Wujudkan Ketahanan Pangan, BUMDes Amanah Tanjung Harapan Panen Perdana 1.000 Batang Sawi Pakcoy

0
567

RASIO.CO, Lingga – Program ketahanan pangan Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, mulai memetik hasil nyata. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah, desa ini sukses menggelar panen perdana sayuran hidroponik jenis sawi pakcoy atau sawi sendok di unit Greenhouse mereka, yang terletak di Dusun Sergang, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Ahad (8/3/2026).

Tanaman sawi pakcoy menggunakan sistem hidroponik berbasis paralon. Tanaman sawi pakcoy dipilih karena memiliki masa tanam yang relatif singkat serta permintaan pasar yang cukup tinggi. Dengan menggunakan metode hidroponik, tanaman dapat tumbuh lebih cepat dan hasil panennya lebih optimal karena mendapatkan nutrisi yang langsung diserap melalui air. Selain itu, teknik ini memungkinkan budidaya dilakukan di lahan yang terbatas, seperti pekarangan rumah.

Direktur BumDes Amanah Desa Tanjung Harapan, Nopiansyah mengatakan, untuk ketahan pangan kenapa memilih hidroponik karena memang desa ini letak geografisnya di tengah perkotaan. Kemudian lahannya untuk membuka kebun konvensional juga terbatas, selain itu, butuh tenaga dan di desa ini juga kurang tenaga petani nya.

“Alhamdulillah, untuk perdana ini kita panen 1.000 batang sawi pakcoy yang hasilnya sangat bagus, untuk penjualannya kita prioritaskan masyarakat desa dulu, kemudian kios-kios yang ada di Desa Tanjung Harapan, selebihnya kita jual bebas seperti ke pengepul-pengepul sayur atau ke pasar tradisional, dijual dengan harga Rp.5000 untuk satu ikatnya,” kata Nopiansyah saat diwawanvarai disela-sela kegiatan panen.

Nopiansyah menjelaskan, target kedepan untuk tahun ini ada lagi bahan pangannya dan juga akan di musyawarah dengan pihak desa dan pihak-pihak terkait, kedepan untuk tiga greenhouse ini dibagi tiga, ada sayur sawi pakcoy, kangkung, bayam dan selada.

“Untuk modal awal satu greenhouse ini kisaran Rp.30 sampai Rp.35 juta, untuk greenhouse yang sudah jalan baru satu dimana satu greenhouse ada seribu lobang untuk tanaman hidroponik, namun target kita kedepan ada 3 greenhouse,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Harapan, Irwansyah mengungkapkan, pemerintah Desa Tanjung Harapan tetap mensupport dan mendukung program ketahanan pangan oleh pusat. Alhamdulillah untuk tahun 2025 ini kegiatan ketahanan pangan ini dikelola langsung oleh BumDes Amanah.

“Kami dari pemerintah Desa tetap mensupport dengan adanya kegiatan ini dan sering memantau, serta melihat perkembangan kegiatan ketahanan pangan ini,” ungkapnya.

Irwansyah melanjutkan, support yang pertama sebagai pemerintah Desa tetap melakukan pengawasan, san yang kedua selalu mencari, memberikan promosi di media sosial dan Facebook serta lain sebagainya, bahwa BumDes Amanah juga ada hidroponik dan siap untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat khususnya di desa tanjung harapan.

“BumDes Amanah Desa Tanjung Harapan sebenarnya bukan hanya ada sayur hidroponik saja, namun ada juga benerapa usaha lainnya, diantaranya, sewa kios, pupus kompos, papan bunga, sabun cuci piring dan rumah balon untuk mainan anak-anak,” paparnya.

Irwansyah menambahkan, kalau untuk program ketahanan pangan hidroponik ini, desa mengucurkan dana sebesar Rp.158 juta untuk tiga Grand House, dan dana tersebut diserahkan langsung ke BUMDes tidak secara bertahap.

“Memang target kita selain untuk kebutuhan masyarakat, kita juga akan masuk ke pasaran Makan Bergizi Grtais (MBG), selain itu, BumDes tidak semua dijual tapi sebagian kita sisihkan untuk sosial,” tutupnya.

“Unruk kegiatan sosial, seperti untuk lansia dari keluarga yang kurang mampu dan juga untuk anak stunting. Supaya paling tidak kita dapat menekan dan menurunkan angka stunting di Desa Tanjung Harapan,” tambah Irwansyah.

Puspan







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini