Keterangan Saksi Kunci Jadi Titik Terang Penemuan Jasad Alvaro

0
2962
Keterangan saksi G menjadi titik terang bagi kepolisian dalam mengungkap kasus penculikan Alvaro. (Foto/CNN Indonesia)

RASIO.CO, Jakarta – Kepolisian mengungkap fakta baru mengenai hubungan antara saksi kunci berinisial G dengan ayah tiri dari Alvaro Kiano Nugroho (6), Alex Iskandar. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyampaikan bahwa G dan Alex merupakan teman dekat, bahkan sudah saling mengenal sejak ayah kandung Alex masih hidup.

Kedekatan tersebut membuat Alex meminta bantuan G pada hari di mana jasad Alvaro dibuang. Menurut keterangan G, Alex meminta dirinya untuk membuang sebuah kantong plastik berwarna hitam, namun mengaku bahwa isinya adalah bangkai anjing. G disebut tidak mengetahui bahwa kantong tersebut berisi jasad Alvaro.

Keterangan dari saksi G menjadi titik terang dalam penyelidikan kasus hilangnya Alvaro. Atas informasi G, polisi berhasil menemukan keberadaan jasad Alvaro dan menguatkan dugaan keterlibatan Alex dalam penculikan dan pembunuhan anak tersebut.

G berteman baik dengan ayah Alex dan sudah mengenal keluarga tersangka. Hal itu membuat G tidak mencurigai permintaan Alex saat dimintai pertolongan. Namun, kesaksian yang akhirnya disampaikan G kepada kepolisian membuka jalan bagi pengungkapan kasus ini.

Alvaro Kiano Nugroho dinyatakan hilang sejak 6 Maret lalu. Hilangnya Alvaro bermula ketika ia izin kepada keluarganya untuk menunaikan salat Magrib di sebuah masjid dekat rumahnya di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Namun, setelah salat, Alvaro tidak pernah kembali ke rumah. Pencarian keluarga tidak membuahkan hasil setelah teman-teman Alvaro menyatakan tidak bersamanya saat menjalankan ibadah.

Setelah delapan bulan tanpa kabar, Alvaro akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah menjadi kerangka. Polisi kemudian menangkap ayah tirinya, Alex Iskandar, pada Jumat (21/11) dan menetapkannya sebagai tersangka utama.

Namun proses hukum berhenti mendadak ketika Alex bunuh diri pada Minggu (23/11) di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan dengan cara gantung diri. Kepolisian menyatakan proses penyidikan tetap berlanjut untuk memastikan seluruh fakta, termasuk potensi keterlibatan pihak lain.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini