Batam Tawarkan Stabilitas Regulasi kepada Investor Eropa dan Jepang

0
211
Foto/BP Batam memperkuat diplomasi ekonomi dengan Jerman dan Jepang guna memperluas investasi global, mempercepat perizinan, dan memperkuat posisi Batam sebagai pusat industri strategis.

RASIO.CO, Batam – BP Batam memperkuat diplomasi ekonomi dengan Jerman dan Jepang sebagai upaya memperluas jejaring investasi global sekaligus menegaskan posisi Batam sebagai pusat industri strategis di kawasan.

Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan delegasi BP Batam yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis, bersama Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, pada Senin (23/2), serta Minister Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Kenji Enoshita, pada Selasa (24/2).

Dalam pertemuan itu, Fary didampingi Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar; Direktur Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Irfan Syakir Widyasa; serta Kepala Kantor Penghubung BP Batam, Irwan.

BP Batam memaparkan sejumlah transformasi kebijakan yang telah dilakukan dalam satu tahun terakhir, termasuk penguatan kewenangan perizinan terpadu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 dan perluasan wilayah KPBPB Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

“Kebijakan ini menjadi landasan kami untuk meningkatkan kepastian berusaha, mempercepat proses investasi, serta mengoptimalkan potensi maritim dan logistik,” ujar Fary.

Dalam dialog dengan pihak Jerman, pembahasan difokuskan pada peluang kerja sama di sektor industri berteknologi tinggi dan rekayasa teknik. Jerman tercatat sebagai salah satu mitra utama Eropa dan secara konsisten menempati posisi kedua sebagai investor asal Eropa di Batam. Stabilitas regulasi dan integrasi ekosistem kawasan juga menjadi perhatian dalam memperkuat kemitraan jangka panjang.

Sementara itu, pertemuan dengan perwakilan Jepang membahas integrasi ekosistem kawasan, termasuk sinergi antara KPBPB, KEK, dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Jepang merupakan salah satu investor utama Batam secara global, dengan perhatian khusus pada penguatan sektor maritim dan logistik guna mendukung konektivitas regional.

Fary menegaskan, diplomasi ekonomi menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Batam dalam arus investasi global sekaligus meningkatkan daya saing kawasan di tengah dinamika ekonomi internasional.

“Batam akan terus bertransformasi menjadi execution hub yang menghubungkan arus investasi dan rantai pasok antara Eropa dan Asia,” ujarnya.

Pihak Kedutaan Besar Jerman menyampaikan ketertarikan untuk memahami lebih lanjut arah pengembangan Batam dalam menarik investasi Eropa dan membuka peluang kolaborasi industri yang lebih luas. Sementara perwakilan Kedutaan Besar Jepang menilai penguatan kewenangan perizinan memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan investor untuk memperluas kemitraan di Batam.

YD







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini