Amsakar Tekankan Skala Prioritas Pembangunan dalam Musrenbang Sagulung–Sekupang

0
187
Foto/Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pentingnya skala prioritas pembangunan saat Musrenbang Kecamatan Sagulung dan Sekupang, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

RASIO.CO, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sagulung dan Sekupang, Sabtu (31/1). 

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Batam Tahun 2027.

Musrenbang Kecamatan Sagulung digelar di Gedung Serbaguna SP Plaza Tembesi, sementara Musrenbang Kecamatan Sekupang berlangsung di Auditorium BTP, Tiban Ayu, Kelurahan Tiban Lama.

Dalam arahannya, Amsakar menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Forum ini, kata dia, menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi pemerintah dengan aspirasi masyarakat di tingkat kecamatan.

“Musrenbang adalah momentum untuk menentukan prioritas pembangunan agar program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” ujar Amsakar.

Ia mengapresiasi kekompakan masyarakat di Kecamatan Sagulung dan Sekupang yang dinilai menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat perlu terus dijaga.

Amsakar menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Proses perencanaan dimulai dari pra-Musrenbang kelurahan, Musrenbang kelurahan, Musrenbang kecamatan, hingga Musrenbang tingkat kota.

Seluruh usulan dari kecamatan, lanjut dia, akan dipadukan dengan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD), hasil reses dan pokok-pokok pikiran DPRD, serta program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Rangkaian tersebut menjadi dasar penyusunan RKPD Kota Batam 2027.

Namun, Amsakar mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Ia mengungkapkan, total nilai usulan pembangunan dari berbagai jalur perencanaan mencapai sekitar Rp9 triliun, sementara kemampuan anggaran daerah hanya berkisar Rp4,29 triliun.

“Artinya, ada sekitar Rp5 triliun usulan yang harus dieliminasi. Karena itu, skala prioritas menjadi kunci agar program yang dijalankan benar-benar mendesak dan memberi dampak luas,” tegasnya.

Ia berharap perangkat kelurahan, kecamatan, serta tokoh masyarakat dapat bersama-sama menyaring usulan yang memiliki urgensi tinggi dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kota Batam selama 11 bulan 11 hari kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Dari 10 program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, tujuh di antaranya telah direalisasikan, sementara tiga program lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Sejumlah persoalan strategis yang terus menjadi fokus pemerintah daerah antara lain penanganan banjir, pengelolaan sampah, dan penyediaan air bersih. Untuk banjir, Pemko Batam melakukan normalisasi drainase dan perbaikan infrastruktur di titik-titik rawan. Di sektor persampahan, sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah diperkuat, sementara pada sektor air bersih, pemerintah mendorong perbaikan distribusi agar pelayanan lebih merata.

Menutup Musrenbang, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kolaborasi dalam pembangunan daerah.

“Dengan kebersamaan dan fokus pada prioritas, saya optimistis Batam dapat tumbuh lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya.

YD

Print Friendly, PDF & Email






TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini