Kapolda Kepri Pimpin Apel Operasi Zebra Seligi, Ratusan Personel Dikerahkan

0
193
Kapolda Kepri memimpin pengecekan sarana dan prasarana jelang pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025 di Lapangan Bhayangkara Polda Kepri, Senin (17/11).

RASIO.CO, Batam – Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Seligi 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Bhayangkara Polda Kepri.

Kegiatan ini digelar secara serentak di seluruh jajaran Polda di Indonesia sebagai bentuk kesiapan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Operasi Lilin Seligi 2025,  Senin (17/11).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Irwasda Polda Kepri, para Pejabat Utama Polda Kepri, Kepala BPTD Kelas II Kepri Dini Kusumahati Damarintan, S.T., M.T., dan Kepala PT Jasa Raharja Kanwil Kepri Gentur Anggoro Waseso, S.T., M.M., MBA., CRGP.

Dalam amanatnya, Kapolda Kepri menjelaskan bahwa Operasi Zebra merupakan operasi kepolisian terpusat yang setiap tahun dilaksanakan Korlantas Polri. Operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menekan pelanggaran, serta mengurangi angka fatalitas kecelakaan.

“Operasi Zebra Seligi ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas, serta mendukung kesiapan menjelang Operasi Lilin Seligi 2025 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru,” ujar Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin.

Kapolda Kepri turut memaparkan hasil pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2024 yang mencatat 6.601 pelanggaran lalu lintas, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, jumlah kecelakaan menurun dari 40 menjadi 38 kasus. Korban meninggal dunia tetap 4 orang, korban luka berat meningkat dari 7 menjadi 15 orang, sedangkan luka ringan turun dari 45 menjadi 41 orang.

Operasi Zebra Seligi 2025 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, melalui tiga kegiatan utama:

  1. Giat preemtif: sosialisasi keselamatan berlalu lintas melalui media, sambang komunitas, serta edukasi ke sekolah, kampus, dan perusahaan.
  2. Giat preventif: koordinasi dengan instansi terkait dalam ramp check kendaraan besar, patroli lokasi rawan, dan pengawasan titik padat lalu lintas.
  3. Giat represif: penegakan hukum melalui ETLE statis dan mobile, serta tilang manual untuk pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.

Kapolda Kepri menegaskan agar seluruh personel yang terlibat melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.

“Jadikan operasi ini sarana mendekatkan diri kepada masyarakat, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan, serta membangun kepercayaan publik terhadap Polri. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dalam doorstop, Kapolda Kepri menyampaikan bahwa sekitar 350 personel Polda Kepri dan jajaran dilibatkan dalam Operasi Zebra Seligi 2025, bersinergi dengan TNI, Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja. Ia juga menjelaskan kerja sama dengan Pemkot Batam terkait penataan jalur lalu lintas, termasuk jalur khusus roda dua bergaris kuning di sisi kiri jalan.

Kapolda mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan jalur tersebut. Penegakan hukum akan diterapkan terhadap pelanggaran yang membahayakan, dengan tujuan utama meningkatkan keselamatan dan ketertiban berkendara.

***

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini