasuk Beras.” Kata Kabid Bimbingan Kepatahan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) Beacukai Batam, Evi Oktavia.Selasa(11/11).
Para pengusaha nakal alias jaringan mafia penyelundupan Beras ilegal bebas memasukkan barang tersebut ke Batam.
Ironisnya, Para mafia penyeludup Beras makin merajalela bahkan memiliki kapal sendiri untuk mendatangkan ke Batam diduga dari India, Thailand maupun Vietnam.
Parahnya, Para mafia beras diduga berkoloborasi dengan APH hingga dapat lolos kepelabuhan resmi di Batam.
Informasi lapangan, Salah satu pemain beras terbesar serta menguasai market Batam berinisal A serta Am dan dikabarkan masuk melalui pelabuhan sekuoang dan Batuampar dengan asumsi 300-500 kontainer.
“Pengusaha A bahkan punya kapal sendiri dan punya gudang sendiri di Batuampar,” ujar sumber enggan dipublis. Rabu(12/11).
Saat ini lanjutnya, Al dan AM mengguasai pasar untuk datang menyelundupkan beras luar ke Batam padahal kita Importir sudah tak ada dari pemerintah,” ujarnya.
Komplotannya, A menjalankan operasi rapi dan sistematis demi menghindari pajak negara, mengatur alur masuknya beras-beras ilegal melalui jalur laut dan darat. Modus mereka terungkap melalui operasi senyap di Batam.
Dari situ, ratusan ton beras dipindahkan ke kompleks pergudangan tersembunyi di Batu Merah, menggunakan truk besar. Untuk menghindari pantauan aparat, beras itu kemudian dikirim melalui pelabuhan tikus di sudut-sudut Kota Batam menuju berbagai wilayah di Indonesia.
Redaksi@www.rasio.co //

