
RASIO.CO, Lingga – Mengantisipasi abrasi yang terjadi di pesisir pantai sangat dibutuhkan adanya penahan atau pemecah gelombang, dibangun di daerah pemukiman warga yang berada diwilayah pesisir pantai Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.
Maryati salah satu warga yang mendiami daerah pesisir pantai tersebut mengatakan, pengikisan pantai terus terjadi setiap tahun, yang paling terkena dampak dari terjadinya abrasi tersebut, adalah warga RT.02/RW.07 Desa Batu Berdaun, dan saat ini kurang lebih 20 meter telah terjadi abrasi dari posisi bibir pantai semula.
Abrasi yang terjadi, jelas Maryati, sudah terjadi sejak lama, bahkan, sebagian dari pantai sudah menjadi laut. ada beberapa warga yang mendiami di pesisir pantai pun harus pindah ke tempat lain, karena abrasi yang terjadi sudah sampai ke tempat tinggal mereka, dan kondisi ini terus terjadi dan semakin parah dalam 3 tahun belakangan ini.
“Setidaknya ada belasan rumah warga yang mendiami pesisir pantai Kampung Boyan yang cukup mengkawatirkan, kami berharap adanya perhatian dari Pemeritah daerah maupun Provinsi, untuk membangun pemecah gelombang agar abrasi tidak terus terjadi,” kata Maryati saat ditemui dikediamannya. Senin (18/7/2022).
Pemerintah, lanjut Maryati, sebenarnya telah membangun beberapa pemecah gelombang di pesisir pantai, yakni di pantai Sekop Laut, Dabo Lama dan juga Kampung Baru, namun pembangunan pemecah gelombang tersebut belum sampai ke daerah Kampung Boyan.
“Saat ini yang sangat kami inginkan adanya pembangunan pemecah gelombang, karena untuk menahan abrasi kami memasang penahan dari kayu seadanya, agar pasir tidak terbawa saat ada gelombang,” tutupnya.
Puspan

