
RASIO.CO, Batam – Tim paduan suara anak-anak dari Sekolah Global Indo Asia (SGIA) Batam sukses meraih prestasi membanggakan di ajang Salzburg International Choral Celebration and Competition 2025 yang berlangsung di Austria pada 26–30 Juni lalu.
Mereka berhasil menjadi Grand Prix Champion (Juara Umum), sekaligus meraih Juara 1 kategori Children’s Choir (Gold Diploma Level VI, skor 25,67) dan Juara 2 kategori Folklore (Gold Diploma Level IV, skor 23,96).
Kepulangan tim SGIA Children Choir disambut haru oleh puluhan orang tua di Pelabuhan Internasional Ferry Batam Centre, Selasa (8/7/2025) malam. Suasana emosional terasa saat para orang tua mengalungkan bunga kepada putra-putri mereka yang baru kembali dari Austria.
Salah satu orang tua, Dr. Suyono MBA MM, bersama sang istri Widya, orang tua dari Rigel Adelio Wiyon, mengungkapkan rasa haru dan bangga atas perjuangan anak-anak.
“Kami menyaksikan betapa kerasnya latihan mereka, siang malam tanpa mengeluh. Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tangguh, penuh semangat, dan pantang menyerah,” ujar Dr. Suyono.
Widya menambahkan, pengalaman mengikuti kompetisi internasional ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter anak.
“Rigel belajar kerja sama, mengatasi grogi, disiplin, dan membawa nama bangsa. Ini lebih dari sekadar lomba,” ungkapnya.
Keduanya pun menyampaikan terima kasih kepada SGIA atas dukungan dan pembinaan yang diberikan kepada anak-anak.
“Sebagai orang tua, kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki jiwa seni dan semangat global. Prestasi ini membuktikan bahwa pendidikan holistik di SGIA berhasil membentuk generasi muda yang siap bersaing di panggung dunia,” ucapnya.
Sementara itu, Choirmaster SGIA Children Choir, Daniel Dasalak, menyebut perjalanan ini sebagai pengalaman transformatif bagi seluruh peserta.
“Bukan hanya soal menang, tetapi tentang bagaimana anak-anak belajar menjadi individu yang mandiri, disiplin, dan mampu menghargai proses,” katanya.
Daniel menambahkan, selama lebih dari dua minggu di luar negeri, anak-anak menunjukkan semangat tinggi dan sikap profesional yang luar biasa.
Menurutnya, tantangan utama bukan sekadar tampil di atas panggung, melainkan bagaimana anak-anak beradaptasi dengan lingkungan baru, perbedaan budaya, serta jadwal yang padat.
“Setiap hari diisi latihan, evaluasi, dan perjalanan panjang. Tapi mereka menjalaninya dengan antusias. Mereka bukan hanya duta seni, tapi juga duta karakter bangsa,” ujar Daniel, yang juga merupakan pengajar di SGIA.
Ia juga menyoroti bahwa kebersamaan selama perjalanan menjadi kekuatan utama tim.
“Anak-anak saling mendukung dan menyemangati satu sama lain. Ketika ada yang lelah atau gugup, yang lain langsung memberikan semangat. Ini adalah bentuk nyata dari nilai kolaborasi dan empati yang diajarkan di SGIA,” tambahnya.
Daniel berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia untuk berani membawa siswa-siswinya tampil di ajang internasional.
“Dengan persiapan yang matang dan semangat belajar yang tinggi, anak-anak Indonesia sangat mampu bersaing secara global. SGIA Children Choir sudah membuktikannya,” tutup Daniel.
(RL)
