Polri Gelar Razia Serentak di Seluruh Indonesia

0
1110

RASIO.CO, Batam – Jajaran Kepolisian Republik Indonesia menggelar razia secara serentak selama 14 hari menjelang ramadhan 2018 guna meningkatkan kesadaran masyarakat saat berkendara di jalan raya.

Razia yang digelar dari tanggal 26 April sampai dengan 9 Mei 2018 disebut “Operasi Patuh Seligi – 2018 ” dan sebagai dimulai operasi Polda Kepri menggelar Apel pasukan operasi di lapangan Mapolda.Kamis(26/04).

Apel dipimpin ,dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi dan dihadiri oleh Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, Kepala Jasa Raharja Provinsi Kepri, Para pejabat utama Polda Kepri, Kadishub Kota Batam, Komandan Denpom 1/6 Kota Batam, para perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai negeri sipil Polda Kepri.

Dalam amanat Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Royke Lumowa, MM. yang dibacakan oleh Kapolda Kepri menyampaikan Permasalahan di bidang lalu lintas, dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis.

Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital. Dimana operasional Order angkutan publik sudah berada dalam genggaman (cukup menggunakan handphone). Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya polantas,

Keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting. Hal itu dapat ditunjukan dari Political Will pengguna lalu lintas.

Kesadaran pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah.

Data jumlah kecelakaan Lalu Lintas Operasi Patuh 2017 sebanyak 2.203 kejadian mengalami penurunan 239 kejadian atau -13% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 2.542 kejadian.

Selanjutnya jumlah korban meninggal dunia operasi patuh tahun 2017 sebanyak 420 orang, mengalami peningkatan sebanyak 8 orang atau 2% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 412 orang.

Jumlah korban luka berat operasi patuh tahun 2017 sebanyak 407 orang, mengalami penurunan sebanyak 217 orang atau -44% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 724 orang.

Jumlah pelanggaran lalu lintas operasi patuh tahun 2017 sejumlah 841.244 pelanggaran meningkat 12% dari tahun 2016, dengan jumlah tilang sebanyak 676.317 lembar dan teguran sejumlah 164.927 teguran.

Secara umum dari hasil evaluasi tersebut di atas bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan Safety Belt dan pelanggaran thd rambu/marka jalan.

Polri telah menetapkan kalender Operasi Patuh, yang rutin dilaksanakan setiap menjelang hari Raya Idul Fitri. Operasi Patuh Tahun 2018 ini akan dilaksanakan selama 14 hari, yang dimulai dari tanggal 26 April sampai dengan 9 Mei 2018, secara serentak di seluruh Indonesia.

Sasaran prioritas operasi patuh tahun 2018 adalah pengemudi menggunakan handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm sni,

Pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba / mabuk, pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

Dengan penindakan sasaran pelanggaran lalu lintas tersebut di atas maka diharapkan operasi patuh tahun ini dapat menekan jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas serta terwujudnya kamseltibcarlantas yang mantap.(red/r).

Bya@www.rasio.co







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini