
RASIO.CO, Batam – Sindikat jaringan penyeludup narkotika jenis sabu diduga asal negeri jiran Malaysia melarikan diri menceburkan diri kelaut saat diburu Team Satresnarkoba Karimun, Polda Kepri dan Beacukai Kepri, dan berhasil mengamankan sabu seberat 32 kilogram bersama speedboad.

Ironisnya, Saat dilakukan pencarian pelaku tidak ditemukan dan diduga sudah memahi alur perairan laut perairan Selat Cacing Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun.
Narkotika jenis Sabu dengan berat bruto 32,07 Kilogram dibungkus menggunakan teh cina merk Guanyinwang berwarna hijau dari Malaysia ke Indonesia.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Harry Goldenhardt S. Mengatakan, penangkapan ini bermula atas kerjasama antara Satresnarkoba Polres Karimun Polda Kepri bersama Beacukai Kanwil Kepri.
Tim melakukan pemantauan di sekitar perairan Selat Cacing Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun pada hari Selasa, tanggal 24 Oktober 2022.
Kemudian sekira pukul 23.00 Wib pada saat sedang melakukan penyisiran di Perairan Selat Cacing Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun, Tim berhasil mengamankan 1 unit Speedboat Fiber berwarna biru abu-abu mengapung di pinggiran perairan Selat Cacing Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun.
“Pada saat tim mendekati speedboat tersebut, nahkoda speedboat tersebut menceburkan dirinya ke laut dan menenggelamkan dirinya. Setelah dilakukan pencarian kurang lebih 2 jam, nahkoda speedboat tersebut tidak ditemukan,”
“sehingga tim memutuskan untuk menghentikan pencarian dan mengamankan speedboat Fiber berwarna biru abu-abu dengan 1 unit mesin merk Yamaha 40 PK.” Jelasnya.
Selanjutnya, kata dia, saat tim melakukan pengecekkan pada speedboat tersebut, ditemukan narkotika jenis sabu sebanyak 30 bungkus yang dibungkus plastik kemasan teh cina merk Guanyinwang berwarna hijau berada didalam kursi nahkoda Speedboat yang sudah dimodifikasi dengan berat bruto 32,07 Kilogram.
Hingga kini Speedboat tersebut diamankan di pangkalan DJBC Kanwil Kepri Meral Karimun dan untuk Barang Bukti jenis sabu diamankan di Polres Karimun.
Sampai saat ini Polres karimun masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku yaitu nahkoda speedboat yang melarikan diri. Tutupnya.
Adit@www.raaio.co //

