
RASIO.CO, Batam – Ribuan walimurid hadiri undangan Gubernur Kepri dan Walikota Batam terkait nasib anak didik yang ada di Batam yang belum dapat tertampung disekolah tingkat SLTP /SMU untuk melanjutkan jenjang pendidikan.
Uniknya, ribuan walimurid yang sudah hadir sedari pukul 6.15 WIB didataran Engku Putri. Senin(08/07), dimana wacananya agenda dimulai pukul 7.00 WIB sempat molor dikarenakan menunggu kedatangan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan sempat membuat walimurid berteriak kecewa.
Namun, sekira pukul 7,35 WIB terlihat Gubernur telah tiba dilokasi didampingi Kadisdik Kepri, Walikota Batam, Wakil walikota Batam, Sekda dan pejabat teras lainnya dan pihak pengamanan jajaran kepolisian.
Para walimurid meminta kepada gubernur dan walikota agar mementukan kepastian agar anak-anak mereka yang tidak diterima melalaui PPDB 2019 agar dapat diterima karena anak-anak mereka masuk zonasi diwilayah sekolah SLTP/SLTA tersebut.
“Kami minta kepastian terhadap pak gubernur dan walikota sepulang dari sini , anak kami dapat diterima dan dapat melanjutkan sekolah, hanya itu keinginan kami,” ujjar salah seorang walimurid di dataran Engku Putri.
Selain itu, Kami minta Kadisdik Provinsi dan kota batam agar segera menindak oknum-oknum rt/rw yang mengeluarkan izin domisili agar dapat diterima disekolah tersebut, padahal mereka tidak tinggal di zona itu.
“Tindak oknum-oknum nakal yang mengeluarkan izin domisili , padahal mereka bukan warga disana,” ujar Agung merupakan walimurid yang anaknya belum dapat diterima disalah satu sekolah di bengkong.
Sementara itu, Walikota Batam Rudi SE.MM , dalam sambutanya mengatakan, untuk penerimaan PPDB tahun 2019 kami mengikuti kebijakan kementrian walaupun kebijakan ini berpotensi merugikan masyarakat, namun kebijakan ini sebetulnya sempurna kalau pemerintah daerah punya uang yang cukup membangun sekolah.
“Namun pemerintah daerah tidak mampu atau tidak berduit yang cukup karena masih banyak sektor lain yang juga membutuhkan untuk meningkatkan perekonomian batam dan kedepannya kita mencari lahan dan membagun sekolah agar dapat menampung anak-anak kita,”
“Dan saya ucapkan terima kasih atas undanga kami dan nanti jangan ada melalui si A,B dan C ada membayar sesuatu, sepakat y,” ujarnya.
APRI@www.rasio.co //
