RASIO.CO, Batam – Ratusan demonstran dari Aliansi Driver Online Batam sambangi Graha Kepri, Selasa (19/7) menuntut pengesahan tarif minimum 24K.
“Kita sudah gelar aksi di kantor Gubernur tapi ditemui oleh Kepala Dinas Perhubungan,” ujar seorang orator menggunakan pengeras suara.
Diakuinya driver online roda empat yang terdaftar lebih dari 12 ribu orang. Namun yang datang perwakilannya sekitar 500 orang.
“Kalau sampai belum dibuat SKnya sampai Agustus, kami akan turun lagi 12 ribu orang,” katanya.
Diakuinya tarif minimum driver online Rp 8.800 sudah diterima sejak 2017 lalu. Namun Gubernur Kepri tak juga mengesahkan aturan tarif minimum.
Asosiasi Driver Online Kota Batam menggelar demo dan meminta Gubernur Kepri untuk menetapkan tarif minimum sebesar Rp 24 ribu. Hanya ada satu tuntutan yang diperjuangkan para buruh dalam aksi damai yang digelar Selasa (19/7) tersebut.
“Padahal itu saja yang kami minta. Sudah empat tahun nggak dikabulkan, kami sudah letih itulah aspirasi kami,” ujar Penasehat Aliansi Driver Online Batam, Wijaya dilansir dalam TRIBUNBATAM.id.
Diakuinya tarif minumum selama ini hanya Rp 14 ribu. Tapi driver online hanya mendapat Rp 8.800 saja, sisanya Rp 5.200 untuk aplikator.Tarif Rp 8.800 ini dinilai terlalu rendah mengingat tidak ada lagi BBM berjenis premium maka harus beralih ke pertalite dengan harga yang lebih tinggi dari premium.
“Belum lagi biaya perawatan mobil kita seperti ban, oli, dan lainnya,” katanya.
Itupun bisa mengalami kenaikan harga, setelah perhitungan rumus sudah ditentukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kepri. Sementara itu, Ketua Umum Solidaritas Online Batam, Feri Andri mengatakan pihaknya sudah mengurus izin aksi damai ini sejak sebulan yang lalu. Ditargetkan akan ada ribuan driver online membawa mobilnya.
“Kami minta Gubernur meng-SK-kan berita acara terkait tarif dasar umum driver online,” kata Feri.
Sebelumnya pihaknya sudah sepakat menetapkan Rp 24 ribu tarif minumum. Kemudian 20 persen dipotong untuk aplikator. Sebelumnya, ratusan anggota Asosiasi Driver Online menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Graha Kepri, Selasa (18/7).
“Kita ini aksi damai. Jadi mari kita pindahkan mobil kita ke Engku Puteri. Jangan ugal-ugalan dan jangan mengganggu pengendara lain,” ujar seorang orator menggunakan pengeras suara.
Didahului oleh mobil komando, satu persatu taksi online mengikuti dari belakang secara tertib. Bahkan pengemudi online juga menghidupkan musik di dalam mobilnya dengan suara yang kuat. Sejumlah kepolisian tampak mengawasi jalannya aksi damai ini.
Bahkan beberapa petugas kepolisian juga melakukan rekayasa jalan. Akses jalan dari Gedung DPRD Kota Batam menuju WTB tam pak ditutup. Lalu, akses jalan dari kantor Graha Kepri menuju WTB juga ditutup. Sehingga pengendara harus mencari jalan alternatif lainnya.
***


