Kamis, November 5, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 20

Bawa Spirit ‘DNA Pejuang’, PWI Kepri Resmi Dilantik dan Siap Perkuat Sinergi Daerah

0

RASIO.CO, Batam –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau (Kepri) resmi dilantik ulang untuk sisa masa bakti 2023–2028 oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, di Ballroom Harmoni One, Batam Center, Kamis (17/9/2026).

Mengusung spirit “DNA Pejuang”, kepengurusan baru PWI Kepri siap memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) demi menjaga kondusivitas dan mendorong pembangunan daerah di Provinsi Kepulauan Riau.

Prosesi pelantikan melantik jajaran pengurus inti PWI Kepri, diantaranya Saibansah Dardani (Ketua), Alfian Lumban Gaol (Sekretaris), dan Nizamul Akhyar (Bendahara) dan pengurus harian lainnya. Selain itu, turut dilantik Marganas Nainggolan sebagai Ketua Dewan Penasihat serta Parna E. Simarmata sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Kepri, Sekretaris DK dan anggota, Ketua Dewan Pakar Ramon Damora dan anggota.

Pelantikan ini dihadiri jajaran pengurus PWI Pusat, di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari, Sekjen Marthen Slamet Susanto, Ketua Bidang OKK Zulkifli Ganni Ottoh, dan Direktur UKW Aat Surya Safaat. Hadir pula Ketua LAM Batam Kepri Yang Mulia Dato Wira Setia Utama Raja M. Amin, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo beserta Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricilia Ohei, serta jajaran Forkopimda Kepri lainnya.

*Merawat DNA Pejuang dan Menjawab Tantangan Era AI*

Dalam amanatnya, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menegaskan bahwa pelantikan ulang ini merupakan langkah penting menyatukan kembali potensi wartawan setelah selesainya dinamika dualisme kepengurusan di tingkat nasional lewat Kongres Persatuan pada Agustus 2025.

“PWI lahir dari tangan para wartawan pejuang yang turut mempertahankan kemerdekaan RI. Keberadaan PWI ini memiliki DNA Pejuang di setiap zaman—mulai dari era pra-kemerdekaan, kemerdekaan, reformasi, hingga era disrupsi informasi saat ini,” tegas Akhmad Munir.

Munir mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan dan profesionalisme di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Di era AI, wartawan harus punya verifikasi hati dan perasaan, hal yang tidak dimiliki oleh AI, meskipun teknologi bisa menduplikasi banyak hal. Wartawan jangan termanfaatkan oleh teknologi, tetapi harus menjadi pengguna teknologi informasi yang bijak dan bermanfaat,” tambahnya.

Komitmen Sinergi untuk Kondusivitas Kepri

Spirit persatuan dan profesionalisme PWI Kepri mendapat sambutan hangat dari jajaran Forkopimda Kepulauan Riau yang siap berkolaborasi erat.

Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, menyatakan harapannya agar PWI Kepri dapat terus terdepan menyajikan informasi yang kondusif untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di tanah Bunda Tanah Melayu.

“Saya pribadi memperoleh banyak pelajaran berharga dari teman-teman wartawan. Kami siap bersinergi dengan PWI demi kepentingan bangsa dan daerah khusus Provinsi Kepri,” ujar Iman.

Dukungan senada diutarakan oleh Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Anom Wibowo. Ia mengapresiasi peran wartawan yang senantiasa menyajikan berita-berita edukatif dan kondusif bagi masyarakat.
“Peran media sangat besar dan kami banyak belajar dari pers. Selamat kepada pengurus yang baru dilantik.

“Semoga PWI Kepri menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan masa depan, sekaligus menjadi perekat antara pemerintah, kepolisian, dan seluruh stakeholder agar Kepulauan Riau tetap aman dan kondusif,” tutur Anom.

Menindaklanjuti pelantikan ini, PWI Kepri bergerak cepat menggembleng profesionalisme para anggotanya melalui serangkaian kegiatan strategis di Batam:

Orientasi Keorganisasian dan Kewartawanan (OKK): Digelar pada hari yang sama, Kamis (17/9/2026), di Harmoni One, Batam Center, untuk membekali anggota dengan pemahaman organisasi dan kode etik, hukum dan advokasi wartawan.

Uji Kompetensi Wartawan (UKW): Dilaksanakan pada 18–19 September 2026 di Balairungsari BP Batam untuk memastikan jurnalis di Kepri memiliki standar kompetensi dan integritas yang diakui secara nasional.

Dengan pelantikan ini, PWI Kepri menegaskan komitmennya untuk kembali fokus pada marwah jurnalistik yang independen, berintegritas, dan siap menjadi mitra strategis pembangunan Provinsi Kepulauan Riau. (*)

Redaksi@www.rasio.co //

Museum Timah Singkep, Pusat Informasi dan Khazanah Sejarah

0

RASIO.CO, Lingga – Tokoh masyarakat Lingga, Muhammad Ishak, menyampaikan pentingnya pemahaman mengenai fungsi museum. Hal ini disampaikan terkait pengembangan Museum Timah Singkep (TS) yang berada di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

“Moseum itu bukan toko, kalau pembeli kurang langsung ditutup. Moseum itu investasi jangka panjang, perlu proses, waktu dan bekelanjutan,” kata M. Ishak kepada media ini. Rabu (16/9/2026).

Ishak mengatakan, marena itu supaya Moseum TS dapat berfungsi sebagai pusat informasi dan khazanah yang sekaligus menjadi magnit bagi wisatawan heritage, selain diperlukan komitmen yang kuat dari Pemkab Lingga, terutama OPD terkait untuk membuat gerakan dan gebrakan serta bagaimana mejadikan moseum TS tesebut menjadi sens of belonging bagi semua.

Ishak melanjutkan, seperti pengalaman membangun moseum Lingga Cahaya (LC) di Daik yang diawali dengan pengumpulan benda bekas secara pribadi pada tahun 2001, lalu mensosialisasikan kepada kepala desa dan masyarakat agar mereka bekenan menghibahkan benda bekas” untuk rencana pembangunan moseum.

“Selain sosialisasi dilalukan juga komunikasi dengan masyarakat Lingga yang tinggal di luar Kecamatan Lingga. “Tag Line’ yang disampaikan di kegiatan sosialisasi dan komunikasi waktu itu “Dari pada benda benda yang disimpan habis dimakan usia, tidak bermanfaat, mnjadi rongsokan, hilang dll., lebih baik diselamatkan dan dihibah untuk menjadi pengetahuan anak cucu kita,” terangnya.

Ishak mengungkapkan, seiring dengan waktu yang bersamaan kegiatan pengumpulan dilakukan juga konsultasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauaan Riau, saat itu H. Huzrin Hood dan Ansar Ahmad) tentang perlunya membangun moseum di Daik sebagai bunda tanah melayu. Setelah disetujui, dilanjutkan mencari beberapa alternatif lahan untuk membangun moseum yang ahirnya diputuskan di lahan hibah dari almarhum bapak Sulaiman Atan di Damnah.

“Awalnya moseum yang dibangun merupakan moseum mini LC, yang sekarang kantor Disbud Lingga, dibangun melalui sumber dana APBD Propinsi Riau tahun 2002,” tuturnya.

Ishak menjelaskan, pengumpulan benda cagar budaya selain menerima hibah dari masyarakat juga melakukan pembelian langsung kepada masyararakat oleh Disbud dan pariwisata Kab Kepulauan Riau waktu itu. Kemudian setelah Kabupaten Lingga terbentuk dilanjutkan dengan melaksanakan Gerakan Sayang Cagar Budaya (GSBCG) yang kegiatannya secara terus menerus setiap tahun.

“Seblum kegiatan tersebut dilakukan, pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kbupaten Lingga ketika itu “bergerilya” tanpa lelah ke rumah rumah masyarakat yang diduga memiliki benda cagar budaya dan tanpa gengsi dan malu pula menawarkan ke OPD2, para pengusaha dan masyararakat untuk mencari calon pembeli benda cagar budaya tersebut, tapi harus bersedia pula untuk dihibahkan ke moseum,” ujarnya.

Ishak mengatakan, Substansi dari GSBCG waktu itu adalah gerakan untuk pengumpulan benda cagar budaya dengan cara memajangkan benda benda milik masyarakat yang memiliki nilai sejarah dan budaya dan diduga ada kaitannya dengan imperium kerajaan Lingga Riau maupun Lingga Riau, johor dan Pahang dengan harga tertentu yang ditawarkan pemilik benda tesebut kemudian ditawarkan kepada siapa saja yang berminat untuk membeli benda tesebut untuk dihibahkan ke moseum.

Ishak menyampaikan, dana dari pembeli diserahkan ke masyarakat yang memilikli benda tersebut dan benda cagar budaya yang telah dibeli selanjutnya diserah dan dihibahkan ke moseum. Kepada pembeli yang menghibah benda cagar budaya ke moseum diberi piagam penghargaan dan ucapan terimakasih dari Bupati Lingga.

“Seblumnya, mosium LC juga cukup lama statusnya sebagai moseum mini. Setelah dibangun permanen oleh Pemprop Propinsi Kepulauan dan pindah ke bangunan tersebut barulah naik kelas menjadi mosium LC yang tidak lagi ada kata mini,” ungkapnya.

Ishak menuturkan, bahwa upaya awal pengumpulan benda-benda yang berkaitan dengan pertambangan timah di Singkep untuk koleksi mosium TS di Dabo juga dilaksanakan hampir tidak berbeda seperti yang dilakukan untuk mosium LC di Daik. Selain door to door yang dilakukan pegawai Disbud Lingga, juga menemui lansung beberapa mantan karyawan timah, seperti Encik Basri, amarhumn encik Nyat, M.Yusuf serta yang lainnya.

“Aelain itu, bekerjasama dengan Camat Singkep melaksanakn dua kali sosialisasi kepada tokoh tokoh masyarakat dan mantan para karyawan timah pada tahun 2018 sebelum melaksanakan GSBCB,” ujarnya.

Ishak menyampaikan, barulah pada tahun 2019 moseum TS diresmikan dengan memanfaatkan dan memoles salah satu bangunan kosong yang letaknya bedekatan dengan pagoda.

“Bukan tidak ada suka dukanya ketika bangunan untuk moseum TS belum ada, sehingga terpaksa benda-benda yang erat ada hubungannya dengan tambang timah, baik dari hasil door to door maupun GSBCB disimpan sementara dengan menumpang berpindah pindah dari satu rumah ke rumah masyarakat yang lain di Dabo,” kata Ishak.

Ishak mengatakan, untuk mengamankan benda cagar budaya tersebut ditunjuk satu orang petugas yang berdedia tungkus lumus dan diberikan bantuan alakadarnya. Karena waktu itu biaya belum tersedia, sehinggga lebih banyak dikeluarkan melalui kantong pribadi.

Ishak mengatakan, dimana dalam perkembanganya petugas tersebut diangkat menjadi THL Disbud Lingga, tapi selanjutnya mendapat musibah yang mengakibatkan kakimya patah. Nasip tragisnya didalam kondisi kakinya yang patah dan belum pulih, dia mendapat “musibah’ yang lebih parah lagi.

“Kejadian ini barangkali melupakan segala pengorbanan dan jerih payah yang telah ia berikan, dimana status THL nya tidak diperpanjang lagi alias dibehentikan tanpa sebab dan pemberitahuan terulis pada tahun 2021,” paparnya.

Ishak melanjutkan, Meskipun langkah dan cara awal untuk mengumpulkan koleksi kedua moseum hampir sama, namun untuk moseum LC tetap harus dikembangkan dan disaji lebih menarik. Sementara untuk moseum TS ihtiar untuk mengumpul dan menambah koleksi harus lebih giat lagi dengan berbagai gerakan dan cara. Mumpung sekarang ini kegiatan-kegiatan di OPD terkait sangat minim dikarenakan efisensi anggaran, lebih baik memanfaatkan waktu luang dan sumberdaya aparatur yang ada untuk fokus membenahi moseum TS.

“Masih cukup banyak benda peninggalan yang erat hubungannya di masa kejayaan tambang timah untuk dijadikan koleksi, Seperti Mangkok timah yang ada di Kantor Camat Singkep, berbagai benda yang dipergunakan dimasa kejayaan tambang timah yang masih disimpan di rumah- rumah bekas karyawan timah atau keluarganya, termasuk juga di rumah- rumah masyarakat, seperti foto-foto berbagai bangunan, kegiatan dan kejadian,” jelas Ishak.

Ishak juga mengatakan, banyak naskah-naskah tentang timah Singkep di kantor perpustaaan dan arsip Propinsi Kepri dan kantor Arsip nasional dan lain lain. Bahkan bukan tak mungkin kalau serius dan semua begerak, semua bangunan yang ada di implacemen yang juga merupakan peninggalan tambang timah dapat djadikan moseum.

Ishak menjelasjan, selain penambahan jumlah dan melengkapi keterangan lebih lengkap untuk masing masing koleksi, pengetahuan dan ketrampilan petugas moseum sangat mendesak untuk segera ditingkatkan sehingga mereka mampu bercerita yang membuat setiap pengunjung merasa puas.

“Masih banyak mantan karyawan tambang. timah yang dapat dijadikan sebagai nara sumber,” ujarnya.

Ishak menyampaikan, sesuai UU no 23 tahun 2014, kebudayaan merupakan urusan wajib non pelayanan. Sehingga pemda berkewajiban untuk pembinaan di bidanng kebudayaan, termasuk moseum. Apalagi sudah diperkuat pula dengan Perda no 1 tahun 2020 tentang Pemajuan Kebudayaan Kebudayaan di Kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu.

Ishak menambahkan, tidak semua program dan kegiatan dapat dan harus selesai dilaksanakan dalam satu dua priode kepala daerah, temasuk juga harus tuntas dimasa jabatan seorang kepala OPD yang kadang hanya beberapa tahun.

“Karena diantara program tersebut ada tujuanya untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Karena itu kerja-kerja yang bersifat wajib, prioritas, unggulan daerah dan berkelanjutan harus dipahami benar-benar oleh penyelenggara pemerintahan,” tutup Ishak.

Puspan

Pansus Ranperda Kampung Tua DPRD Batam Gelar Rapat Perdana Bersama Pemko

0

RASIO.CO, Batam — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Batam yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penataan Kampung Tua menggelar rapat perdana bersama Tim Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Rabu (16/9/2026) siang.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua Pansus Ranperda Kampung Tua DPRD Kota Batam, Kamaruddin Muda, SE. Turut hadir sejumlah anggota Pansus, di antaranya Anwar Anas, Amirsyah, dan Hj. Siti Nurlailah, ST, MT.

Sementara dari pihak Pemko Batam, rapat dihadiri sejumlah pejabat dari Dinas Pertanahan serta Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Batam.

Dalam rapat perdana tersebut, Pansus bersama tim Pemko Batam mulai membahas langkah-langkah awal dalam proses pembahasan Ranperda tentang Penataan Kampung Tua. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah penyusunan jadwal pembahasan serta pendalaman terhadap materi yang telah dituangkan dalam draf Ranperda.

Wakil Ketua Pansus, Kamaruddin Muda, mengatakan pihaknya perlu melakukan pendalaman terhadap draf Ranperda yang ada sebelum pembahasan masuk ke tahap berikutnya.

“Dari draf Ranperda yang ada tentu perlu pendalaman. Dan kita menyusun jadwal serta menginventarisir pemangku kepentingan lainnya untuk dilibatkan bersama dalam pembahasan Ranperda ini,” ungkap Kamaruddin.

Menurutnya, pelibatan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar pembahasan Ranperda dapat dilakukan secara komprehensif. Dengan demikian, berbagai aspek yang berkaitan dengan penataan Kampung Tua dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses penyusunan regulasi tersebut.

Rapat perdana ini menjadi langkah awal Pansus DPRD Kota Batam bersama Pemko Batam untuk menyusun tahapan pembahasan Ranperda Penataan Kampung Tua, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak terkait yang nantinya akan dilibatkan dalam proses pembahasan.

YD

Bupati dan Wakil Bupati Lingga Hadiri Pelantikan PAW Anggota DPRD Lingga

0

RASIO.CO, Lingga – Bupati Lingga, Muhammad Nizar, S.Sos, bersama Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, ST, M.IP, menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, pada Rabu (16/9/2026).

Agenda utama dalam rapat paripurna tersebut adalah peresmian pemberhentian dan pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Lingga untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Lingga ini menandai resmi bergabungnya Rony Kurniawan, S.IP sebagai anggota dewan baru. Rony dilantik untuk mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan oleh almarhum Capt. Ahmad Pajar, S.Pd., M. Mar, yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Dengan pelantikan ini, Rony Kurniawan kembali mengemban amanah di lembaga legislatif daerah. Sebelumnya, ia pernah tercatat sebagai anggota DPRD Lingga pada periode 2019-2024.

Rapat Paripurna ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan tokoh masyarakat. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Lingga beserta seluruh anggota dewan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta perwakilan dari Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Persatuan Istri Anggota Dewan (Piswan).

Selain itu, kehadiran para tokoh masyarakat juga terlihat lengkap, termasuk perwakilan organisasi masyarakat (ormas), pemuka adat, pemuka agama, hingga para Camat, Kepala Desa, Lurah, dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Lingga.

Prosesi pelantikan berjalan dengan khidmat dan tertib, menandai dimulainya tugas baru bagi Rony Kurniawan untuk melanjutkan sisa masa jabatan DPRD hingga tahun 2029 mendatang.


Polsek Nongsa Gerak Cepat Atasi Kebakaran Hutan Lindung Duriangkang

0

RASIO.CO, Batam –  Polsek Nongsa merespon cepat laporan masyarakat tentang adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Hutan Lindung Dam Duriangkang, Nongsa Kota Batam. Dan berhasil padamkan api.

Dua unit alat pemadam kebakaran di bantu personil jajaran Polsek Nongsa, Berhasil kuasai api dan lebih satu hektar lahan dilalap jago merah.

“Laporan masyarakat, personil turun tkp, api berhasil dipadamkan,” kata Kapolsek Nongsa AKP Eko Chandra, S.H., M.M. Rabu(16/09).

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, personil langsung menuju TKP. Dan berhasil padamkan api.

Adapun personil yang hadir di TKP yaitu Kapolsek Nongsa, Wakapolsek Nongsa AKP Ferry Supriadi, S.H., Piket Reskrim, Piket IK, Piket Patroli, Opsnal Reskrim, Bhabinkamtibmas Kel. Kabil, 9 Pers Samapta Polresta Barelang dan 6 Pers Damkar BP Batam.

Sedangkan untuk pemadaman dikerahkan 1 Unit mobil PBK BP Batam dan 1 Unit Mobil AWC Satsamapta Polresta Barelang.

Kapolsek menjelaskan, Sekira pukul 15.50 WIB Piket Patroli menerima laporan warga adanya titik api dan asap di hutan lindung. Api dengan cepat membesar dan menyebar akibat tiupan angin kencang.

Sekira pukul 16.00 WIB tim gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Sekira pukul 17.30 WIB api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.

Akibat kejadian tersebut luas lahan yang terbakar sekitar ± 1 Hektare. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tidak ada korban jiwa.

Selain itu, Kapolsek Nongsa mengapresiasi kesigapan warga  Misdiyanto selaku Ketua RW 20 Kel. Kabil yang langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Kel. Kabil Aipda Riko dan PBK BP Batam sehingga api dapat segera ditangani.

Saat ini situasi di lokasi aman dan kondusif. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor ke Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat apabila menemukan titik api.

Redaksi@www.rasio.co //

HUT ke-4 Punokawan Gelar Lomba Nyanyi Lagu Jawa se-Batam

0

RASIO.CO,BATAM – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4, yang jatuh pada tanggal 14 September 2026, Punokawan Batam sebagai Perkumpulan Sosial Pelestari Budaya Jawa di tanah perantaauan, menggelar Karaoke Lagu Jawa se Kota Batam.

Lomba ini cukup diminati warga Batam,  hingga tercatat ada 50 peserta yang berbagai suku dan wilayah di Kota Batam, dan berlangsung dari tangal 5 hingga 13 September 2026, di lokasi Bazar Pasar Setu Punokawan,  Kavling Sei Tering Tanjung Sengkuang Batam.

Wilda, artis penyanyi Batam, yang merupakan mantan Finalis ajang pencarian babak stasiun TV nasional, diantaranya Finalis DMD MNC TV 2018,  Finalis Rising Star Dangdut MNC TV 2022, didapuk sebagai Juri dalam lomba tersebut.

Ketua Punokawan Batam atau biasa disebut Ki Demang, H. Sutardi, SE. mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai upaya untuk melestarikan budaya jawa di tanah perantauan Batam, agar keturunan Jawa maupun generasi berikutnya, tidak melupakan budaya leluhurnya, dan untuk mengingatkan dari mana kami berasal.

“Walaupun melestarikan budaya Jawa, kami tetap tidak mengabaikan prinsip dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, makanya dalam Lomba ini, tetap kita juga lombakan lagu selain bahasa Jawa,dan pesertanya juga dari berbagai suku di Batam ini,” ungkapnya.

Lantas Sutardi berharap melalui momen ini, Punkawan yang Ia pimpin ini, bisa memberi sedikit kontribusi bagi upaya pelestarian budaya khususnya Jawa dan membantu menggiatkan pariwisata di kota Batam dan Kepulauan Riau.

“Kami baru berkembang, untuk kami mohon dukungan penuh dari pemerintah daerah, agar kami bisa lebih meningkatkan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan kami, sehingga misi kamu untuk membantu menggiatkan pariwisata dapat kami wujudkan, dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Palaksana Lomba, Indrawati menjelaskan bahwa lomba ini terbagi dalam 4 babak, yakni 3 babak penyisihan dan 1 babak final, semua peserta wajib membawakan lagu jawa.

“Masing-masing peserta membawakan 2 lagu satu lagu wajib berbahasa Jawa, Madura maupun Sunda, serta satu lagu pilhan bebas,” ujarnya menjelaskan

Lanjut disampaikan bahwa Lomba ini memperebutkan Piala H. Sutardi, SE serta uang tunai yang disiapkan oleh para sponsor.

“Kami sampaikan terima kasih kepada para sponsor yang telah mendukung kegiatan kami ini, Bapak H. Muhammad Rudi, Bapak H. Sutardi,SE, bapak Randi Zulmariadi, serta dari pihak Savoria, Kopi Tubruk Gajah, SS Skylink Tour and Travel dan Yayasan Jantung Indonesia Batam,” ucapnya.

Selanjutnya, Sugeng Triawan yang juga Pelaksana dalam acara ini, berharap kegiatan tersebut akan berjalan lancar dan sukses, kedepan pihaknya ingin Lomba seperti ini akan bisa rutin diadakan, karena ternyata peminatnya sangat banyak.

“Lomba karaoke semacam ini, apalagi yang terbilang spesifik dan unik, cukup diminati warga masyarakat, terbukti peserta lomba Karaoke lagu Jawa ini membludak hingga banyak yang tak tertampung karena keterbatasan kuota peserta,” ungkapnya.

Kemudian salah satu Pendiri dan sesepuh Punokawan, Sukatno, turut menegaskan bahwa, visi misi Punokawan adalah pelestarian seni budaya Jawa di perantauan, untuk itu semua kegiatan Punokawan akan selalu mengarah pada visi misinya, salah satunya seperti lomba karaoke lagu jawa ini.

“Kami disini melestarikan seni budayanya ya,  bukan ingin mengedepankan kesukuan kami,   makanya setiap kegiatan Punokawan, kami selalu mengajak suku-suku lain untuk berpartisipasi, seperti lomba karaoke ini, ada beberapa peserta dari suku lain, seperti  melayu, batak, padang dan nias, karena ternyata pelestarian seni dan budaya mendapat sambutan yang baik dari warga masyarakat dan pemerintah” pungkasnya.

Dalam lomba karaoke Lagu Jawa, yang diikuti 50 an peserta dari berbagai wilayah di Kota Batam ini, 10 finalis terpilih dari 3 Sesi dalam babak penyisihan, yang dimulai sejak 3 September lalu.
Zhunet dari Tanjung Uma, yang nota bene bukan berasal dari suku Jawa, justru malah tampil menjadi yang terbaik dalam ajang ini, dan berhak menyabet Piala H. Sutardi.
Berikut daftar Pemenang Lomba Karaoke Lagu Jawa H U T Punokawan ke 4 tahun 2026,
-Juara 1 Zhunet dari Tanjung Uma
-Juara 2 Ria Astrini dari Bengkong
-Juara 3 Begawan Adibyo dari Nongsa
-Juara Harapan 1 Slamet Kabul dari Bengkong
-Juara Harapan 2 Trisnawati dari Bengkong, Juara Harapan 3 Ridwan yang juga warga Bengkong. (YD)

BNNP Kepri dan Dinkes-PPKB Lingga Gencarkan Edukasi Anti Narkoba di Kalangan Pelajar SLTA

0

RASIO.CO, Lingga – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga menggelar kampanye rehabilitasi serta sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Kegiatan ini menyasar siswa tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kabupaten Lingga.

Mengusung tema “Generasi Muda Sehat Tanpa Narkoba, Mengenal Bahaya dan Solusi Rehabilitasi Sejak Dini,” acara tersebut dilaksanakan serentak di SMAN 2 Singkep dan SMKN 1 Singkep pada Selasa (15/9/2026).

Kepala Dinas Kesehatan, PPKB Kabupaten Lingga, dr. Bukit Tua Rayanto Gultom, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi komprehensif kepada para siswa.

“Para siswa mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, pentingnya pencegahan sejak dini, serta pemahaman mengenai layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika,” kata dr. Bukit kepada media.

dr. Bukit menjelaskan bahwa materi bimtek mencakup pengenalan dasar adiksi, perkembangan anak dan remaja, pengaruh penggunaan narkotika terhadap tumbuh kembang siswa, hingga keterampilan teknis melakukan skrining terhadap peserta didik yang terindikasi menyalahgunakan narkotika.

“Melalui kolaborasi ini, BNNP Kepri bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ungkap dr. Bukit.

Dalam sesi kampanye untuk siswa, materi disampaikan oleh Konselor Adiksi Ahli Muda BNNP Kepri, dr. Ayu Wedyanti, bersama Konselor Adiksi Ahli Pertama BNNP Kepri, Uzirham, S.K.M. Para peserta tidak hanya diedukasi tentang dampak negatif narkoba, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah konkret untuk mencari bantuan serta mengakses layanan rehabilitasi jika mereka atau orang di sekitar mereka menghadapi persoalan penyalahgunaan narkotika.

Selain fokus pada siswa, BNNP Kepri juga melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Skrining dan Asesmen Terintegrasi di Sekolah atau yang dikenal dengan program SINARI Sekolah. Kegiatan bimtek ini berlangsung di SMAN 2 Singkep dan diikuti oleh para guru.

Materi dalam bimtek tersebut dibawakan oleh Konselor Adiksi Ahli Madya BNNP Kepri sekaligus Ketua Tim Bidang Rehabilitasi BNNP Kepri, dr. Arnina Emilia Monica. Agenda ini juga membahas konsep Sekolah Rehabilitasi Terintegrasi (SERASI) serta program Belajar Kelompok Teman Sebaya (BERJAYA).

Kegiatan ini menjadi bukti penguatan sinergi lintas sektor dalam upaya preventif dan kuratif menangani masalah narkotika di lingkungan pendidikan, memastikan generasi muda Kabupaten Lingga dapat tumbuh berkembang tanpa ancaman bahaya narkoba.

Puspan

Suasana Duka Batam, PWI Tunda Penyerahan Anugrah Warta Marwah

0

RASIO.CO, Batam — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau menunda penyerahan Anugerah Warta Marwah (AWM) 2026 kepada lima tokoh yang sebelumnya dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian agenda pelantikan pengurus PWI Kepri, Kamis (17/9/2026).

Keputusan tersebut diambil dalam rapat Pengurus PWI Kepri di Graha PWI, Batam Center, Senin (14/9/2026) malam, menyusul peristiwa bentrokan di Pulau Setokok yang menyebabkan dua warga meninggal dunia.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengatakan, keputusan menunda penyerahan penghargaan merupakan bentuk empati sekaligus penghormatan terhadap masyarakat yang sedang berada dalam suasana duka.

“Kami merasa kurang patut jika dalam suasana masyarakat sedang berduka, kita menggelar seremoni penghargaan. Karena itu, kami memilih menunda. Ini bentuk empati dan penghormatan kami kepada keluarga korban dan masyarakat Batam,” ujar Saibansah.

Menurut pria asal Surabaya yang akrab disapa cak Iban itu, keputusan tersebut bukan berarti PWI Kepri membatalkan penghargaan yang telah diputuskan. Anugerah Warta Marwah tetap akan diberikan kepada para penerima, namun pada waktu terbaik yang akan ditentukan kemudian.

Ia menegaskan, bagi PWI Kepri, AWM tidak semata-mata merupakan acara seremonial.

“Anugerah Warta Marwah ini bukan hanya tentang panggung dan penghargaan. Ada nilai yang ingin kami jaga, yaitu marwah negeri. Ketika negeri sedang berduka, tentu kita harus tahu kapan waktunya berbicara tentang penghargaan dan kapan waktunya menundukkan kepala,” katanya.

Cak Iban menyebut keputusan tersebut lahir melalui pembahasan bersama, setelah mendengarkan dengan cermat masukan dari banyak pihak.

Rapat di Graha PWI turut dihadiri Ketua Dewan Penasihat PWI Kepri Marganas Nainggolan, Penanggung Jawab Anugerah Warta Marwah Ramon Damora, Bendahara Nizamul Akhyar, Wakil Ketua Lintong C Manru, Wakil Sekretaris Aji Anugraha, Wakil Sekretaris Muhammad Ikhsan, Candra Pusponegoro, serta sejumlah pengurus lainnya.

Dalam rapat tersebut, seluruh pihak melihat bahwa suasana batin masyarakat Batam setelah peristiwa di Setokok harus menjadi pertimbangan utama. “Penghargaan bisa kita tunda. Tetapi rasa duka masyarakat tidak boleh kita abaikan,” kata Saibansah.

Penghargaan Tetap Diberikan

AWM 2026 sebelumnya dirancang sebagai penghargaan tertinggi dari insan pers PWI Kepri kepada tokoh-tokoh yang dinilai memberikan kontribusi penting bagi kemajuan dan marwah Kepulauan Riau.

Lima tokoh telah ditetapkan sebagai penerima dengan kategori masing-masing, yang merefleksikan kontribusi dan pengabdian mereka bagi daerah. Kelima tokoh tersebut masing-masing menerima penghargaan dengan kategori berbeda.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menerima kategori Kepemimpinan Inovatif, atas kepemimpinannya dalam mendorong pembangunan Batam, memperkuat iklim investasi dan daya saing daerah, sekaligus memberi perhatian pada pembangunan manusia dan identitas budaya Melayu.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menerima kategori Harmoni Negeri, atas kiprahnya membangun kepemimpinan yang inklusif, menjembatani pemerintah dan masyarakat, serta memperkuat harmoni di tengah kemajemukan Batam.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menerima kategori Benteng Negeri, atas kepemimpinannya menjaga keamanan dan ketertiban di Kepri yang dinilai turut menciptakan iklim kondusif bagi masyarakat dan dunia usaha. Pendekatan humanis melalui pengenalan nilai-nilai Gurindam Dua Belas juga menjadi bagian dari pertimbangan penghargaan.

Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin menerima kategori Kedaulatan Adat, atas dedikasinya melestarikan dan menguatkan adat-istiadat Melayu serta menghidupkan kembali sejarah dan identitas Melayu di Batam.

Sementara Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan menerima kategori Kemaritiman Madani, atas kepedulian dan perjuangannya terhadap masyarakat pesisir dan hinterland, khususnya nelayan dan masyarakat pulau-pulau, sejalan dengan karakter Kepri sebagai provinsi maritim.

Ketua PWI Kepri memastikan penundaan tidak mengubah keputusan pemberian penghargaan. “Penghargaan tetap kami berikan. Para penerima tetap kami hormati. Hanya waktunya yang kami tunda sampai suasana memungkinkan,” ujarnya.

Di sisi lain, agenda Pengukuhan Ulang Pengurus PWI Kepri Sisa Masa Bakti 2023–2028 oleh Ketua Umum PWI Pusat tetap dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026) di Ballroom Hotel Harmoni One, Batam Center, dilanjutkan dengan Orientasi Kewartawanan dan Keanggotaan (OKK), dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dua hari berturut.

Menurut Saibansah, pemisahan antara agenda pengukuhan organisasi dan seremoni penghargaan merupakan pilihan yang dianggap paling tepat dalam situasi saat ini.

“Kami tetap menjalankan agenda organisasi. Tetapi untuk seremoni penghargaan, kami memilih menunda. Ini cara kami menunjukkan bahwa pers juga punya kepekaan terhadap apa yang dirasakan masyarakat,” demikian cak Iban mengakhiri.

Redaksi@www.rasio.co //

18 Titik di CBD Batam Center Jadi Lokasi Uji Sistem Subdrain BP Batam

0

RASIO.CO, Batam – BP Batam mulai menguji sistem subdrain pada 18 titik di kawasan Central Business District (CBD) Batam Center yang selama ini memiliki persoalan genangan. Metode ini dirancang untuk mempercepat masuknya air dari permukaan jalan ke sistem drainase di bawahnya.

Uji coba dilakukan di sejumlah titik, antara lain kawasan Mega Mall, Batam City Mall (BCM), BRI, Mitra 10, Bank Mandiri, halte Pos Indonesia, serta beberapa lokasi lain di kawasan CBD Batam Center.

Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan evaluasi kondisi lapangan, termasuk titik-titik yang selama ini mengalami genangan. Melalui sistem subdrain, air dari badan jalan diarahkan agar lebih cepat masuk ke sistem drainase sehingga tidak terlalu lama tertahan di permukaan.

“Yang kami lihat adalah bagaimana air bisa lebih cepat masuk ke sistem drainase. Karena itu, sistem subdrain ini kami uji terlebih dahulu di titik-titik yang berdasarkan evaluasi memiliki persoalan genangan,” ujar Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto, didampingi Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Dahana, Selasa (15/9/2026).

Dari uji coba pada 18 titik tersebut, sistem menunjukkan bahwa air dapat lebih cepat masuk ke drainase. Kondisi ini berpotensi mengurangi durasi genangan di badan jalan, meski efektivitasnya masih akan dievaluasi berdasarkan kondisi hujan yang berbeda.

“Ini masih tahap uji coba. Hasilnya akan terus kami evaluasi, terutama saat menghadapi intensitas dan kondisi hujan yang berbeda. Dari situ akan dilihat apakah metode ini efektif untuk dikembangkan di lokasi lainnya,” katanya.

Penerapan sistem subdrain dilakukan secara bertahap dengan kawasan CBD Batam Center sebagai tahap awal. Selain relatif mudah diterapkan, metode ini dipilih karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya dibandingkan penanganan yang membutuhkan pembangunan atau perubahan sistem drainase secara besar-besaran.

Hasil uji coba 18 titik tersebut selanjutnya menjadi salah satu bahan pertimbangan BP Batam dalam menentukan lokasi pengembangan berikutnya.

Pendekatan ini memungkinkan penanganan genangan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing titik, sekaligus tetap mengevaluasi kinerja sistem drainase secara keseluruhan.

“Kami ingin memastikan setiap upaya yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat di lapangan. Kalau hasil evaluasi menunjukkan metode ini efektif, tentu akan kami pertimbangkan untuk diterapkan di lokasi lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing” tutupnya.

Redaksi@www.rasio.co //

Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
X: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

0

RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini.

Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co //

Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
X: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam