

RASIO.CO, Lingga – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kerja sama dengan Politeknik Lingga dengan menggelar pelatihan keterampilan berbasis sistem akuaponik.
Program ini menjadi bagian dari upaya transformasi lapas agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani masa hukuman, tetapi juga sebagai pusat pembinaan, edukasi, dan peningkatan produktivitas warga binaan. Melalui dukungan tenaga pengajar dari Politeknik Lingga, warga binaan mendapatkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan ketahanan pangan.
Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, Lapas menghadirkan pemateri Tina Purnamasari, S.Pi., M.Si., yang memaparkan konsep dasar akuaponik, yakni metode budidaya terpadu antara perikanan dan pertanian yang ramah lingkungan, hemat air, dan memiliki nilai ekonomi.
Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep, Yusrifa Arif, mengatakan pelatihan ini memberikan manfaat besar dalam mendukung pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya dalam bidang ketahanan pangan.
“Materi yang diberikan sangat bermanfaat, terutama dalam mendukung program ketahanan pangan dan kemandirian warga binaan. Akuaponik merupakan metode yang efisien, ramah lingkungan, dan berpotensi menjadi solusi pangan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (24/2).
Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat struktural lapas, pegawai, peserta magang, serta warga binaan. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan diskusi, sekaligus memperoleh pemahaman teoritis dan praktis mengenai penerapan akuaponik di lingkungan terbatas seperti lapas.
Menurut Yusrifa, program ini merupakan bentuk komitmen Lapas Dabo Singkep dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan aplikatif, sehingga warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
“Melalui pelatihan ini, warga binaan diharapkan memahami konsep pertanian modern yang hemat air, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Ke depan, pelatihan serupa akan terus dikembangkan untuk memperkuat bekal kemandirian mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Tina Purnamasari berharap pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
“Politeknik Lingga berharap pengetahuan ini dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan, sekaligus mendorong kemandirian pangan dan peningkatan kualitas hidup,” ujarnya.
Puspan
