

RASIO.CO, Batam — Anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau, Ria Saptarika, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dirangkaikan dengan kegiatan sosial serta buka puasa bersama masyarakat Kota Batam, Minggu (15/3).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi pada hari yang sama sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus mempererat silaturahmi antara wakil daerah di parlemen dengan masyarakat.
Sesi pertama dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB hingga selepas dhuhur di fasilitas umum warga RW 02 Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat, tokoh masyarakat, nelayan, pemuda, serta ibu-ibu majelis taklim.
Dalam pemaparannya, mantan Wakil Wali Kota Batam itu menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar materi sosialisasi, tetapi menjadi pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, masyarakat pesisir seperti di Tanjung Uma memiliki modal sosial yang kuat berupa kebersamaan dan semangat gotong royong.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki akhlak dan memperkuat kepedulian sosial. Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Ria di hadapan peserta.
Dalam dialog yang berlangsung interaktif, Ria juga menyinggung sejumlah persoalan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir, mulai dari kenakalan remaja, tantangan ekonomi warga, hingga pentingnya menjaga kerukunan di lingkungan yang majemuk.
Ia menilai peran keluarga dan tokoh masyarakat sangat penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.
“Jika keluarga kuat, lingkungan juga akan kuat. Dari situlah nilai kebangsaan tumbuh,” katanya.
Sejumlah warga memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menyampaikan aspirasi, di antaranya terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat serta persoalan air bersih dan pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut.
Pada kesempatan itu, Ria juga membagikan beras kepada warga yang mengikuti kegiatan sosialisasi sebagai pengganti konsumsi pertemuan sekaligus bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan.
Ketua RW 02 Tanjung Uma, Mohammad Hadianyah, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan tersebut. Ia menilai sosialisasi yang disertai pembagian beras tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
“Kami merasa diperhatikan dan diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Bantuan beras yang diberikan juga sangat bermanfaat bagi kebutuhan warga selama Ramadan,” ujarnya.

Memasuki sore hari, Ria melanjutkan agenda sosialisasi Empat Pilar dengan kegiatan dialog interaktif yang dirangkai dengan buka puasa bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama Kota Batam. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 16.00 WIB dan berlangsung di Golden View Restaurant, Bengkong Laut.
Dalam kesempatan tersebut, Ria mengatakan sosialisasi Empat Pilar merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPD RI dalam memperkuat pemahaman kebangsaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meneguhkan kembali nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadan mengajarkan kepedulian, kebersamaan, dan pengendalian diri. Nilai-nilai ini sejalan dengan Empat Pilar Kebangsaan yang harus terus kita rawat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman, terutama di kota yang heterogen seperti Batam. Menurutnya, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat strategis dalam memperkuat persatuan warga.
Dalam sesi dialog, sejumlah peserta menyampaikan aspirasi terkait dinamika sosial di lingkungan mereka, termasuk menurunnya partisipasi warga dalam kegiatan kemasyarakatan.
Salah seorang tokoh masyarakat Batam, Rahman, menanyakan langkah konkret untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di lingkungan perumahan.
Menanggapi hal tersebut, Ria menilai kegiatan keagamaan dan sosial selama Ramadan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Jika tokoh masyarakat dan tokoh agama bersinergi, partisipasi warga akan lebih mudah dibangun,” katanya.
Peserta lain juga menanyakan peran DPD RI dalam memperjuangkan aspirasi daerah di tingkat pusat. Ria menjelaskan bahwa sebagai anggota DPD RI dirinya memiliki fungsi penyerapan aspirasi dan pengawasan terhadap kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan daerah.
Ia berkomitmen membawa berbagai masukan dari masyarakat untuk diperjuangkan sesuai kewenangan yang dimiliki.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana kekeluargaan sebelum dialog kembali berlangsung hingga menjelang malam.
Di akhir acara, Ria mengajak masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah suasana Ramadan yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Menurutnya, persatuan bangsa harus terus dijaga melalui penguatan nilai kebangsaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat, masyarakat Batam dapat terus hidup rukun dan harmonis,” tutupnya.
YD
