RASIO.CO, Batam – Menanggapi permasalahan yang dialami oleh masyarakat terkait pembayaran tagihan listrik yang melonjak tinggi, Anggota Komisi IV DPRD Kepri Wahyu Wahyudin, A.MD meminta pihak PLN untuk lebih transparan.
“Pihak PLN harus transparan menyampaikan ke masyarakat apa permasalahan yang terjadi dengan pembayaran listrik yang naik,” ujar Wahyu Wahyudin, Jum’at (5/6).
Kalau memang pembengkakan tagihan salah satunya disebabkan akumulasi dari pencatatan yang tidak akurat karena petugas tidak datang mencatat, PLN harus bertanggung jawab dengan hal ini.
“PLN harus bertanggung jawab dengan hal ini, buka datanya dan Manajer area masing-masing harus terbuka kepada masyarakat,” tegas Wahyu.
Selain itu, kalau memang karena pemakaian yang lebih dari biasanya, berikan data pemakaian selama 3 bulan, karena tidak semua masyarakat paham dengan perhitungan KWH.
Harapannya PLN harus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, jangan terkesan arogan karena untuk listrik ini tidak ada pilihan untuk masyarakat.
Kami juga meminta agar pihak PLN tidak melakukan pemutusan langsung untuk pembayaran diatas tanggal jatuh tempo, tidak ada denda keterlambatan dan memberikan keringanan sistem pembayaran bagi masyarakat
yang bengkak tagihannya dan tidak mampu membayar sekaligus, tutupnya.
Warga Kecewa
Sementara itu, Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Batam pada hari Kamis (4/6) malam sejak pukul 19.25 Wib hingga pagi hari membuat masyarakat kecewa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sunar salah satu warga Punggur, “Baru pulang kerja, masuk rumah langsung mati lampu, padahal hujan hanya gerimis saja,” ungkapnya dengan nada kesal.
Lanjutnya, sepertinya bukan di Punggur saja yang mati lampu karna di Facebook status orang-orang pada mati lampu, kira-kira ada kerusakan apa ya, ucapnya.
Sedangkan menanggapi hal tersebut, Direktur Operasi PLN Batam, Awaluddin Hafid mengatakan bahwa pemadaman listrik di Batam dan Bintan tadi malam yang dimulai sejak pukul 19.25 Wib diawali dengan sambaran petir yang kuat pada salah satu ruas transmisi 150 kV yang menyebabkan sistem kelistrikan Batam dan Bintan padam.
“Walaupun terjadi sambaran petir yang kuat pada sistem kelistrikan Batam-Bintan, namun semua pembangkit dalam kondisi aman,” ucap Awaluddin dalam releasenya, Jum’at (5/6).
Pemulihan sistem kelistrikan Batam-Bintan dimulai pukul 19:27 WIB dengan mengoperasikan PLTD Sekupang yang memang disiapkan sebagai pembangkit blackstart (start awal) di sistem kelistrikan Batam-Bintan.
“Untuk pemulihan sistem kelistrikan tidak dapat instan, karena membutuhkan tahapan diantaranya persiapan operasional pembangkit dan berbagai parameter sistem kelistrikan harus dijaga agar tetap seimbang dalam kondisi yang belum stabil,” jelas Awal.
Ia menambahkan, pada pukul 22:18 WIB salah satu pembangkit gas yaitu PLTG ELB Unit 2 dapat bergabung dengan sistem kelistrikan kemudian diikuti oleh pembangkit-pembangkit lainya, sehingga sejak pukul 22:18 WIB listrik dapat mulai menyala secara bertahap.
“Sampai dengan saat ini masih diberlakukan pemadaman secara bergilir karena masih ada pembangkit sedang dalam proses persiapan yaitu PLTU Tanjung Kasam Unit 1 dan 2 yang diperkirakan akan masuk dalam sistem pada siang dan sore hari ini,” tambahnya.
Dengan masuknya 2 Unit PLTU Tanjung Kasam diharapkan sistem kelistrikan Batam-Bintan kembali normal.
“Oleh karena itu diharapkan partisipasi pelanggan untuk membantu melakukan pengendalian pemakaian listrik dengan memadamkan peralatan listrik yang tidak diperlukan,” sambung Awal.
Atas kejadian tersebut manajemen PLN Batam memohon maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi, PLN Batam tetap berupaya untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik ke Batam – Bintan serta selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik, tutupnya.
Yuyun@rasio.co //


