RASIO.CO, Batam – Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru, puluhan orangtua calon siswa SMA Negeri 3 Batam masih berkumpul di depan sekolah. Senin (11/7).
Sejumlah orangtua masih berharap anaknya bisa diterima di SMAN 3 Batam jalur zonasi. Karena itu pula sampai sekarang mereka belum mendaftar ulang anaknya di sekolah manapun.
Dilansir dalam Tribunbatam.id, mereka sudah berada di depan gerbang sekolah SMAN 3 Batam sekitar pukul 08.30 WIB. Sekuriti sekolah juga tampak berjaga di Pos Sekuriti.
Para orangtua tampak menunggu kepastian dari pemerintah. Lantaran hingga saat ini belum ada keputusan terkait anak mereka masuk atau tidak ke SMAN 3 Batam. Marison, orangtua calon siswa mengaku hingga saat ini anaknya masih berada di rumah. Sementara teman-teman sebayanya sudah duduk di bangku sekolah.
“Kita sudah melakukan segala usaha agar anak bisa masuk ke SMA Negeri 3. Bahkan berkas kami sudah diserahkan kepada Pak Wali Kota melalui Pak Yusfa. Hingga saat ini kami belum diberikan kepastian walaupun sudah ditemui Pak Nur Muhammad (Kepala Kantor Cabang Disdik Provinsi Kepri di Batam,” paparnya.
Marison berharap, anaknya bisa segera sekolah di SMAN 3 Batam. Ia meminta pemerintah membantunya.
“Tolong kami Pak Gubernur. Bantu kami, anak kami perlu sekolah,” katanya.
Orangtua lainnya, Indah mengakui anaknya tak lulus di jalur zonasi. Padahal kediamannya tak sampai 1 kilometer dengan jarak sekolah.
“Rumah kami di Taman Raya loh. Masak bisa terlempar ke Punggur,” sesal Indah.
Sebelumnya pada Selasa (5/7) lalu, sebanyak 80 orangtua calon siswa yang tidak diterima di SMAN 3 Batam mendatangi kantor Wali Kota Batam. Kedatangan para orangtua itu disambut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Batam, Yusfa Hendri.
Dalam aksi ini, Yusfa mengarahkan orangtua agar mencantumkan nama anak, alamat, nomor handphone dan bukti nomor pendaftaran. Ia juga meminta satu atau dua orang perwakilan dari orangtua siswa agar bisa ditindaklanjuti.
Yusfa menuturkan, total anak yang tidak lolos seleksi berdasarkan data adalah 80 orang. Kedatangan orangtua ini guna meminta bantuan, karena anak mereka tidak lolos seleksi PPDB di SMAN 3 Batam.
Menurutnya, walaupun wewenang PPDB tingkat SMA berada di bawah Pemerintah Provinsi Kepri, pihaknya akan berupaya melanjutkan laporan dan aksi orangtua kepada Wali Kota Batam, Wakil Gubernur, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Setelah berdialog dengan orangtua, mantan Kepala Dinas Perhubungan Batam ini menyebutkan beberapa alasan anak mereka tidak diterima.
Salah satunya karena zonasi atau tempat tinggal mereka, dan ada juga karena persoalan alamat mereka yang bukan menggunakan KTP Batam.
“Jadi nanti akan kami bantu untuk pengurusan surat pindah atau yang dibutuhkan. Selanjutnya keputusan terkait nasib puluhan orangtua ini akan disampaikan kepada pimpinan,” ujarnya.
Yusfa mengungkapkan sebagian anak sudah diterima di sekolah lain seperti SMAN 15 Batam di Batubesar, SMAN 21 Batam di Punggur. Namun karena jarak rumah mereka cukup jauh, orangtua ini meminta agar anaknya tetap diterima di SMAN 3 Batam.
***


