RASIO.CO, Batam – Sidang sebelumnya ditunda karena hakim sakit, Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Tarmizi alias Midi bersama satu rekannya yang kasusnya displit terkesan digesa, dimana sidang pertama dakwa langsung keterangan saksi dan pemeriksaan terdakwa serta berakhir pekan depan tuntutan JPU Batam.
Majlis hakim ketua penganti Taufik didampingi dua hakim anggota Jasael dan Chandra terlihat penuh canda, namun agak serius karena terdakwa sudah tiga kali melakukan tindak pidana, dimana dua diantaranya mendapat vonis ringan.
Dua saksi Rehat Felix dan Afis Siana yang dihadirkan JPU dipersidagan dengan polos mengatakan bahwa sama sekali tidak mengetahui Tarmizi merupakan Midi yang dikenal selama ini.
” Malam ditelpon dan langsung kesimpang mengunakan mobil Avanza , tiba-tiba dikeroyok, namun kami tidak mengetahui itu Tarmizi itu Midi , kalau tahu tentu koordinasi,” kata saksi dipersidanganPN Batam. Selasa(25/09/2017).
Sementara itu, usai mendegarkan keterangan kedua saksi PH Bernad mengatakan terdakwa bahwa telah terjadi perdamain antara korban dengan terdakwa sebelumnya diatas materai.sambil diperlihatkan terhadap majlis hakim, yang diperkirakan atau diduga Rp100 juta.
Persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan kedua terdakwa dimana salah satunya disumpah mejadi saksi Midi dan mengakui segala perbuatannya, ironisnya lagi antara terdakwa dan saksi saling memaafkan dipersidangan.
” Ya seperti itulah dan jangan diulangi lagi,” Kata Taufik sambil tertawa riang.
Akhirnya persidangan majlis hakim mempertanyakan kesiapan JPU terakit tuntutan yang diagendakan pekan depan.
Diberitakan sebelumnya, Terdakwa Tarmizi alias Midi didakwa JPU Yan Elhas Zeboa dalam sidang perdananya didakwa pasal Pasal 170 ayat (1) KUHPidana tentang pengeroyokan bersama dan terancam hukuman 5,6 tahun penjara.
Hal ini dilakukan Tarmizi alias Midi bersama rekannya Zilzal Zainal akibat dugaan perselingkuhan istrinya Isnawati dengan Paulus Jonathan , sehingga berujung penggeroyokan dan pengrusakan mobil.
berdasarkan pasal dakwaan JPU Yan Elyas terhadap terdakwa dimana tindak pidana yang dengan terang-terangan dan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan luka-luka dan barang yang menyebabkan perusakan barang. Tindak pidana ini sering disebut dengan tindak pidana pengeroyokan dan perusakan.
Pengeroyokan dan perusakan adalah istilah pidana tentang Tindak pidana pada Pasal 170 KUHP :(1) Barangsiapa terang terangan dan dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.
JPU dalam pembacan dakwaannya menyampaikan diruang sidang PN Batam. Selasa(26/09/2017). Tarmizi alias Midi dengan Zainal dalam berkas terpisah, sedangkan seorang lagi Alam(DPO) bulan juni 2017 lalu pukul 22.00 WIB melakukan penggeroyokan di simpang dam, mukakuning.
Pengeroyokan diduga dilakukan Tarmizi bersama rekannya akibat dugaan perselingkuhan dilakukan istrinya Isnawati dengan Paulus Jonathan Salawati. dimana berlanjut dengan ancaman keluarga oleh saksi Hasanudin akan dibunuh.
Mendapat ancaman tersebut terdakwa menyuruh anaknya memantau situasi di seputaran pinggir jalan simpang dam, selanjutnya sekira pukul 22.00 Wib terdakwa mengajak saksi Zainal (dilakukan penuntutan terpisah), Alam (DPO), Acha (DPO), Wacing(DPO), dan Syaiful (DPO) ke pinggir jalan Raya Jembatan Simpag Dam Kampung Aceh Muka Kuning.
Kemudian saksi Zainal memukul kaca mobil Avanza warna hitam BP 1380 FE sebelah kanan supir paling belakang dan bagian belakang mobil dengan menggunakan kayu bulat dengan panjang kurang lebih 1 meter hingga kaca mobil tersebut pecah.
Sedangkan Alam(DPO) memukul kaca depan sebelah kiri supir dengan gagang klewang hingga kaca mobil tersebut pecah kemudian menyeret saksi Avis Sena Lubis keluar mobil dan menendang kepala serta memukulnya.
Selanjutnya Acha(DPO) memecahkan kaca mobil sebelah kiri bagian belakang dan tengah setelah itu menendang dan memukul saksi Avis. Kemudian Wacing bersama Syaiful menarik saksi Reindra Felix L Tobing keluar mobil lalu menendang bagian perut dan memukul dada menggunakan tangan.
Sedangkan terdakwa memukul kaca sebelah kiri supir dengan menggunakan gagang senapan serta memberikan arahan untuk memecahkan kaca mobil serta memukul saksi Alvis dan Reindhard.
Syaiful (DPO) memecahkan bagian depan mobil dengan menggunakan kayu bulat dengan panjang kurang lebih 1 meter. akibat perbuatan terdakwa 1 unit mobil Avanza Veloz BP 1380 FE mengalami kerusakan pada seluruh bagian kaca dan body mobil.
Bahwa akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban Raindhard mengalami luka dibagian kepala, jari tangan sebelah kiri bengkak dan dada mengalami sesak sebagaimana hasil Visum Et Repertum No.0459/RSCS/VET/VII/2017 tertanggal 21 Juni 2017 yang diperiksa oleh Dr.Joanita Kurniadi selaku dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Camatha Sahidya.
Bahwa akibat perbuatan terdakwa saksi korban AVIS SENA LUBIS mengalami luka robek dibagian kepala, tangan kanan dan kiri bengkak dan dada mengalami sesak sebagaimana hasil Visum Et Repertum No.0460/RSCS/VET/VII/2017 tertanggal 21 Juni 2017 yang diperiksa oleh Dr.Joanita Kurniadi selaku dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Camatha Sahidya
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) KUHPidana.
APRI@www.rasio.co