
RASIO.CO, Batam – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Sakaria Jerianto (23), anak buah kapal (ABK) Tamark 02 yang dilaporkan terjatuh ke laut di perairan Tanjung Pinggir, Kota Batam.
Korban ditemukan pada hari kedua operasi pencarian, Senin (19/1), dalam kondisi meninggal dunia. Insiden man over board (MOB) tersebut terjadi pada Minggu (18/1) sore di sekitar koordinat 01°09.487′ Lintang Utara dan 103°56.222′ Bujur Timur. Setelah menerima laporan kejadian, Tim SAR Gabungan langsung melakukan operasi pencarian yang dilanjutkan hingga hari berikutnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan bahwa operasi SAR hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB sesuai Rencana Operasi (RenOps) yang telah ditetapkan. Area pencarian diperluas hingga radius sekitar empat nautical mile dari titik awal korban dilaporkan jatuh ke laut.
“Pencarian dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan kondisi perairan yang dinamis serta pengaruh arus laut di sekitar lokasi kejadian,” ujar Fazzli dalam keterangannya.
Dalam pelaksanaannya, Tim SAR Gabungan mengombinasikan penyisiran permukaan laut dengan pemantauan udara menggunakan drone guna memperluas jangkauan pencarian. Strategi tersebut disusun berdasarkan analisis arah arus, kondisi cuaca, serta potensi pergerakan korban di perairan terbuka.
“Strategi ini disusun dengan mempertimbangkan arah arus, kondisi cuaca, serta potensi pergerakan korban di perairan terbuka,” jelasnya.
Upaya pencarian tersebut membuahkan hasil pada pukul 16.50 WIB. Korban ditemukan di koordinat 01°09.154′ Lintang Utara dan 103°55.706′ Bujur Timur oleh Tim SAR Gabungan. Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Selanjutnya, korban dievakuasi melalui jalur laut menuju Pelabuhan Penyeberangan Sekupang–Belakang Padang, sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam operasi tersebut.
Setelah seluruh rangkaian evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 17.30 WIB sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan operasi. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup, serta seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Keberhasilan menemukan korban merupakan hasil kerja sama yang solid, dedikasi tinggi, serta profesionalisme seluruh tim di lapangan,” pungkas Fazzli.
YD
