Tidak Teridentifikasi, 17 Jenazah Korban Banjir Agam Dikubur Secara Massal

0
335
Sebanyak 17 jenazah korban banjir bandang Agam yang tidak teridentifikasi dan tidak diklaim keluarga dimakamkan secara massal di TPU Bungus Padang, bersama tujuh jenazah lainnya. (Foto/Ist)

RASIO.CO, Jakarta – Sebanyak 17 jenazah korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan dimakamkan secara massal bersama tujuh jenazah lainnya di TPU Bungus, Kota Padang, pada Rabu (10/12) siang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Agam, Villa Erdi, mengatakan bahwa 17 jenazah tersebut tidak memiliki klaim dari pihak keluarga dan hasil tes DNA juga tidak cocok dengan warga yang merasa kehilangan anggota keluarga.

“Tidak ada yang mengklaim dan DNA yang diambil tidak cocok dengan jenazah, sehingga jasad dimakamkan. Ke-17 jenazah ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang,” ujarnya mengutip Antara.

Seluruh jenazah akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Raya Ahmad Khatib Al Minangkabawi setelah Zuhur, sebelum kemudian dibawa ke TPU Bungus untuk dimakamkan secara massal.

Villa Erdi merinci bahwa dari 17 jenazah tersebut, sembilan berjenis kelamin laki-laki, lima perempuan, dan tiga lainnya berupa bagian tubuh.

Sebelumnya, Dinas Sosial Agam juga telah memakamkan 10 jenazah korban banjir bandang di TPU Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung. Dari jumlah tersebut, dua jenazah tidak memiliki keluarga, sedangkan delapan lainnya dimakamkan berdasarkan permintaan keluarga.

“Pihak keluarga meminta korban dimakamkan di TPU Sungai Jariang,” katanya.

Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang melanda Agam menyebabkan dampak besar dengan 188 korban meninggal dunia dan 72 orang masih hilang. Sebanyak 13 orang masih dirawat, 4.117 orang mengungsi, dan 988 warga terdampak atau terisolir.

Kerusakan yang ditimbulkan meliputi 493 rumah rusak ringan, 359 rusak sedang, 600 rusak berat, 11 tempat ibadah rusak, 67 jembatan rusak, serta 49 titik jalan rusak.

Selain itu, 99 fasilitas pendidikan, 125 irigasi, dan 18 bendungan turut mengalami kerusakan. Bencana juga mengakibatkan 6.025 ternak mati, serta 1.813,70 hektare lahan pertanian rusak.

AD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini