

RASIO.CO, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menerima kunjungan kerja Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian pada Rabu (21/1) di Ruang Rapat Lantai 8 Gedung Annex BP Batam. Pertemuan tersebut membahas transformasi infrastruktur air bersih serta strategi penguatan ekosistem investasi dan kawasan industri.
Pertemuan yang berlangsung di sela agenda Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) itu diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus memproyeksikan Batam sebagai rujukan utama pengembangan kawasan industri di Kabupaten Batu Bara ke depan.
Dalam paparannya, Amsakar menjelaskan perjalanan Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) yang ditopang oleh sinergi kelembagaan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam. Menurutnya, kolaborasi tersebut telah mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Ia menyebutkan realisasi investasi Batam telah melampaui target indikator kinerja utama (IKU) dengan capaian Rp68,9 triliun atau sekitar 115 persen dari target Rp60 triliun. Selain itu, indikator kesejahteraan masyarakat seperti angka kemiskinan dan tingkat pengangguran juga menunjukkan tren penurunan.
“Capaian investasi melampaui target IKU, dengan realisasi mencapai Rp68,9 triliun atau sekitar 115 persen dari target Rp60 triliun. Angka kemiskinan dan pengangguran di Batam juga menunjukkan tren menurun, selaras dengan perbaikan indikator kesejahteraan,” ujar Amsakar.
Terkait pengelolaan air bersih, Amsakar menjelaskan bahwa BP Batam berperan sebagai regulator sekaligus eksekutor melalui kemitraan strategis dengan pihak swasta. Menurutnya, integrasi peran regulator dan operator swasta menjadi kunci untuk meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekaligus menjamin ketahanan infrastruktur air bagi sekitar 1,3 juta penduduk Batam.
“Melalui program strategis 2026, kami menargetkan distribusi air ke wilayah stress area dapat teratasi,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan Batam dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai keunggulan komparatif Batam dapat dijadikan benchmark dalam pengembangan kawasan industri dan pelayanan publik di Kabupaten Batu Bara.
“Kami melihat perubahan Batam yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Kami berterima kasih kepada Pak Amsakar yang telah menerima kami. Kami ingin berdiskusi sekaligus melihat peluang di kawasan industri, pelabuhan, dan pengelolaan layanan,” ujar Baharuddin.
Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu daerah di Provinsi Sumatera Utara yang berada di pesisir timur Pulau Sumatera, dengan basis ekonomi pada industri pengolahan aluminium dan oleokimia, pertanian, kehutanan, perikanan, serta perdagangan.
Selain pengelolaan air bersih, diskusi juga mencakup rencana penguatan konektivitas logistik antara kedua daerah. Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap terbentuknya jalur distribusi bahan pokok dan arus barang yang terkoneksi langsung antara pelabuhan di Batu Bara dengan pelabuhan internasional di Batam.
Potensi tersebut didukung oleh infrastruktur Batam yang memiliki lima pelabuhan penumpang dan tiga pelabuhan kargo yang berperan penting dalam menopang iklim investasi dan logistik di kawasan KPBPB.
Dalam pertemuan tersebut, Amsakar didampingi Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait, Anggota Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, serta jajaran pimpinan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menjajaki kerja sama lanjutan, khususnya terkait skema kemitraan pelayanan air di Kabupaten Batu Bara dan pengelolaan kawasan industri guna meningkatkan daya tarik investasi di masing-masing wilayah.
YD
