Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang

0
54
Petugas mengevakuasi korban dan bangkai rangkaian KRL pasca tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. (foto/ist)

RASIO.CO, Jakarta – Kecelakaan maut yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Insiden tersebut berawal dari sebuah taksi listrik milik Green SM Indonesia yang tertabrak KRL di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal. Kendaraan itu dilaporkan terhenti di tengah rel sebelum tertemper rangkaian KRL yang melaju menuju arah Jakarta.

Akibat kejadian tersebut, perjalanan KRL terganggu dan rangkaian berhenti di jalur. Tidak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak KRL yang dalam kondisi berhenti.

Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL. Bahkan, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan merangsek hingga masuk ke gerbong paling belakang, termasuk gerbong khusus wanita.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan rangkaian kejadian tersebut.

“KRL berhenti karena ada kendaraan yang tertabrak di perlintasan. Di belakangnya ada KA Argo Bromo Anggrek,” ujarnya.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB dan langsung mendapat penanganan dari petugas terkait.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hingga Selasa (28/4/2026) pagi, tercatat 14 korban meninggal dunia. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

“Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” katanya.

Pihak Green SM Indonesia menyatakan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan aparat berwenang serta menegaskan komitmen terhadap standar keselamatan operasional.

“Kami menaruh perhatian penuh pada insiden ini dan akan terus memberikan informasi terbaru sesuai data terverifikasi,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.

***

Print Friendly, PDF & Email






TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini