Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 27

Beacukai Perketat Pengawasan Lalulintas Barang Masuk dan Keluar Batam

0

RASIO.CO, Batam – Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam Setiawan Rosyidi mengatakan, Memperketat pengawasan lalulintas barang masuk dan keluar di perairan Batam.

“kami juga melakukan operasi laut bersama BC Kepri yg mempunyai armada laut besar utk melakukan pengawasan di pintu keluar dan masuk. Contohnya kemarin kita lakukan penindakan 1,5 juta batang rokok ilegal di kapal MV Ocean Porter.”kata Setiawan Rosyidi melaui sambungan selularnya kemarin.

Kata dia, Pengawasan kita lakukan berdasarkan manajemen resiko,  Dengan besarnya wilayah FTZ Batam kami melakukan analisis dari berbagai sumber

salah satunya informasi dari masyarakat.

“Tidak itu saja kami juga melakukan sinergi dengan APH lain seperti TNI, Polri dan Pemkot.” Tegas Setiawan Rosyidi.

Sebelumnya, Para mafia penyeludup jadikan Pelabuhan Rakyat(Pelra) Tanjungriau lalulintas keluar barang-barang ilegal tujuan Kualatungkal, Tembilahan maupun Riau.

Dugaan penyeludupan barang-barang ilegal bukan hisapan jempol belaka, bahkan sudah puluhan ditindak beacukai bahkan masuk keranah persidangan.

Ironisnya, para mafia di pelra tanjungriau diduga dibekingi oknum-oknum aparat sehingga terus terjadi dengan upeti menggiurkan dan terkoordinasi dengan baik.

Parahnya, Selain baran-barang Rokok Tanpacukai, Beras, Mikol, balpres, para mafia juga memainkan Jasa Titipan untuk menghindari pajak di Pelra tersebut.

Peredaran Rokok Ilegal  produksi Batam oleh pengusaha nakal  bukanlah isapan jempol belaka, Ironisnya saat ini bahkan merajalela beredar di luar batam , maupun diseludupkan keluar batam melalaui pelabuhan tikus Batam.

merek non cukai alias ilegal Manchester, Luffman, OFO , R7, Morena dan lainnya diduga eksis beredar dan diproduksi di batam yang merugikan pemasukan cukai negara miliaran.

Pihak penegak hukum bukan tutup mata dan sudah ratusan bahkan ribuan kali Beacukai melakukan penegahan “Gempur Rokok ilegal” namun diduga para pengusaha nakal bekerja sama dengan oknum-oknum aparat  terus memproduksi dan menyeludupkan rokok ilegal keluar batam.

Ironismya, pihak beacukai selalu gempur peredaran rokok ilegal alias non cukai, justru para pengusaha nakal terus gencar ciptakan merek rokok harga murah kemasan eklusif, salah satunya rokok manchester dan disumatra cukup digemari karena kemasan  sekelas mallboro.

Beberapa bulan lalu, Beacukai Batam kembali mengamankan truk angkut rokok ilegal melalui pelabuhan roro pungur, Batam, dimana isi truk rokok merek Manchester, OFO, RAVE ,Hmild dll.

Informasi lapangan, Pengatur peredaran rokok manchester di Batam diduga oknum pengusaha berinisial WL dan  G merupakan orang kepercayaan utk mengatur jatah bagi flosir di Batam.

Sementara itu, berdasarkan rilis beacukai batam, Peredaran rokok ilegal selama trakhir di tahun 2025 terlihat berbagai didominasi merek Manchester, Manchester, H-Mild, RAVE, Luffman, H&M Clasec, H-Mind , HD apa, Rav3, T3 dan OFO.
Penindakan beacukai dilakukan pada
penyeludup rokok ilegal mengunakan mobil diduga melalui pelabuhan Punggur maupun di laut dan penindakan di darat seperti grosir maupun toko-toko ritel dan bernilai 37,5 miliar sehingga negara 18,9 miliar.

Penindakan ini merupakan  bukti konkret dukungan Bea Cukai Batam terhadap program prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas penerimaan negara, menciptakan iklim usaha yang sehat, serta melindungi masyarakat dari dampak negatif peredaran barang kena cukai ilegal.
Selain Beacukai Batam juga melakukan penindakan Barang lainnya , mikol maupun lainnya.(MMEA).

Redaksi@www.rasio.co //

Moses Harap Sengketa Keluarga Berakhir Damai

0

RASIO.CO, Batam – Persoalan peninggalan seorang pendiri yayasan dan tokoh yang dikenal aktif dalam pelayanan sosial kini berujung pada proses hukum. Salah seorang anak almarhum, Moses, mengaku tengah memperjuangkan hak dirinya bersama tiga orang adiknya.

Moses mengatakan, ayahnya meninggal dunia pada akhir Januari 2026. Sebelum meninggal, sang ayah sempat mengalami sakit cukup lama, termasuk diabetes.

Kepergian sang ayah meninggalkan sejumlah aset dan usaha yang selama ini dibangun, termasuk yayasan serta sekolah. Namun, setelah sang ayah meninggal, persoalan keluarga mulai muncul.

Menurut Moses, sengketa tersebut berkaitan dengan keabsahan identitas dirinya dan saudara-saudaranya sebagai anak dari almarhum. Persoalan itu kemudian berkembang hingga menyangkut harta dan peninggalan keluarga.

Ia mengungkapkan, salah satu anggota keluarga mengajukan persoalan tersebut melalui Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN.

Moses mengaku gugatan tersebut membuat dirinya dan saudara-saudaranya harus menghadapi persoalan hukum yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

“Selama 23 tahun kami hidup sebagai anak dari papa kami, tetapi sekarang muncul persoalan mengenai keabsahan kami,” ungkap Moses.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan status keluarga, tetapi juga menyangkut sejumlah peninggalan almarhum ayahnya.

Aset yang dipersoalkan disebut cukup banyak, termasuk yang berkaitan dengan yayasan, sekolah, serta sejumlah dokumen dan surat-surat penting keluarga.

Moses mengatakan, setelah ayahnya meninggal, sempat dilakukan pertemuan keluarga. Dalam pertemuan itu, persoalan peninggalan almarhum mulai dibicarakan.

Namun, ia merasa ada sejumlah pembahasan yang seharusnya terlebih dahulu disampaikan dan dibicarakan bersama seluruh anak-anak almarhum.

Persoalan semakin berkembang ketika Moses membutuhkan sejumlah dokumen administrasi keluarga, termasuk dokumen yang berkaitan dengan kematian ayahnya dan kartu keluarga.

Ia kemudian mengetahui bahwa sejumlah surat dan dokumen terkait peninggalan almarhum berada dalam penguasaan pamannya.

Moses mengaku sempat meminta agar dokumen-dokumen tersebut dikembalikan kepada keluarga inti. Ia memberikan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk penyelesaian persoalan tersebut.

Namun hingga beberapa bulan berlalu sejak Maret, April, Mei hingga Juni, menurut Moses, persoalan tersebut belum juga menemukan titik terang.

Ia mengatakan, hingga kini belum ada negosiasi khusus antara dirinya dengan pihak keluarga yang menguasai sejumlah dokumen tersebut.

Moses memilih berpegang pada hasil pembicaraan yang sebelumnya telah dilakukan dalam pertemuan keluarga.

Sebagai anak tertua, Moses mengaku kini memikul tanggung jawab besar terhadap tiga orang adiknya. Salah satu adiknya bahkan masih berusia tiga tahun.

Kondisi tersebut membuatnya harus memikirkan kebutuhan hidup, biaya pendidikan, transportasi, serta masa depan adik-adiknya.

“Kalau saya, mungkin masih bisa bekerja. Tetapi adik-adik saya masih membutuhkan masa depan yang harus dipikirkan,” ujarnya.

Menurut Moses, perjuangan yang dilakukannya bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk memastikan hak dan masa depan seluruh saudara kandungnya tetap terjamin.

Ia berharap persoalan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus terus melibatkan proses hukum.

Moses menilai, apa yang menjadi hak dirinya dan saudara-saudaranya seharusnya dapat dipenuhi tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

Meski demikian, proses hukum kini telah berjalan di PTUN. Moses mengatakan, persidangan telah berlangsung sejak Juni 2026.

Dalam proses tersebut, ia mengaku telah menyerahkan sejumlah dokumen yang diminta pengadilan, termasuk identitas diri dan kartu keluarga.

Untuk proses persidangan selanjutnya, Moses menyerahkan penanganan perkara kepada tim kuasa hukumnya.

Ia mengaku sempat mengalami tekanan mental ketika harus menghadapi persoalan tersebut secara langsung dalam persidangan.

Karena itu, ia memilih memberikan kepercayaan kepada pengacaranya untuk menangani berbagai proses dan komunikasi hukum yang diperlukan.

Moses berharap keputusan yang akan diambil pengadilan dapat memberikan keadilan bagi dirinya dan ketiga adiknya.

Namun di atas semua itu, ia masih berharap hubungan keluarga dapat kembali membaik dan persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara damai.

“Harapan saya sederhana, apa yang menjadi hak kami sebagai anak-anak dapat dipenuhi dan masa depan adik-adik saya tetap terjamin,” katanya.

Ia juga berharap pihak keluarga yang selama ini dekat dengannya dapat membuka ruang komunikasi dan menyelesaikan persoalan tanpa konflik yang semakin panjang. Bagi Moses, warisan terbesar yang ditinggalkan sang ayah bukan hanya harta, tetapi juga nilai kasih, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap keluarga.

Redaksi@www.rasio.co //

Musda VI Demokrat Aceh, AHY: Perkokoh Konsolidasi dan Soliditas Internal Organisasi

0

RASIO.CO, ACEH – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengimbau seluruh kader dan pengurus Partai Demokrat di Provinsi Aceh untuk memperkokoh konsolidasi dan soliditas internal organisasi.

Hal tersebut disampaikan AHY saat memberikan sambutan secara daring pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Provinsi Aceh, Selasa (19/8/2026).

Menurut AHY, kontestasi dalam Musda merupakan bagian dari proses demokrasi dan dinamika organisasi. Namun, setelah keputusan ditetapkan, seluruh kader diminta kembali bersatu dan saling merangkul.

“Mari kita rapatkan barisan, bekerja dengan ketulusan hati, dan berikhtiar dengan cara-cara yang baik demi membawa Partai Demokrat kembali meraih kemenangan,” katanya.

AHY juga mengingatkan kader Demokrat di Aceh agar mengedepankan politik yang empatik dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, Demokrat sebagai partai nasionalis dan religius harus menunjukkan kepedulian nyata secara konsisten, bukan hanya menjelang momentum pemilu.

“Demokrat hadir setiap saat bagi masyarakat yang membutuhkan kita, bukan hanya hadir pada saat pemilu atau pilkada saja,” kata AHY.

Ia menilai, pendekatan tersebut penting untuk mengembalikan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat di Aceh. Terlebih, Demokrat memiliki sejarah dan basis dukungan yang kuat di provinsi tersebut.

Karena itu, AHY meminta seluruh kader, terutama para wakil rakyat, turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus membantu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

AHY mengatakan, kerja politik tersebut harus dimulai sejak sekarang sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Kedekatan dengan masyarakat, menurutnya, menjadi modal penting bagi Demokrat untuk kembali merebut dukungan dan kursi legislatif di Aceh.

“Kita punya kepentingan untuk memenangkan kontestasi Pemilu. Mari kita rebut kembali kursi-kursi legislatif. Mari hadir ke masyarakat, serap aspirasi dan coba hadirkan solusi,” katanya.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan Musda VI Partai Demokrat Aceh tidak semata-mata bertujuan memilih Ketua DPD, tetapi juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi dan soliditas kader. Ia berharap forum tersebut dapat menjadi pijakan untuk membangun kembali kekuatan politik Partai Demokrat di Aceh sekaligus mempersiapkan partai menghadapi Pemilu 2029.

Karena itu, Herman berharap Musda VI tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk membangun kembali kekuatan politik Partai Demokrat di Aceh dan mempersiapkan konsolidasi menuju Pemilu 2029

Herman menyebut Partai Demokrat memiliki catatan sejarah yang kuat di Aceh. Pada pemilu sebelumnya, Demokrat pernah menjadi pemenang dengan meraih tujuh dari total 13 kursi DPR RI yang diperebutkan dari Aceh.

“Dari 13 kursi DPR RI, tujuh kursi kami peroleh. Itu belum pernah terjadi dalam sejarah di era pasca reformasi ada partai yang sekuat itu,” tutupnya. (YD)

Ariastuty: Kami Tidak Butuh Media yang Hanya Memuji, Kritik Tetap Diperlukan

0

RASIO.CO, Batam  – Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang semakin sehat, profesional, dan saling menghormati antara pemerintah dan insan pers.

Menurutnya, hubungan yang baik dengan media merupakan bagian penting dalam memastikan informasi mengenai pembangunan Batam dapat diterima masyarakat secara utuh.

Hal tersebut sejalan dengan semangat yang terus didorong Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi dengan para pemimpin redaksi serta insan media di Batam.

Ariastuty mengatakan, silaturahmi tidak semata-mata berbicara mengenai pemberitaan, tetapi menjadi ruang untuk saling mengenal, bertukar pandangan, memahami tantangan masing-masing di era digital, sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka.

Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa upaya Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, membangun silaturahmi dengan insan pers merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat komunikasi dan keterbukaan informasi antara pemerintah dan media.

Menurut Ariastuty, hubungan yang semakin dekat dan terbuka akan memberikan ruang bagi pemerintah maupun media untuk saling bertukar informasi, menyampaikan masukan, serta memahami persoalan dari perspektif masing-masing.

“Ibu Li Claudia ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan media. Silaturahmi ini bukan untuk membatasi ruang kritik, tetapi justru membuka ruang dialog agar pemerintah dan media bisa saling mendengar dan memahami.” Ungkap Tuty.

Ariastuty mengatakan, pemerintah sangat menghargai media yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis. Kritik, menurutnya, merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi dan dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.

Namun, ia berharap setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap mengedepankan akurasi, verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan.

“Kami tentu ingin media tetap kritis. Kritik itu penting. Tetapi kritik yang kuat justru lahir dari proses jurnalistik yang kuat—ada verifikasi, ada konfirmasi, ada data, dan ada keberimbangan. Dengan begitu, kritik menjadi masukan yang konstruktif sekaligus memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat.” Kata Tuty.

Menurut Ariastuty, pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan akses informasi dan ruang konfirmasi yang memadai kepada media. Karena itu, komunikasi yang baik antara pemerintah dan insan pers menjadi penting agar berbagai informasi mengenai kebijakan maupun pembangunan Batam dapat disampaikan secara lebih lengkap.

“Ibu Li Claudia menekankan bahwa apabila ada informasi yang belum lengkap, silakan dikonfirmasi kepada pemerintah. Kalau ada data yang perlu dijelaskan, kami siap memberikan penjelasan. Begitu juga kalau ada kritik dari media, tentu menjadi bahan yang kami dengarkan dan evaluasi.” Katanya.

Ia menilai, silaturahmi yang ingin dibangun Li Claudia dengan media merupakan kesempatan untuk menciptakan hubungan yang lebih cair. Media tidak hanya hadir ketika terdapat persoalan, sementara pemerintah tidak hanya berkomunikasi ketika membutuhkan publikasi.

“Kita ingin hubungan pemerintah dan media tidak hanya bertemu saat ada persoalan. Mari kita bangun komunikasi sejak awal. Pemerintah bisa menjelaskan kebijakan, media bisa menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat. Dari komunikasi seperti itu, banyak hal bisa kita pahami bersama.” Lanjut Tuty.

Ariastuty menegaskan, kemitraan dengan media tidak berarti pemerintah mengharapkan pemberitaan yang selalu positif. Sebaliknya, pemerintah membutuhkan media yang tetap independen, kritis, dan profesional dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.

“Kami tidak membutuhkan media yang hanya memuji pemerintah. Kami membutuhkan media yang kritis dan profesional. Kalau kritiknya berdasarkan data dan melalui proses verifikasi serta konfirmasi, tentu itu menjadi bagian penting bagi pemerintah untuk berbenah.” Pungkas Tuty.

Bagi Ariastuty, tujuan akhirnya bukan sekadar membangun hubungan baik antara pemerintah dan media, tetapi menciptakan ekosistem informasi publik yang sehat, di mana kritik dapat disampaikan secara profesional, pemerintah terbuka memberikan penjelasan, dan masyarakat menjadi pihak yang memperoleh manfaat dari komunikasi yang berkualitas.(r).

Mafia Penyeludup jadikan Pelra Tanjungriau Pintu Keluar Barang Ilegal

0

RASIO.CO, Batam – Para mafia penyeludup diduga jadikan Pelabuhan Rakyat(Pelra) Tanjungriau lalulintas keluar barang-barang ilegal tujuan Kualatungkal, Tembilahan maupun Riau.

Dugaan penyeludupan barang-barang ilegal bukan hisapan jempol belaka, bahkan sudah puluhan ditindak beacukai bahkan masuk keranah persidangan.

Ironisnya, para mafia di pelra tanjungriau diduga dibekingi oknum-oknum aparat sehingga terus terjadi dengan upeti menggiurkan dan terkoordinasi dengan baik.
Parahnya, Selain baran-barang Rokok Tanpacukai, Beras, Mikol, balpres, para mafia juga memainkan Jasa Titipan untuk menghindari pajak di Pelra tersebut.

Sementara, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam Setiawan Rosyidi mengatakan, Pengawasan kita lakukan berdasarkan manajemen resiko,  Dengan besarnya wilayah FTZ Batam kami melakukan analisis dari berbagai sumbersalah satunya informasi dari masyarakat.

Selain itu, Lanjutnya,  kami juga melakukan operasi laut bersama BC Kepri yg mempunyai armada laut besar utk melakukan pengawasan di pintu keluar dan masuk. Contohnya kemarin kita lakukan penindakan 1,5 juta batang rokok ilegal di kapal MV Ocean Porter.

“Informasi intelijen juga kita sebar ke kantor BC di seluruh wilayah yg berdekatan dg Batam utk melapis pengawasan.

“Tidak itu saja kami juga melakukan sinergi dengan APH lain seperti TNI, Polri dan Pemkot.” Tegas Setiawan Rosyidi. Jumat(27/28).

Sementara itu, Peredaran Rokok Ilegal  produksi Batam oleh pengusaha nakal  bukanlah isapan jempol belaka, Ironisnya saat ini bahkan merajalela beredar di luar batam , maupun diseludupkan keluar batam melalaui pelabuhan tikus Batam.

merek non cukai alias ilegal Manchester, Luffman, OFO , R7, Morena dan lainnya diduga eksis beredar dan diproduksi di batam yang merugikan pemasukan cukai negara miliaran.

Pihak penegak hukum bukan tutup mata dan sudah ratusan bahkan ribuan kali Beacukai melakukan penegahan “Gempur Rokok ilegal” namun diduga para pengusaha nakal bekerja sama dengan oknum-oknum aparat  terus memproduksi dan menyeludupkan rokok ilegal keluar batam.

Ironismya, pihak beacukai selalu gempur peredaran rokok ilegal alias non cukai, justru para pengusaha nakal terus gencar ciptakan merek rokok harga murah kemasan eklusif, salah satunya rokok manchester dan disumatra cukup digemari karena kemasan  sekelas mallboro.

Beberapa bulan lalu, Beacukai Batam kembali mengamankan truk angkut rokok ilegal melalui pelabuhan roro pungur, Batam, dimana isi truk rokok merek Manchester, OFO, RAVE ,Hmild dll.

Informasi lapangan, Pengatur peredaran rokok manchester di Batam diduga oknum pengusaha berinisial WL dan  G merupakan orang kepercayaan utk mengatur jatah bagi flosir di Batam.

Sementara itu, berdasarkan rilis beacukai batam, Peredaran rokok ilegal selama trakhir di tahun 2025 terlihat berbagai didominasi merek Manchester, Manchester, H-Mild, RAVE, Luffman, H&M Clasec, H-Mind , HD apa, Rav3, T3 dan OFO.
Penindakan beacukai dilakukan pada
penyeludup rokok ilegal mengunakan mobil diduga melalui pelabuhan Punggur maupun di laut dan penindakan di darat seperti grosir maupun toko-toko ritel dan bernilai 37,5 miliar sehingga negara 18,9 miliar.

Penindakan ini merupakan  bukti konkret dukungan Bea Cukai Batam terhadap program prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas penerimaan negara, menciptakan iklim usaha yang sehat, serta melindungi masyarakat dari dampak negatif peredaran barang kena cukai ilegal.
Selain Beacukai Batam juga melakukan penindakan Barang lainnya , mikol maupun lainnya.(MMEA).

Redaksi@www.rasio.co //

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman

0

RASIO.CO, Jakarta – Langkah strategis dipahat SMSI, sebagai salah salah satu konsituten Dewan Pers, yakni mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa. Program ini menjadi bentuk komitmen merawat desa, sebagai manisfestasi merawat NKRI.

‘’Saya setuju Desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,’’ujar Drs Firdaus, Msi, Ketua Umum SMSI Pusat, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di di tengah hiruk pikuk dan simpang siur informasi terkait eskalasi demo yang dikhawatirkan membuat distorsi stabilitas menjadi sebuah konfirmasi. 

‘’Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,’’begitu ucap Hasyim S Djoyohadikusumo.

Menurut adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowowo Subiyanto ini, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa sekaligus menginformasikan Jakarta tetap aman.

‘’Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testemoni nyata di sini (Jakarta-red) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif, dan sangat bagus,’’ucap Hasyim yang menjadi keynote speaker pada dialog nasional, usai pengukuhan yang berlangsung di  Hall Dewan Pers, Kebon Sirih.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa yang berlangsung penuh kemeriahan, namun tetap berjalan khikmat melibatkan lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

‘’Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,’’papar Firdaus dalam sambutan di depan Hasyim S Djoyohadikusumo.

Pengusaha yang bergerak di berbagai sektor, dan kini menjadi salah satu penasehat ekonomi Presiden mengatakan, SMSI ke depan punya tugas dengan tanggung jawab besar.

‘’Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,’’cetus tokoh yang malang melintang di dunia bisnis tanah air.

Secara khusus putra begawan ekonomi, Soemitro Djoyohadikusumo ini menyoroti informasi yang lepas dari konteks, dan itu sangat mendistorsi kebijakan yang sedang menjadi prioritas pemerintah.

Terkait dengan fenomena di atas Hasyim mengungkapkan, pihaknya sudah mengagendakan untuk berdialog dengan BEM UI, UGM, dan ITB.

Hasil dari dialog akan menjadi masukan, koreksi, dan rekomendasi bagi pemerintah.

‘’Sebagai penasehat Presiden masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,’’tambahnya.

Sumbang pikir untuk Pers Indonesia
Hal hal lain yang juga disampaikan Hasyim S Djoyohadikusumo yang spesifik adalah merespon usulan Ketua SMSI, Drs Firdaus Msi, yakni kondisi Gedung Dewan Pers yang sudah tidak representatif.

Menurut Firdaus gedung yang menjadi episentrum, sekaligus kawah Candradimuka Pers Indonesia perlu ditingkatkan performasnya.

‘’Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka (Konsituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,’’urai Firdaus.

Terhadap usulan itu, Hasyim merespon sangat positif, dan berjanji akan menindaklanjuti dengan Komdigi.

‘’Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang, kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Mekomdigi, Meutya Hafid,’’ ujar Hasyim lagi.

Respon semacam itu langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir di Hall Dewan Pers. Kegiatan pengukuhan dihadiri tidak kurang dari seratus peserta berikut undangan.

Kegiatan ditutup dengan dialog nasional menghadirkan Prof Dr Achmad Riyad U.B PhD Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, kemudian pakar ekonomi dan Perbankan

Dialog sangat menarik dan menghadirkan tanggapan kritis, apalagi dipandu secara bernas oleh Prof Dr Albertus Wahyu Rudhanto, MC guru besar dari PTIK.(r)

redaksi@www.rasio.co //

Hakim Tolak Esepsi Tiga Terdakwa Kasus Pembunuh Bripda Natanael

0

RASIO.CO, Batam – Majelis Hakim Ketua Monalisa didampingi dua hakim menolak esepsi ketiga terdakwa yang diduga melakukan pembunuhan Bripda Natanael Simanungkalit dan meminta JPU melanjutkan persidangan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Kamis(27/08).

“Esepsi ketiga terdakwa ditolak dan diperintahkan JPU melanjutkan pemeriksan perkara,” kata Monalisa.

Dengan ditolaknya eksepsi tersebut, perkara meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit akan memasuki tahapan pemeriksaan pokok perkara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) selanjutnya akan membuktikan dakwaan yang telah diajukan terhadap ketiga terdakwa melalui keterangan saksi, ahli dan alat bukti.

Para terdakwa tetap memiliki hak untuk memberikan pembelaan dan membantah dakwaan melalui proses persidangan yang terbuka dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Putusan sela ini belum merupakan putusan mengenai terbukti atau tidaknya kesalahan para terdakwa. Penentuan bersalah atau tidak akan diputuskan majelis hakim setelah seluruh proses pembuktian, pemeriksaan saksi dan terdakwa serta penyampaian tuntutan dan pembelaan selesai dilakukan.

Redaksi@www.rasio.co //

Li Claudia Pastikan Infrastruktur Terus Dibenahi

0

RASIO.CO, Batam – Sebanyak 29 titik banjir di Kota Batam telah ditangani melalui berbagai upaya perbaikan infrastruktur, baik secara langsung oleh BP Batam maupun melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam.

Penanganan tersebut terus dievaluasi untuk memastikan infrastruktur yang dibangun maupun diperbaiki benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Hal itu terlihat dari langkah Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra yang kembali turun langsung meninjau sejumlah titik infrastruktur pada Selasa (25/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Li Claudia melihat kondisi Drainase Jalan S. Parman, Piayu; Drainase depan RS Graha Hermine, Batu Aji; Drainase Spillway, Muka Kuning; serta rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom.

Pada tiga titik drainase, Li Claudia mengecek kondisi saluran dan progres penanganannya. Pengecekan dilakukan untuk memastikan upaya pembenahan drainase berjalan sesuai kondisi kawasan serta mendukung pengendalian banjir.

Sementara pada ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom, ia melihat kebutuhan penerangan sebagai bagian dari rencana pemasangan PJU untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, sehingga perlu kita perhatikan dan evaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” kata Li Claudia.

Upaya evaluasi kemudian dilanjutkan pada Kamis (27/8/2026). Bersama Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto dan jajaran, Li Claudia meninjau dua lokasi drainase di Kelurahan Belian, yakni Drainase Jalan Tengku Sulung depan Perumahan Odessa serta Drainase Jalan Hang Tuah Taman Raya Tahap 4 depan SMP Negeri 28 Batam.

Di dua lokasi tersebut, peninjauan difokuskan pada hambatan aliran air akibat penumpukan material yang berpotensi memicu banjir. Tim juga melihat kebutuhan perbaikan fungsi drainase serta akses jalan inspeksi di sekitar saluran.

Li Claudia menegaskan, pembenahan infrastruktur harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kondisi drainase tidak hanya membutuhkan penanganan teknis, tetapi juga dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” ujar Li Claudia.

Sementara itu, Mouris Limanto mengatakan evaluasi kondisi lapangan akan terus dilakukan agar penanganan yang disiapkan sesuai dengan kondisi aktual masing-masing kawasan.

“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” kata Mouris.

Salah satu hasil penanganan yang telah dirasakan masyarakat berada di kawasan Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mal. Melalui skema proyek multiyears 2026-2027, BP Batam melakukan peningkatan saluran drainase di kawasan tersebut. Setelah penanganan dilakukan, genangan yang sebelumnya kerap terjadi saat hujan kini sudah tidak lagi dirasakan masyarakat.

Capaian penanganan 25 titik banjir tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam dalam membenahi infrastruktur dasar.

Pemantauan lapangan juga terus dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan baru sekaligus memastikan infrastruktur yang telah ditangani dapat berfungsi secara optimal. (r).

Redaksi@www.rasio.co //

PWI dan BP Batam Bersinergi Sukseskan UKW Akbar

0

RASIO.CO, Batam – Pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mematangkan persiapan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Akbar. Dalam proses tersebut, PWI Kepri silaturahmi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk membangun sinergi dan kolaborasi bagi peningkatan kompetensi wartawan di daerah.

Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu dihadiri Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani, Ketua Panitia UKW Akbar PWI Kepri Herry Sembiring, Wakil Sekretaris Panitia Muhammad Ikhsan, Wakil Bendahara Faisal serta Humas Panitia UKW, Aldy Daeng.

Sementara itu, dari BP Batam, hadir Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuti Sirait yang akrab disapa Tuty, Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga (DIHAL) BP Batam, Sthefani Barlian, beserta sejumlah staf, Rabu (26/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, BP Batam menyambut baik agenda PWI Kepri menggelar UKW Akbar. Dukungan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan di Kepri.

Ariastuti Sirait mengatakan, peningkatan kompetensi wartawan merupakan hal penting untuk mendorong kualitas informasi yang diberitakan ke masyarakat. “Selagi untuk kebaikan dan meningkatkan kompetensi teman-teman wartawan, kami siap memberikan dukungan,” ujar Tuty.

Menurutnya, wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan kemampuan jurnalistik perlu terus dilakukan agar produk pemberitaan semakin berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengatakan, UKW bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Lebih dari itu, UKW menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme, integritas dan kualitas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“UKW bukan hanya soal sertifikat. Ini bagian dari upaya PWI untuk memastikan wartawan memiliki kompetensi, memahami etika jurnalistik, mampu bekerja secara profesional dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” kata Saibansah.

Ia menjelaskan, melalui UKW, kemampuan wartawan diuji mulai dari mencari dan mengumpulkan informasi, melakukan wawancara, mengolah data, menulis berita hingga menjalankan tugas jurnalistik sesuai standar yang berlaku.

“Wartawan dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga akurat, berimbang, terverifikasi dan memahami kode etik jurnalistik. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar,” ujar pria yang akrab disapa Cak Iban itu.

Cak Iban menambahkan, keberadaan wartawan yang kompeten juga akan berdampak terhadap kualitas produk jurnalistik sekaligus menjaga marwah profesi kewartawanan.

Sementara itu, Ketua Panitia UKW Akbar PWI Kepri, Herry Sembiring, mengingatkan seluruh calon peserta agar segera melengkapi dokumen persyaratan yang dibutuhkan. “Kami meminta seluruh calon peserta UKW Akbar PWI Kepri melengkapi data dan berkas dokumen peserta paling lambat 30 Agustus 2026,” ujar Herry.

Seluruh berkas, lanjut Herry, dapat dikirim secara daring melalui alamat resmi sekretariat PWI Kepri di sekretariat@pwikepri.or.id.

Ia menjelaskan, kelengkapan data peserta menjadi bagian penting dalam tahapan pelaksanaan UKW. Setelah dikumpulkan, data tersebut akan dikirim ke PWI Pusat untuk diverifikasi sebelum disampaikan kepada Dewan Pers.

“Data peserta akan dikirim ke PWI Pusat untuk diverifikasi dan selanjutnya diserahkan kepada Dewan Pers. Setelah mendapatkan verifikasi dari Dewan Pers, data akan dikembalikan ke PWI Kepri dan pelaksanaan UKW dapat diselenggarakan,” jelasnya.

Herry menegaskan, UKW Akbar PWI Kepri merupakan kegiatan resmi yang dirancang untuk mendorong wartawan meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Ini merupakan kegiatan resmi bagi wartawan untuk meningkatkan kompetensi. Karena itu, kami berharap seluruh calon peserta serius mempersiapkan dan melengkapi seluruh persyaratan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, UKW juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan wartawan berdasarkan jenjang kompetensi yang diikuti, yakni Wartawan Muda, Madya dan Utama.

Melalui kegiatan tersebut, PWI Kepri berharap semakin banyak wartawan di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki kompetensi, menjunjung tinggi etika, serta mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Bos THM Planet di Tangkap Bareskrim

0

RASIO.CO, Jakarta – Terdaga pelaku bos Tempat Hiburan Malam(THM) Planet HH Batam, berinisal YK berhasil ditangkap Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berinisal YK yang dilaporkan kabur ke Singapura dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“DPO Yuwanky telah dilakukan penangkapan pada hari Kamis, tanggal 27 Agustus 2026, sekitar pukul 16.47 WIB di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso kepada pewarta di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Eko mengatakan bahwa Yuwanky ditangkap sesaat setelah mendarat dengan penerbangan dari Singapura.

Untuk selanjutnya, Yuwanky dibawa ke Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, untuk diperiksa lebih lanjut terkait kasus dugaan peredaran narkoba di THM Planet Batam.

Diketahui, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menerbitkan surat DPO atas nama Yuwanky dengan nomor DPO/142/VIII/2026/Dittipidnarkoba.

Eko mengatakan bahwa Yuwanky merupakan pemilik THM Planet Batam sekaligus bandar narkoba yang menyediakan berbagai jenis narkoba di tempat hiburan tersebut bersama tersangka Basri Lemaiwang.

Adapun penyidik sebelumnya telah menangkap Basri Lemaiwang selaku pengelola THM Planet Batam yang melarikan diri ke Malaysia.

Basri disebut berada di Malaysia sejak 11 Agustus 2026 seusai Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menggerebek THM HH Club atau Planet 3 pada 10 Agustus 2026.

Pada akhirnya, tersangka itu berhasil ditangkap dan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

sumber: Antara