Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 1633

Satbrimob Polda Kaltim Tangkap Baharudin Pengedar Narkoba

0

RASIO.CO, Tarakan – Bukannya menikmati masa tua bersama keluarga setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tarakan, Baharudin (51) justru kembali berulah dengan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu. Baharudin, diamankan Unit Intelmob Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim Tarakan, lantaran kedapatan memiliki sabu-sabu sebanyak satu bungkus sedang dengan berat 25,9 gram, Jumat (14/4) sekitar pukul 12.30 wita di Jl Lestari, RT 02 Kelurahan karang Harapan.

Penangkapan baharudin dikatakan Kepala Detasemen (Kaden) C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim Tarakan, AKBP Henzly Moningkey melalui Kanit Intelmob, Aipda Supriyanto bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan disekitar Jl Lestari kerap dijadikan lokasi transaksi sabu-sabu.

“Begitu mendapatkan informasi, Personil Intelmob langsung melakukan pengamatan wilayah, namun dalam perjalana kita mendapatkan Baharudin dengan gerak-gerik mencurigakan tengan mengendarai sepeda motor metik dengan Nomor Polisi (Nopol)KT 5080 JG,” ujar Supriyanto.

Lanjut Supriyanto, tanpa pikir panjang Personil Intelmob langsung membuntuti dari belakang. Merasa diikuti, Baharudin yang telah dibuntuti dari belakang langsung mencoba mengelabui personel Intelmob, dengan cara masuk kedalam gang-gang yang ada disekitar lokasi pengangkapan.

“Dia (Baharudin, red) sempat mengelabui kita dengan cara masuk gang, pada saat mau keluar gang, langsung dicegat, hingga akhirnya berhasil diamankan,” bebernya.

Baharudin yang merasa tersudut, dijelaskan Supriyanto langusung diamankan dan dilakukan penggeledahan badan beserta barang bawaannya.

“Kita geledah badannya tidak ditemukan, baru setelah diperiksan dimotor yang digunakannya, didapatlah sabu-sabu sebanyak 25,9 gram, disembunyikan di dasboard motor bagian bawah dan ditutupi karpet,” ungkap Supriyanto.

Usai mendapatkan barang bukti yang dicari, Baharudin selanjutnya digiring ke Mako Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim Tarakan untuk dilakukan pemeriksaan. Dari pengakuan Baharudin, diceritakan Supriyanto kalau barang haram tersebut dibawa Baharudin kelokasi pengangkapan, karena ada yang akan memesannya.

“Sebelum mengantarkan ke Jl Lestari, Baharudin ini baru saja selesai mengantarkan pesanan sabu-sabu ditempat yang lain. Usai mengantar, pulang lagi ambil barang dan diantar lagi ke tempat pemesanan yang ke dua hingga akhirnya berhasil kita tangkap,” terangnya.

“Dia juga mengakui kalau sabu-sabu tersebut diambilnya langsung dari pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Tawau, Malaysia dalam jumlah besar. Hanya saja, waktu kita tanyai apakah masih ada sisahnya diakui kalau barang tersebut merupakan barang terakhir yang dipesan seseorang,” sambungnya.

Selain mengamankan barang bukti sabu-sabu sebanyak satu bungkus sedang dengan erat 25,9 gram, dari tangan Baharudin personel Intelmob juga berhasil meyita barang bukti lainnya beruap timbangan digital, pelastik hitam, gunting, dompet, korek api, dua unit Handphone (Hp) STNK dan motor metic Nopol KT 5080 JG dan uang tunai Rp. 1,5 juta diduga hasil penjualan sabu-sabu.

“Usai dilakukan pemeriksaan, Baharudin selanjutnya diserahkan ke Sat reskoba Polres Tarakan guna pemeriksaan lebih lanjut dan proses hukum. Sementara itu, pengakapan Baharudin ini juga bagian dari Operasi Anti Narkotika (Antik), yang mana Brimob Tarakan diminta untuk membeck up Polres dan BNNK Tarakan,” tutupnya.

ALLE KATA @www.rasio.co |  Muhammad Iman

Batam Jadi Transit Wisata Favorit Libur Panjang

0

RASIO.CO – Batam merupakan kota di Indonesia yang padat penduduknya dan selalu sibuk oleh kegiatan industri maupun pariwisata. Kota ini terletak di jalur pelayaran yang menghubungkan dengan Singapura dan Malaysia. Karena kesibukan sebagai kota industri, orang-orang menyebut Batam sebagai Singapura-nya Indonesia.

Paska libur panjang bertepatan paskah kota Batam menjadi transit wisata favorit liburan bersama keluarga, yang mana berlanjut mengunjungi negara S”pore dan Malaysia bagi warga kepulauan yang ada di Kepri, baik warga Karimun, Tanjungpinang maupun lainnya.

Hal ini terlihat dari padatnya jalur lalulintas laut pelabuhan domestik sekupang , baik penumpang kapal Dumai expres, Batam Jet maupun lainnya yang silih berganti berlabuh di sana dari berbagai pulau.

“Kami kalau libur panjang biasanya bersama keluarga ke Batam berlibur dan esoknya berlanjut ke negara tetangga,” kata Husin warga Karimun yang dijumpai Media Rasio.co dalam Kapal Dumai Express. Jumat(14/04/2017).

Husin yang merupakan pengusaha kontraktor lokal sudah biasa berkunjung ke Batam dalam hal bisnis, namun disaat libur panjang seperti saat ini selalu membawa istri serta anak-anaknya untuk berlibur sekaligus shopping di mal-mal yang ada di Batam.

“Nginap dua malam selanjutnya berangkat ke Singapore dan pulangnya langusung dari negara singa langsung ke karimun,”ujarnya.

Kata Dia, kelebihan daerah Batam ini serba lengkap dibandingkan daerah kepulauan kepri lainnya dan boleh dikatakan komplit tempat hiburanya terutama bagi anak-anak serta dengan biaya terjangkau.

“Pokoknya seronoklah untuk berlibur bersama keluarga,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Lela pelajar Karimun, ia mengatakan dirinya liburan bersama keluarga kesalah satu hotel yang ada diwilayah Nongsa selama dua hari untuk menikmati keindahan padang golf disana.

“Sama keluarga mau main golf di Nongsa dan sudah merupakan hobby,” ujar pelajar yang masih duduk di bangku SLTA ini.

Pantauan lapangan, pelabuhan domestik sekupang dihari libur paskah ini terlihat ramai dipadati warga asal pulau yang ada di Kepri. para petugas terlihat sibuk mengatur kemacetan lalilintas kendaraan taxi , agar tidak mengganggu kendaraan pribadi yang menjemput sanak keluarga dari luar daerah yang berkunjung ke Batam.

APRI @www.rasio.co |

Pengungsi Banjir Bandang di Aceh Mulai Sakit ISPA

0

RASIO.CO, Lhokseumawe – Pengungsi banjir bandang di Kecamatan Lawe Sigala-Gala dan Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, mulai terserang infeksi saluran pernapasan (ISPA). Mereka berobat ke Posko kesehatan setempat.

“Hasil pantauan banyak yang mengeluhkan ISPA. Mereka telah ditangani medis Posko pengungsi,” kata Irmansyah Camat Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Jumat, 14 April 2017.

Menurut Irmansyah, keluhan penyakit tersebut diduga karena abu lumpur yang berterbangan setelah cuaca semakin membaik sejak dua hari ini.

“Untuk langkah antisipasi, kita telah bagikan masker. Jadi bila beraktivitas warga harus memakai masker, agar tidak terhirup debu,” kata Irmansyah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) akibat meluapnya sungai Alas, Selasa, 11 April 2017, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kecamatan Semadam, Kecamatan Babul Makmur dilanda banjir bandang, Dua orang tewas termasuk bayi berusia 1,5 tahun, 684 keluarga atau 2.821 jiwa mengungsi.

Sebanyak 507 unit rumah rusak berat dan ringan, 3 unit rumah ibadah rusak, saluran air bersih, satu kantor desa dan 5 meter jalan amblas. Satu unit jembatan juga dilaporkan rusak.

APRI @www.rasio.co | Tempo

Libur Panjang Jalur Wisata Ciwidey Diperkirakan Macet

0

RASIO.CO, Bandung – Kepolisian Resor Bandung mengantisipasi kemacetan di jalur obyek wisata Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada musim libur panjang hari raya Paskah, Jumat-Minggu, 14-16 April 2017, dengan menyiagakan personel dan mengatur kendaraan bus di jalur wisata.

”Kami menempatkan personel di titik hambatan karena akses jalan menuju Ciwidey sempit, kemudian tikungan, tanjakan, dan turunan,” kata Kepala Urusan pembinaan Operasi Satuan Lalu Lintas Polres Bandung Iptu Kiki Hartaki kepada wartawan di Bandung, Jumat, 14 April 2017.

Ia menuturkan, pada musim libur panjang ini, diprediksi akan terjadi peningkatan volume kendaraan di jalur obyek wisata Bandung, khususnya di kawasan Ciwidey.

Menurut Kiki, kepadatan arus kendaraan di jalur wisata itu akan terjadi pada Sabtu, 15 April 2017; dan Minggu, 16 April 2017, yang didominasi kendaraan pribadi dan sepeda motor.

”Besok jalan menuju Ciwidey akan sangat ramai, bahkan bisa padat,” katanya.

Upaya mengantisipasi kemacetan di jalur wisata itu, Kiki menyampaikan, telah disiagakan personel di kawasan Ciwidey serta jalan utama lainnya yang dilintasi kendaraan wisatawan.

Jajarannya, kata Kiki, akan berupaya mengurai kepadatan arus kendaraan di titik penyebab terjadinya kemacetan di jalur tanjakan atau tikungan jalan.

”Kami akan mengatur bus secara bergantian pada saat di turunan atau tanjakan, termasuk menyiapkan mobil derek untuk antisipasi adanya kendaraan yang mogok,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang hendak berwisata agar memeriksa kondisi kendaraan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Selain itu, Kiki mengimbau pengendara agar tidak memarkir kendaraan di badan jalan karena akan menimbulkan kemacetan.

”Kalau parkir penuh, jangan parkir di jalan karena akan menyebabkan kemacetan,” katanya.

APRI @www.rasio.co | Tempo

Mendikbud: SMK jangan sembarangan buka program studi baru

0

RASIO.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendy meminta agar pengelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak sembarangan membuka program studi (Prodi) baru, kecuali Prodi yang sedang digencarkan pemerintah.

“Selain pertanian, perikanan, dan pariwisata, sekarang ini pemerintah terus mendorong SMK untuk membuka prodi terkait industri kreatif,” kata Mendikbud ketika melakukan kunjungan kerja di SMK berbasis pesantren An Nur, Bululawang, Kabupaten Malang, Jumat.

Pemilihan keempat program studi yang menjadi fokus pengembangan SMK tersebut, katanya, berdasarkan arah kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia. Empat sektor unggulan nasional tersebut diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja cukup besar.

Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) itu juga menyoroti besarnya potensi yang dimiliki negeri ini, namun belum dimanfaatkan dengan optimal. “Oleh karena itu, saya berharap SMK menjadi motor penggerak produktivitas bangsa untuk memenangkan persaingan di era globalisasi,” ujarnya.

Mendikbud mencontohkan sektor pariwisata Indonesia yang didukung keunggulan kompetitif keindahan alam dan keragaman budaya. Sektor pariwisata masih memerlukan tenaga-tenaga terampil dalam jasa pelayanan dan pengelolaan potensi wisata yang semakin beragam.

Saat ini 60 persen SMK di Indonesia dikelola oleh swasta dan 40 persen sisanya dikelola pemerintah/negeri.

Menyinggung SMK berbasis pesantren, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengemukakan SMK berbasis pesantren juga bisa membuat program studi pariwisata, apalagi sekarang ini wisata religi sedang ngetren.

“Saya mengapresiasi SMK berbasis pesantren ini. Pondok pesantren adalah salah satu contoh cara baik membentuk karakter siswa,” ujarnya.

Senada dengan Mendikbud, pimpinan Pondok Pesantren An Nur, K.H. Fahrurrozi mengatakan SMK An Nur tidak hanya mendidik dan membimbing siswa menjadi terampil, tetapi juga memiliki karakter yang religius dan tangguh.

Selain empat sektor unggulan nasional, Direktorat Pembinaan SMK masih terus mengembangkan SMK bidang keahlian teknologi dan rekayasa, serta memperluas dan memeratakan akses melalui fasilitasi pendirian dan pengembangan SMK berbasis komunitas/pondok pesantren.

Selain mengunjungi SMK An Nur, Mendikbud juga mengunjungi SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang. Dengan delapan belas program studi, SMK ini menjadi salah satu SMK rujukan nasional yang mendidik lebih dari 2.000 siswa.

Menurut Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Pahri hampir 90 persen siswa kelas akhir sudah bekerja sebelum lulus. Apresiasi Mendikbud pada kemandirian, serta keberhasilan sekolah mencapai beragam prestasi didukung kemampuan SMK yang berdiri di tahun 1997 itu dalam bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Dalam kunjungannya itu Mendikbud juga meresmikan gedung “teaching factory” SMK tersebut. “Praktik dalam pembelajaran SMK harus lebih ditingkatkan. Siswa harus lebih banyak terlibat langsung pada dunia kerja. Dengan teaching factory, siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai kemampuan teknis, tetapi juga sampai pada konsep pengembangan usaha,” urainya.

APRI @www.rasio.co | Antara

Dua Bank Arab Saudi di AS di Gugat Berkaitan Peristiwa 11 September

0

RASIO.CO – Sekitar dua lusin perusahaan penerbit asuransi di AS yang berafiliasi kepada Travelers Cos menggugat dua bank Arab Saudi, perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan keluarga Osama bin Laden, serta beberapa yayasan, dengan uang gugatan 4,2 miliar dolar AS, berkaitan dengan serangan 11 September 2001.

Dilansir Antara, Gugatan yang disampaikan Rabu malam waktu AS ke pengadilan tingkat distrik di Manhattan itu adalah upaya terbaru untuk meminta entitas-entitas di Arab Saudi ikut bertanggung jawab dalam serangan itu.

Sekitar 3.000 orang tewas akibat pesawat terbang yang dibajak teroris ditabrakkan ke World Trade Center di New York, Pentagon dekat Washington, D.C. dan sebuah lapangan di Pennsylvania.

Pihak yang digugat di antaranya adalah Al Rajhi Bank, National Commercial Bank, kontraktor penerbangan Dallah Avco, Mohamed Binladin Co, Muslim World League, dan berbagai yayasan Saudi lainnya.

Mereka dituduh membantu serangan 11 September itu melalui berbagai aktivitas yang mendukung Alqaeda.

Al Rajhi sudah membantah bahwa pengadilan AS sudah berulang kali menolak gugatab serupa iutu kepada bank itu karena tidak ada kaitannya dengan terorisme dan telah beroperasi dengan mengindahkan standard normal berusaha.

Pemerintah Saudi dan tentakelnya seperti Public Investment Fund adalah pemilik saham mayoritas National Commercial Bank.

APRI @www.rasio.co | Antara

Dua Spesialis Pembobol Rumah Kosong Di Bekuk Polisi

0

RASIO.CO – Jajaran Tim buser kepolisian Polsek Batam Kota berhasil membekuk dua tersangka specialis pembobol rumah kosong yang ditinggal pergi oleh pemiliknya.Jumat(14/04/2017).

Kedua pelaku bernama Yustinus Waruwu(33) menggaku mantan anggota TNI AD yang tinggal ruli Simpang Dam kec. Sei Beduk sedangkan rekannya Rudianti Bin A Als Aheng(37) alamat Perum. Cahaya Garden Blok F No. 03 Bengkong.

Barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka Barang Bukti yg diamankan berupa uang dollar Singapore $sing 1500, RM 400, Rp. 1.000.000, 1 Buah Linggis, 1 Buah Martil, 1 Buah Kalung emas, 3 Unit Laptop berbagai merk dan jenis, dan 1 unit Kamera.

“Pelaku berhasil ditangkap saat akan menukarkan dollar hasil curiannya disalah satu money changer nagoya, namun rekannya behasil kabur tetapi berhasil ditangkap di kampung halamannya medan.”Kata Kapolsek Batamkota Kompol Arwin.

Kata dia, kedua pelaku beraksi dirumah korban Fendy di perum Orchid Park blok C-2 no 147yang ditinggalnya pulang kampung ke Tanjung Batu dan sebelum pergi meninggalkan rumahnya dalam keadaan semua jendela dan pintu tertutup dan terkunci.

Namun, saat kembali kerumahnya melihat barang-barang yang berada dalam rumah sudah berantakan kemudian naik ke lantai atas dan melihat plafon dan atap rumah sudah rusak setelah di cek ternyata pelaku telah mengambil barang-barang milik pelapor berupa laptop, jam tangan, cincin emas, kamera, uang tunai $sing 1760 dan RM 680, Rp. 2.400.00,.

lanjut dia, didapat informasi bahwa pelaku ingin menukarkan uang Dollar Singapura di salah satu Money Change yang berada di Nagoya dan saat itu anggota opsnal Polsek Batam Kota langsung menuju Money change tersebut kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka Berikut barang bukti namun salah satu pelaku berhasil kabur atas.

“Dari hasil pengembangan yang dilakukan aparat diketahui keberadaan Aheng di Medan sehingga dilakukan pengejaran oleh anggota Opsnal Polsek Batam Kota ke Medan dan pada hari Senin tgl 10 Januari 2017 berhasil ditangkap dan kemudian dibawa ke Batam lalu dilakukan pengembangan terhadap barang hasil kejahatan dan diperoleh 3 unit laptop dan 1 unit kamera berikut barang bukti dibawa ke Polsek Batam Kota untuk proses penyidikan lebih lanjut, ” papar Erwin.

Ia menambahkan, Dari kedua tersangka akan dijerat Pasal 363 Ayat 1 ke 4 dan ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 (tujuh) tahun, “pungkasnya.

APRI @www.rasio.co | Ikawati Ratna Dewi

Calon Penumpang Lion Bawa Narkoba Kembali di Amankan di Bandara Hangnadim

0

RASIO.CO – Maro(30) calon penumpang maskapai penerbangan Lion tujuan Surabaya-Lombok yang sudah cek-in berhasil diamankan petugas Avsec bandara Hang Nadim karena diduga membawa sabu seberat 548 gram yang disembunyikan dalam celana dalamya. Jumat(14/04/2017).

Maro merupakan warga aceh yang diamankan petugas Avsec bandara Hang Nadim sekitar pukul 7.25 WIB di gate 9 dengan berusaha mengelabui petugas berpura-pura sakit, parahnya saat diketahui membawa barang haram terebut berusaha menyogok petugas.

“Pelaku sudah mendapat kode tempat duduk 29A dan 22C dengan kode booking FWBYMT,” Kata Direktur Humas BP Batam Andi melalui sambungan selularnya.

Sementara itu, Kepala Banda Rang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, Maro berhasil ditangkap personilnya karena gelagatnya mencurigakan saat melintas di gate 9 menuju ruang tunggu.

saat dihampiri petugas pelaku mengakunya sakit saat petugas akan melakukan mengecekan usai pelaku keluar dari alat pemindai dan saat dicek fisiknya ditemui petugas dalam celana dalamnya bungkusan diduga sabu tersebut. ironisnya, pelaku sempat mengajak petugas berdamai.

“Saat diperiksa diruang khusus pelaku mengakui barang haram tersebut miliknya dan saat ini sudah diserahkan terhadap kepolisian,” kata Suwarso.

Kata dia, Selain mengamankan sabu-sabu seberat 548 gram, pihak bandara yang telah berkoordinasi dengan Polsek Bandara Hang Nadim juga mengamankan uang tunai Rp1.821.000, 1 unit hape Oppo, 1 unit hape Nokia, kartu ATM BRI.

Suwarso mengimbau kepada warga Batam khususnya, dan para pengguna bandara Hang Nadim Batam, agar jangan coba-coba membawa benda-benda terlarang, yang bisa membahayakan keselamatan penerbangan.

“Terlebih narkoba, karena narkoba ini musuh bangsa. Petugas AVSEC akan bertindak tegas, jika ada pelanggaran-pelanggaran aturan,” jelasnya.

APRI @www.rasio.co |

Inilah Hasil Liga Europa

0

RASIO.CO- Jakarta – Manchester United tertahan 1-1 di kandang klub Belgia, Anderlecht, dalam laga pertama babak perempat final Liga Europa, Jumat dinihari. Pada pertandingan lain, Lyon dan Ajax meraih kemenangan.

Hasil selengkapnya:

Anderlecht 1-1 Manchester United
Keterangan: Gol Anderlecht oleh Leander Dendoncker (86). Gol Manchester United dicetak Henrik Mkhitaryan (37).

Ajax 2-0 Schalke 04
Keterangan: Gol Ajax dicetak Davy Klaassen (23/penalti, 52).

Celta Vigo 3-2 Genk
Keterangan: Gol Celta dicetak Pione Sisto (15), Iago Aspas (18), John Guidetti (38). Gol Genk dicetak Jean-Paul Boetius (10) dan Thomas Buffel (67).

Lyon 2-1 Besiktas
Keterangan: Gol Lyon dicetak Corentin Tolisso (83) dan Jeremy Morel (85). Gol Besiktas oleh Ryan Babel).

Pertandingan berikutnya akan digelar pada 21 April. Manchester United akan bertindak sebagai tuan rumah, bersama Schalke, Genk, dan Besiktas.

APRI @www.rasio.co | Tempo

Komisi III DPR RI Kunker, Kapolda: Paparkan Kondisi Daerah

0

RASIO.CO – Ketua Komisi III DPR RI beserta anggota Komisi III dan staf melakukan kunjungan kerja ke Polda Kepri dan disambut langsung Irjen Pol Budi Sam Budigusdian bersama pejabat utama di Gedung Lancang Kuning. Kamis(13/04/2017).sekira pukul 09.30 wib.

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, dalam pertemuan tersebut menyampaikan Situasi dan Kondisi wilayah Kepulauan Riau secara ekternal maupun gendala kondisi Internal Polda.

Kapolda mejelaskan, kondisi geografis kepri terdiri dari 95% perairan dan 5% daratan. diama sebelah utara berbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam dan Laut Cina Selatan, sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Jambi, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dan Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Barat.

“Kepri wilayah perairan di laut cina selatan yang berlokasi strategis mendukung perdagangan internasional,” Kata Kapolda.

Selain itu, Kepri terdiri dari 2.408 Pulau Besar dan Kecil dimana 1.350 bernama sedangkan 1.058 tanpa nama, namun 1.608 berpenghuni dan 800 tidak berpenghuni. untuk itu saat ini, Satuan Kewilayahan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau terdiri dari 7 Satuan Kewilayahan, yang termasuk wilayah perbatasan dimana 5 (Satuan Kewilayahan , Polresta Barelang, Polres Karimun, Bintan, Natuna dan Kepulauan Anambas, serta 11 Polsek, 9 Polsubsektor, 8 Pelabuhan Internasional.

Jumlah penduduk Kepri menurut data sensus dari Badan Pusat Statistik berjumlah 2.028.169 jiwa. sedangkan komposisi penduduk dari aspek kesuku bangsaan terdiri dari Suku Melayu 35,6 %, Suku Jawa : 22,2%, Suku Minang : 9,3%, Suku Tionghoa ; 9,3%, Suku Batak : 8,1%, Suku Bugis : 2,2%, Suku Banjar : 0,7%, Suku lainnya: 12,6%.

Sedangkan, Jumlah angka pengangguran mencapai 53.080 atau sekitar 4,28%. Besarnya jumlah penduduk sebagai modal dasar pembangunan, namun juga mengandung kerawanan sosial dengan dimensi yang luas dan kompleks. Belum tercapainya keseimbangan antara laju pertumbuhan penduduk dengan penyediaan fasilitas pendidikan dan lapangan kerja, mengakibatkan tingginya angka pengangguran,”paparnya.

Kapolda mengatakan, dampaknya potensi ancaman dan gangguan kamtibmas terhadap pluralisme kesuku bangsaan adalah terjadinya konflik antar suku. Menyikapi potensi ini Polda Kepri telah menerapkan strategi perpolisian proaktif yang berbasis pada deteksi dini, operasi preemtive dan preventif dengan melakukan mediasi secara cepat bilamana terjadi konflik antar individu dari suku yang berbeda dengan melibatkan tokoh masyarakat adat dan kesukubangsaan. Cara ini cukup efektif dalam upaya meredam terjadinya konflik komunal.

“Daerah Kota Batam dikenal sebagai kawasan pengembangan Industri, Perdagangan, Galangan Kapal dan Parawisata yang telah banyak menyerap tenaga kerja, sehingga dikenal sebagai pusat Pertumbuhan Ekonomi dan merupakan salah satu kawasan Free Trade Zone (FTZ),” ujarnya.

Kata Kapolda, Kondisi internal Tipologi Polda Kepri telah meningkat yang semula tipe B menjadi tipe A sesuai dengan keputusan Kapolri nomor : Kep /1096/ X /2016 tanggal 25 oktober 2016 tentang peningkatan tipe Polda Kepri menjadi tipe A.

Polda Kepri memiliki 7 polres/ta ( 6 polres dan 1 polresta) sudah sesuai dengan jumlah kabupaten dan kota yaitu sebanyak 6 kabupaten dan 2 kotamadya. Jumlah polsek sebanyak 44 polsek termasuk wilayah kawasan belum sebanding dengan jumlah kecamatan yang ada di provinsi kepulauan riau sebanyak 64 kecamatan, terdapat 25 kecamatan yang belum ada polseknya.

Perbandingan jumlah penduduk dengan polisi maka akan diperoleh angka police employ rate sebesar = 1 : 510. Melihat angka perbandingan ini memang relatif cukup kecil, tetapi bila dilihat dari kondisi luas wilayah maka jumlah personil polri yang baru terpenuhi 43% (5.142 pers) dari dsp tersebut sangat jauh dari cukup mengingat posisi strategis kepulauan riau berbatasan dengan negara lain.

Sementara itu, Jumlah kasus tindak pidana yang melibatkan WNA sebagai pelaku tindak pidana Tahun 2016 adalah 16 kasus (melibatkan 20 WNA), sedangkan Jumlah kasus tindak pidana yang melibatkan WNA sebagai pelaku tindak pidana bulan Januari s.d. Maret Tahun 2017 adalah 3 kasus (melibatkan 3 WNA). jumlah penanganan perkara pelanggaran perijinan Tahun 2016 sebanyak 5 Pelanggaran (melibatkan 76 WNA) dan bulan Januari s.d. Maret Tahun 2017 sebanyak 2 Pelanggaran (melibatkan 12 WNA).

Penyelesaian kasus Tindak Pidana Narkoba Polda Kepulauan Riau selama Tahun 2016 adalah 478 kasus (100%) yang alokasi anggarannya Tahun 2016 sebesar Rp.2.579.694.000,-, sedangkan penyelesaian Tindak Pidana Narkoba Tahun 2017 dari bulan Januari s.d. Maret 2017 adalah 84 kasus dengan realisasi anggaran (13,67%) sebesar Rp.425.178.000,-.

Terkait alokasi anggaran penanganan Tindak Pidana Narkoba Tahun 2016 masih sangat minim, mengingat Alokasi anggaran penanganan Tindak Pidana Narkoba Tahun 2016 hanya terdukung untuk 222 kasus sebesar Rp.2.579.694.000,- yang idealnya dalam penanganan sebanyak 454 kasus adalah Rp.5.270.894.000,- atau hanya terpenuhi 48% dari kebutuhan Ideal.

Sedangkan alokasi anggaran Penanganan Tindak Pidana Narkoba Tahun 2017 terpenuhi 58% sebesar Rp.3.109.694.000,- dari kebutuhan Ideal sebesar Rp.5.270.894.000,- dengan asumsi jumlah penanganan Tindak Pidana Narkoba mengacu pada Tahun 2016 (454 kasus), sehingga kekurangan anggaran Tindak Pidana Narkoba Tahun 2017 sebesar Rp.2.161.200.000,-.

Terdapat beberapa hambatan dalam melaksanakan pengawasan orang asing dimana lemahnya regulasi terkait kewenangan Polri terhadap pengawasan orang asing sejak diberlakukan UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. serta adanya multi penafsiran pasal 256 dan 257 PP No 31 tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 06 Tahun 2011 dimana pada pasal 256 yang berbunyi “tetap memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 30, 31, 32, 36 tahun 1994 dan Keputusan Presiden Nomor 31 tahun 1998”, namun pada pasal 257 yang berbunyi “Peraturan Pemerintah Nomor 30, 31, 32, 36 tahun 1994.

Keputusan Presiden Nomor 31 tahun 1998 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku” sehingga Polri tidak dapat melaksanakan Pasal 61 UU Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian yang berbunyi “Orang asing yang sudah mempunyai izin tinggal yang tidak melapor kepada kantor Kepolisian Negara Republik Indonesia di tempat tinggal atau tempat kediamannya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak diperolehnya izin tinggal, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)”.

Ironisnya, saat ini, Belum adanya mekanisme integrasi data antar lembaga yang memiliki hubungan kerja untuk melakukan pengawasan orang asing. serta adanya penerapan SOP Security Clearence terkait pengawasan orang asing terhadap penyedia layanan bandara penerbangan, angkutan laut, hotel dan penginapan secara bersama antar instansi/lembaga. Tidak adanya ketegasan aturan tentang sanksi wajib lapor bagi orang asing (pihak sponsor/penyedia tempat tinggal) ke kantor Kepolisian setempat.

Kapolda menambahkan, peredaran gelap Narkotika di wilayah Polda Kepulauan Riau, akibat banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus/tidak resmi karena wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 2.408 pulau besar dan kecil (95% wilayah perairan dan 5% wilayah daratan), Minimnya Alsus (Kapal Patroli, Alsus Reserse berupa Intercept 2G dan 3G,) guna mendukung pengungkapan peredaran gelap Narkotika, Terbatasnya Satwa K-9 khusus Deteksi Narkotika (mengingat banyaknya pelabuhan-pelabuhan resmi maupun pelabuhan tidak resmi dan terbatasnya jumlah personel dan anggaran dalam penanganan Tindak Pidana Narkotika.

APRI @www.rasio.co | Ikawati Ratna Dewi