Amsakar Ajak Paguyuban Ambil Peran Membangun Batam

0
78
Foto/Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri pelantikan pengurus PKDP dan GEMPAR Kota Batam di kawasan Botania, Sabtu (2/5).

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pelantikan pengurus DPD Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) dan DPD Generasi Muda Pariaman (GEMPAR) Kota Batam yang digelar di kawasan Mall Botania 2, Batamcentre, Sabtu (2/5) lalu.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus diikuti dengan langkah konkret melalui penyusunan program kerja yang jelas dan terukur.

“Pelantikan ini jangan hanya dimaknai sebagai seremoni. Setelah dikukuhkan, segera susun program kerja yang terukur agar PKDP dan GEMPAR semakin eksis serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat asal Padang Pariaman yang tinggal di Batam untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah perantauan. Menurutnya, identitas sebagai perantau justru harus menjadi motivasi untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Saya ingin Bapak/Ibu memaknai diri sebagai orang Batam asal Padang Pariaman. Jika merasa bagian dari Batam, maka akan muncul dorongan untuk berkontribusi. Batam adalah rumah kita bersama yang harus dijaga dan dirawat,” katanya.

Lebih lanjut, Amsakar mendorong penguatan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan, penataan kota, serta mendukung iklim investasi.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun suasana yang kondusif di tengah masyarakat dengan mengedepankan energi positif.

“Selaraskan dengan slogan ‘bijak di rantau, berguna di kampung’. Mari bangun energi positif dan hindari diskusi yang kontraproduktif,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam. Ia menyebut realisasi investasi telah mencapai Rp69,3 triliun atau melampaui target sebesar 115,5 persen dari Rp60 triliun.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam tercatat sebesar 88,8, tertinggi di Kepulauan Riau dan menempati peringkat keempat di Sumatra.

Di sektor kesejahteraan, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka menunjukkan tren penurunan dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

“Data ini menunjukkan pembangunan Batam berada di jalur yang tepat. Namun, untuk menuntaskan berbagai persoalan, dibutuhkan kerja kolektif dan peran seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Amsakar pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk warga perantau, untuk terus berkontribusi dalam mendorong kemajuan Kota Batam.

“Mari kita ciptakan lompatan-lompatan besar untuk Batam yang lebih maju,” tutupnya.

YD

Print Friendly, PDF & Email






TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini