Selasa, Juni 2, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 953

World Clean Up Day, DLH Gelar Gerakan Pilah Sampah

0

RASIO.CO , Batam – Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam terus memasifkan gerakan pilah sampah dari rumah. Hal ini kembali dilakukan seiring World Clean Up Day 2021.

“Berkenaan dengan peringatan secara internasional ini, kita gelar tiga hari pemilahan sampah dari rumah yang diikuti oleh seluruh OPD Pemko Batam,” ucap Kepala DLH Batam, Herman Rozie., Rabu (15/9).

Menurutnya, sejak Rabu hingga Jumat (17/9) pegawai Pemko Batam akan membawa sampah yang sudah dipilah untuk dikumpulkan di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan. Untuk OPD wilayah Sekupang dipusatkan di Kantor DLH Batam, wilayah sekitar Batam center di Engkuputri sedangkan satu titik lainnya di Gedung Bersama Pemko Batam.

“Sampah tersebut dikumpulkan, ditimbang  dan diserahkan ke bank sampah induk dibawah binaan Ketua PKK Batam, Ibu Marlin Agustina Rudi,” ujar dia.

Sejak dulu, lanjut dia, Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga konsen terhadap upaya mewujudkan Batam yang semakin bersih. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 348/DLH/IX/2021.

“Sampah adalah tanggung jawab bersama, mudahan kegiatan ini dapat memotivasi banyak pihak. Kita peduli kebersihan dan memanfaatkan sampah yang dikumpulkan sehingga mendatangkan nilai ekonomi,” papar dia.

Herman mengajak, selain momentum peringatan World Clean Up Day ini, peduli kebersihan Batam harus tetap menjadi perhatian seluruh pihak. “Mari wujudkan Batam yang bersih dan sehat,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Sosialisasi WBTb, Ardiwinata : Angkat Terus Budaya Kita

0

RASIO.CO , Batam – Kepala Disbudpar, Ardiwinata menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Lokakarya Warisan Budaya Tak Benda yang digelar oleh BPNB Kepri. Kamis (16/9) kemarin.

“Bukan hanya pemerintah, masyarakat, komunitas budaya bisa mendaftarkan Warisan Budaya Tak Benda,” katanya.

Sebagai dasar hukum, Ardi, menyampaikan, pemerintah juga mempunyai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu. “Pemerintah sangat serius tentang budaya Melayu. Banyak Paguyuban, perkumpulan di Batam namun tetap payungnya Melayu,” terangnya.

Selain Perda, pemerintah juga mempunyai Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), ada 10 unsur yang tercantum didalamnya seperti kuliner, olahraga tradisional, ritus, pantun dan sebagainya. “Tugas kami tersosialisasi budaya ini dengan baik dan harus kita angkat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Disbudpar Kota Batam mempunyai Tim Ahli Cagar Budaya yang tersertifikasi. Artinya secara aturan melestarikan budaya Melayu sangat kuat, sehingga masyarakat tak perlu binggung dengan apa yang ditemukan dilapangan.

“Perbedaan cagar budaya dengan WBTB, misalnya Rumah Limas Potong sebagai cagar budaya, sedangkan di dalam Rumah Limas Potong namanya WBTB ada relief bernama pucuk rebung, dan lain-lain,” ucapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Kota Batam mempunyai Museum Batam Raja Ali Haji sebagai destinasi wisata sejarah di Kota Batam. Selain itu di kantor Disbudpar juga mempunyai Bucu Budaya, sudut ruangan ini dipakai untuk melakukakan kegiatan budaya seperti menganyam, berceloteh, dan sebagainya.

“Pemerintah punya space intens untuk pelaku budaya,” katanya.

Ardi berharap pelaku budaya, komunitas budaya di Kota Batam dapat mendokumentasikan budaya Melayu berbasis digital. “Misalnya saat pentas tari buat video, dalamnya dijelaskan apa nama gerakannya, maknanya,” pintanya.

Kegiatan Sosialisasi dan Lokakarya Warisan Budaya Tak Benda (WBTb)Tahun 2021 dibuka oleh Kepala BPNB Kepri, Toto Sucipto secara virtual. Selain Kepala Disbudpar Kota Batam, narasumber lainnya yakni Kordinator WBTb dan Peneliti Ahli Muda BPNB Provinsi Kepri, Hendri Purnomo dan Budayawan Kota Batam Dato’ Samson Rambah Pasir. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari Lembaga Adat Melayu (LAM), komunitas budaya, akademisi, media, dan sebagainya.

Adapun proses dan prosedur teknis mengusulkan WBTB yakni dengan cara pendaftaran diajukan kepada direktorat jenderal yang membidangi kebudayaan, melalui pemerintah daerah, BPNB sebagai unit pelaksana teknis pemerintah pusat di daerah. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui usulan tertulis dan online.

“Pendaftaran dilakukan dengan cara mengisi formulir pendaftaran kekayaan Budaya Tak Benda yang sudah disiapkan oleh Direktorat Jenderal yang membidangi  kebudayaan yang dapat diunduh di website maupun meminta format formulir kepada BPNB,” terang, Hendri.

Persyaratan administrasi pendaftaran dilengkapi dengan persetujuan pencatatan warisan budaya tak benda oleh komunitas budaya, organisasi, kelompok, perseorangan. Serta uraian atau deskripsi singkat kekayaan budaya tak benda dari pelaku, pencipta, atau narasumber.

“Berkas pendaftaran yang telah diisi diserahkan kepada direktorat jenderal yang menangani kebudayaan melalui website atau berkas diserahkan ke BPNB Kepri,” pungkasnya.

Redaksi@www.rasio.co//

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Dabo Singkep Gelar Razia Rutin

0

RASIO.CO, Lingga – Untuk meminimalisir dan deteksi dini gangguan kamtib, Lapas Kelas III Dabo Singkep, bekerjasama Satbinmas Polres Lingga, kembali menggelar razia rutin di kamar hunian Warga Binaan Permasyarakatan. Rabu (15/9) malam.

Kegiatan yang memimpin lansung Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep, Dewanto mengatakan, malam ini kita melakukan razia serentak yang rutin dilakukan 2-3 kali dalam satu bulan dengan waktu yang berbeda-beda.

“Adapun pada malam ini kita melakukan secara khusus, karena kantor wilayah Kementerian Hukum dan Ham Kepulauan Riau, melakukannya secara serentak,” kata Dewanto, ketika diwawancarai usai kegiatan, Rabu (15/9/2021), malam.

Dewanto menjelaskan, dalam melaksanakan razia kita bekerjasama Polres Lingga, yang membantu mem-backup petugas Lapas, saat melaksanakan penggeledahan di dalam blok atau kamar hunian WBP, karena harus mengeluarkan penghuni lapas dari kamar mereka.

Dewanto melanjutkan, kegiatan yang dilakukan oleh Satuan Operasi Kepatuhan Internal Lapas Kelas III Dabo Singkep, yang bertujuan untuk meminimalisir dan deteksi dini gangguan kamtib.

“Dari 6 kamar hunian yang kita geledah, tidak ditemukan barang-barang yang dilarang dan berbahaya, seperti senjata tajam, alat komunikasi dan narkotika,” terangnya.

Dewanto menambahkan, kemudian hasil dari razia malam ini, ditemukannya satu buah pisau cutter di kamar nomor 3, yang nantinya akan kita dalami milik siapa dan untuk apa, karena ini merupakan salah satu barang yang tidak diperbolehkan ada di dalam lapas.

“Selain satu buah pisau cutter, kemudian sisanya hanya isi dalam pulpen yang dibikin tajam serta tusuk gigi, jadi hanya ditemukan benda-benda seperti ini dan tidak ada yang lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Lingga, Iptu Suprapto, sebelum melaksanakan razia dikamar hunian WBP, menyampaikan kepada Anggota yang ikut melakukan razia agar tetap bersikap humanis.

“Dalam melaksanakan kegiatan ini kita tetap menjaga humanis, jangan sampai ada perlakuan yang tidak menyenangka,” tutupnya.

Pada pemberitaan sebelumnya Lapas Kelas III Dabo Singkep, telah melaksanakan tes urine bagi petugas dan warga binaan, yang dilakukan setiap 3 bulan satu kali, yang juga dipilih secara acak dan hasilnya negatif semua, untuk melakukan tes urine Lapas Dabo Singkep mendapatkan alat dari Kanwil.

Puspan

Uji Kompetensi PPPK Putus Asa Atau Pengabdian

0

RASIO.CO, Lingga – Pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Guru melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan dan Dikti, yang baru saja dilaksanakan tersebut, dengan kebijakan untuk mengangkat guru honor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Tentunya hal ini sangat diharapkan guru-guru honor yang sudah mengabdi di daerah khususnya Kabupaten Lingga, untuk dapat memperoleh predikat sebagai guru PPPK, di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam mengatakan, ini sangat beralasan mengingat sebagian besar dari guru-guru tersebut telah mengabdi lebih dari 10 tahun, dengan tempat tugas di daerah-daerah yang sangat terpencil, serta dipelosok negeri yang jauh dari jangkauan keramaian, aksesbilitas, jaringan telekomunikasi, listrik, transportasi dan lain sebagainya.

“Mereka adalah pahlawan yang patut untuk diperjuangkan hak-hak nya, sebagai manusia dan juga sebagai orang yang telah mencerdaskan anak-anak bangsa,” kata Junaidi Adjam kepada media ini melalui WhatsApp nya. Kamis (16/9).

Namun, jelas Junaidi, ketika mereka usai menghadapi Uji Kompetensi PPPK, sangat disayangkan hampir sebagian besar seleksi kompetensi, terutama bidang Teknis banyak diantara guru-guru tersebut, mengeluhkan hasil yang telah di capai tidak memuaskan, karena di bawah bobot nilai ambang batas, tapi di satu sisi nilai Manajemen, Sosial Kultural dan Wawancara, masih memberi harapan untuk bisa lolos sebagai guru PPPK.

“Kementrian Pendidikan, tentunya dapat mempertimbangkan seleksi kompetensi PPPK ini, memang di satu sisi menguji kompetensi guru dari segala aspek Pedagogi, Sosial, Kepribadian hingga Profesional,” terangnya.

Paradigma yang lebih utama, lanjut Junaudi, adalah pertimbangan dan pengabdian mereka, tidak saja focus umur diatas 35 tahun, tapi juga masa kerja dan tempat mereka mengabdi, kehidupan sosial, ekonomi, eksistensi serta komitmen mereka, yang begitu besar untuk dapat memberi sumbangsih terhadap bangsa.

“Sehingga mereka mampu bertahan, walau dengan penghasilan di bawah standar kehidupan, semoga saja ini menjadi pertimbangan,” imbuhnya.

Puspan

Peta Sebaran Covid-19 di Karimun, Kecamatan Meral Tertinggi

0

RASIO.CO – Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Karimun, selama pandemi berlangsung sedikitnya ada 1.279 kasus ditemukan dan Kecamatan Meral tertinggi dalam penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Karimun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, selama Pandemi Covid-19 di Kabupaten Karimun, telah ditemukan sebanyak 5.331 kasus positif Covid-19. Ribuan kasus itu tersebar di 12 Kecamatan wilayah Kabupaten Karimun, dengan angka tertinggi penyebaran di Kecamatan Meral.

“Sejauh ini ada 5.33q kasus dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Meral. Sementara di posisi kedua yakni Kecamatan Karimun dengan jumlah kasus 1.102,” kata Rachmadi, Rabu (15/9/2021).

Rachmadi menyebutkan, kenaikan jumlah kasus Covid-19 terjadi peningkatan pada Agustus 2021 lalu, dengan angka pasien positif mencapai 500 orang. Namun demikian, dalam kurun waktu satu bulan terakhir tren kasus Covid-19 turun signifikan dengan menyisakan kasus 56 orang.

“Kasus itu naik pada Agustus kemarin, namun dalam kurun waktu satu bulan ini turun dengan menyisakan 56 pasien,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini Kecamatan Tebing masih tinggi penyebarannya dengan kasus aktif sebanyak 21 orang. Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk tidak terlalu evoria dengan penurunan kasus tersebut.

“Penurunan ini terjadi karena kesadaran masyarakat untuk penerapan protkes semakin baik. Namun demikian, tentunya kita jangan terlalu evoria, sehingga dapat mempertahankan penurunan kasus,” katanya.

(rc)

Vaksinasi Untuk Anak Penting Dilakukan

0

RASIO.CO, Karimun – Anwar Hasyim menekankan pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk anak usia pelajar di Karimun.

Penggunaan vaksin bertujuan untuk mengurangi dampak buruk dari infeksi virus yang terjadi. Hal ini dapat terjadi karena sistem tubuh sudah mengenali virus terlebih dahulu sehingga respons tubuh terhadap infeksi virus akan lebih cepat.

“Orang tua seharusnya dapat mengerti bahwa vaksinasi itu penting untuk anaknya guna meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini,” kata Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim.

Ia menyebutkan, pentingnya vaksinasi bagi anak juga disebabkan, saat ini untuk dapat melakukan pembelajaran tatap muka, siswa harus telah di vaksin.

“Ini syarat utama untuk di mulainya PTM. Sehingga, apabila tidak di vaksin, maka anak tidak dapat masuk sekolah,” katanya.

Anwar mengatakan, sebagai langkah mendorong percepatan vaksin untuk anak, pihaknya gencar melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada orang tua akan pentingnya vaksinasi.

“Mudah-mudahan upaya kita seperti pendekatan dan sosialisasi tentang vaksinasi ini, bisa membuat orang tua siswa sadar pentingnya vaksinasi untuk anak mereka” tambahnya.

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengatakan, banyak pelajar di Kabupaten Karimun yang tidak mendapatkan izin dari orang tua untuk.mengikuti vaksinasi. Bahkan, bukan hanya di Karimun, rata- rata daerah di Indonesia juga memiliki permasalahan yang sama.

Keraguan tersebut dipicu oleh banyak hal, salah satunya adalah orang tua siswa termakan informasi palsu atau hoax tentang bahaya vaksinasi.

“Saya mengimbau orang tua siswa untuk dapat mengizinkan anaknya mengikuti vaksinasi Covid-19 yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah saat ini,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Karimun, ada ratusan siswa di Kabupaten Karimun yang tidak mendapatkan izin dari orang tuanya untuk mengikuti vaksinasi. Jumlahnya, ada sekitar 156 orang anak yang tidak mendapatkan izin vaksinasi yang telah dilaksanakan di sekolah- sekolah wilayah Karimun.

(rc)

Sasar Nelayan, Polisi Buka Gerai Vaksinasi di Tengah Laut

0

RASIO.CO, Karimun – Satpolairud Polres Karimun menggelar vaksinasi Covid-19 dengan sasaran nelayan di wilayah Kabupaten Karimun.

Sebanyak ratusan nelayan ikut dalam vaksinasi yang di gelar di tengah laut perairan Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari Program Kapolda Kepri Vaksinasi Jangkau Pulau- Pulau (NASI KAPAU) dan Gerai Vaksinasi Presisi.

Kasat Polairud Polres Karimun Iptu Binsar Samosir mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung percepatan vaksinasi di Kabupaten Karimun dalam rangka memberikan kekebalan kepada masyarakat.

“Sasarannya masyarakat nelayan dan kru kapal, ada sekitar 100 orabg tadi ikut berpartisipasi. Antusiasnya cukup tinggi,” kata Binsar, Rabu (15/9).

Ia mengatakan, pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat dan kru nelayan itu dimaksud karena masih banyaknya nelayan yang belum tersentuh dan melakukan vaksinasi.

“Mereka banyak yang tidak sempat, maka kita berikan tempat untuk mereka melakukan vaksinasi,” katanya.

Sebelum dilaksanakan suntik vaksin, Satpolairud polres Karimun memberikan Nasi Kapau kepada masing masyarakat ABK kapal yang akan di suntik untuk mencegah terjadinya kejadian diluar kebiasaan terhadap peserta yang akan di vaksin.

Selanjutnya kedepan Polres Karimun akan tetap melakukan kegiatan yang sama di wilayah Karimun dengan menggandeng instansi dan Pemerintah Kabupaten Karimun dan organisasi masyarakat lainnya yang bersedia untuk membantu.

(rc)

Panggil Camat dan Lurah, Rafiq Minta Percepatan Vaksinasi

0

RASIO.CO, Karimun – Bupati Karimun Aunur Rafiq panggil seluruh Camat dan Lurah di Pulau Karimun Besar, Minggu (12/9) lalu.

Maksud dan tujuan pemanggilan itu ialah untuk mempercepat program vaksinasi di Kabupaten Karimun agar target vaksinasi dapat terealisasi. Selain itu, pemanggilan itu juga sekaligus untuk mencocokkan data vaksinasi di masing- masing wilayah, baik di tingkat Kelurahan hingga Kecamatan.

“Pertemuan ini untuk mencocokkan data vaksinasi. Karena, masih ada selisih data yang kita temukan,” kata Rafiq.

Rafiq mengatakan, terdapat selisih tersebut membuat data vaksinasi tidak valid. Penyebabnya, ialah banyak masyarakat yang terdata namun tidak berada di Karimun.

“Salah satu yang menjadi tidak singkronnya data, adalah warga yang wajib vaksinasi tidak ada di Karimun atau di luar daerah,” katanya.

Lanjut Rafiq, seperti di empat Kecamatan, saat di data orangnya tidak ada di tempat. Sehingga kalau ditotal ada sekitar 10 persen penduduk Karimun yang wajib vaksin tidak berada di tempat atau di laur Karimun.

Berdasarkan data, masyarakat wajib vaksin di Kabupaten Karimun berjumlah 171 ribu jiwa. Dan pencapaian vaksinasi, saat ini telah menyentuh angka 129 ribu jiwa.

“Persentase untuk usia 18 tahun ke atas sebesar 75,86 persen dan usia 12 hingga 17 tahun sebanyak 80 persen. Kalau berdasarkan data yang disampaikan tadi dalam rapat, kita Karimun sudah mencapai 85 persen,” kata Rafiq.

(rc)

Ikut PTM, Pelajar dan Tenaga Pengajar Wajib di Vaksin

0

RASIO.CO, Karimun – Tenaga Pengajar dan Pelajar yang akan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayah Kabupaten Karimun wajib di vaksin Covid- 19.

Wajib vaksin menjadi salah satu persyaratan bagi pelajar dan tenaga pendidik untuk megikuti proses PTM yang dijadwalkan akan dimulai pada 1 Oktober mendatang.

“Jadi apabila belum divaksin tidak boleh mengikuti PTM. Kecuali, bagi yang tidak.boleh divaksin, bisa menunjukkan surat keterangan dokter,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Syarat wajib vaksin untuk mengikuti PTM tersebut, telah sesuai dengan peraturan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. Sehingga, aturan itu harus dilaksanakan guna mencegah terjadi penyebaran lebih luas lagi.

“Peraturan tersebut sejalan dengan peraturan pemerintah pusat dan bapak Gubernur,” katanya.

Rafiq berharap peran orang tua untuk mengajak anaknya untuk mengikuti vaksin sangat dibutuhkan dengan tujuan untuk meningkatkan Herd Imunity Komunal.

“Untuk orang tua yang anaknya belum divaksin, segera untuk membawanya ke lokasi vaksinasi yang ada. Agar nanti bisa mengikuti PTM,” katanya.

Saat ini, tahapan vaksinasi untuk pelajar di Kabupaten Karimun masih berjalan. Pemerintah daerah, melibatkan unsur TNI dan Polri untuk mendukung pelaksanaan percepatan vaksinasi. Untuk diketahui, jumlah wajib vaksin pelajar usia 12 hingga 17 tahun kurang lebih sebanyak 24 ribu orang. Dan kurang lebih sebanyak 19 ribu pelajar sudah divaksinasi atau secara persentase telah mencapai 80 persen.

(rc)

Pramuka Kwarda Komit Adakan Vaksinasi

0

RASIO.CO , Tanjungpinang – Pramuka Kwartir Daerah Kepri berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, agar ekonomi dapat kembali bangkit. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kwarda Kepri membantu pemerintah dengan menggelar vaksinasi Covid-19 dosis 2 untuk masyarakat Dompak.

“Vaksinasi ini dalam rangka rangkaian peringatan Hari Pramuka. Juni kemarin kita menggelar vaksinasi dosis 1-nya dan sekarang kita tuntaskan untuk dosis 2,” ujar Ketua Kwarda Kepri, DR. H. TS Arif Fadillah, S.Sos, M.Si saat meninjau jalannya vaksinasi, Kamis (16/9).

Vaksinasi Astrazeneca dosis 2 tersebut diberikan kepada 265 orang warga di sekitaran Pulau Dompak. Vaksinasi bekerjasama dengan Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang dan juga Poltekes Tanjungpinang. Arif berharap dengan vaksinasi ini, tidak ada lagi masyarakat yang terjangkit Covid-19, agar ekonomi dapat kembali berjalan normal.

Termasuk agar kegiatan-kegiatan Pramuka dapat kembali dilaksanakan seperti sedia kala. Selama pandemi ini, sebagian besar kegiatan kepramukaan digelar secara daring melalui zoom meeting. Termasuk drumband Kwarda Kepri juga sempat melaksanakan latihan secara daring melalui zoom.

Sedangkan untuk kegiatan yang tetap harus dilaksanakan secara tatap muka, mengedepankan protokol kesehatan. Kwarda Kepri juga aktif membantu pemerintah daerah melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan.

“Kegiatan Pramuka tetap jalan. Tapi sesuai arahan Ka Kwarnas, kegiatan yang kita laksanakan untuk mendukung pemerintah. Membantu Satgas mendistribusikan masker, vaksinasi, sosialisasi. Kegiatan anak-anak kita rubah ke zoom meeting. Kemarin kita ada penyemprotan disinfektan di 300 titik. Saya juga turun langsung,” tambah pria yang disapa Kak Arif pada setiap kegiatan Pramuka ini.

Arif berharap dalam waktu dekat kegiatan kepramukaan dapat kembali dilaksanakan secara tatap muka. Apalagi pada November mendatang dijadwalkan Perkemahan Wirakarya, yang akan dilaksanakan di Jambi.

Redaksi@www.rasio.co//