Pascabanjir Aceh, Logistik ke Wilayah Terisolasi Masih Dikirim via Udara

0
279
Lebih dari 40 hari pascabanjir dan longsor di Aceh, sejumlah wilayah masih terisolasi akibat kerusakan jalan dan jembatan. Pemerintah mengandalkan transportasi udara untuk distribusi logistik. (Foto/CNNIndonesia)

RASIO.CO, Jakarta – Lebih dari 40 hari pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, masih terdapat daerah yang belum dapat diakses secara optimal melalui jalur darat akibat kerusakan parah pada jalan dan jembatan.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mengandalkan transportasi udara untuk menyalurkan bantuan logistik ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi.

Salah satu wilayah yang terdampak signifikan berada di Kabupaten Bener Meriah. Tercatat, empat kecamatan dengan jumlah penduduk mencapai 12.392 jiwa masih mengalami keterbatasan akses darat. Keempat kecamatan tersebut meliputi Pintu Rime Gayo, Mesidah, Syiah Utama, dan Timang Gajah.

Selain Bener Meriah, sejumlah titik di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Aceh Utara juga masih hanya dapat dijangkau melalui jalur udara. Hal ini disebabkan kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih sejak bencana terjadi.

Ketua Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, M. Nasir, mengakui bahwa hingga saat ini masih terdapat wilayah yang sulit ditembus melalui perjalanan darat. Oleh karena itu, distribusi bantuan logistik melalui udara masih menjadi pilihan utama, terlebih Aceh telah memperpanjang status tanggap darurat bencana.

“Pengiriman bantuan via udara difokuskan ke gampong-gampong yang masih terisolir akibat terputusnya akses darat. Distribusi tersebut disesuaikan dengan titik koordinat desa yang berada dalam masing-masing kecamatan,” kata M. Nasir kepada wartawan, Senin (5/1).

Ia menjelaskan, penyaluran logistik melalui udara saat ini menyasar desa-desa pedalaman yang tersebar di 52 kecamatan pada sejumlah kabupaten, antara lain Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh mengimbau pemerintah kabupaten dan kota agar segera menyampaikan koordinat wilayah yang belum dapat diakses secara maksimal. Langkah ini dinilai penting agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan merata.

“Di saat yang sama, pemerintah masih terus berupaya membuka kembali akses darat agar arus bantuan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera pulih,” ujar M. Nasir.

Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memaksimalkan penyaluran logistik ke seluruh wilayah terdampak bencana, baik yang masih terisolasi maupun daerah yang aksesnya telah kembali terbuka.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini