
RASIO.CO, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satgas Pornografi Anak Online mencatat telah memblokir sebanyak 23.506 konten pornografi anak sepanjang tahun 2025. Upaya tersebut merupakan bagian dari langkah penegakan hukum dan pencegahan kejahatan seksual terhadap anak di ruang digital.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol. Syahar Diantono dalam konferensi pers Rilis Akhir Tahun (RAT) 2025 yang digelar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12).
Dalam pemaparannya, Syahar menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 Satgas Pornografi Anak Online juga berhasil menyelesaikan 29 dari total 30 kasus yang dilaporkan kepada kepolisian. Dari penanganan kasus tersebut, aparat menetapkan sebanyak 53 orang sebagai tersangka.
“Dengan 53 tersangka serta berhasil memblokir 23.506 konten pornografi dan melaksanakan 6.963 kegiatan preemptive,” ujar Syahar.
Selain penegakan hukum, Satgas juga aktif melakukan upaya pencegahan melalui kegiatan edukasi digital. Edukasi tersebut dilakukan melalui Siber TV serta berbagai platform media sosial seperti YouTube, Instagram, X, dan Facebook guna meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya pornografi anak.
Syahar juga mengungkapkan bahwa Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) kini telah resmi terbentuk di 11 Polda jajaran. Sejak pembentukannya, Direktorat PPA-PPO berhasil mengungkap total 403 kasus dengan menetapkan 505 orang sebagai tersangka.
“Dengan total korban yang diselamatkan sebanyak 1.239 korban, baik laki-laki maupun perempuan dan anak,” tuturnya.
Dari sisi pencegahan, Direktorat PPA-PPO turut melaksanakan kampanye Risk and Speak. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya melaporkan dan mencegah kekerasan terhadap perempuan, anak, serta tindak pidana perdagangan orang.
“Program ini sudah dilaksanakan di 10 kota dan kabupaten dalam negeri dan pernah dua kali dilaksanakan di luar negeri yaitu di Hongkong dan Guangzhou dengan total peserta sebanyak 7.300 orang,” katanya.
***
