RASIO.CO, Batam – Delapan Anggota Satpol PP dilarikan ke Puskesmas Lubuk Baja karena terluka terkena lemparan batu saat penggusuran Pasar Induk Jodoh, Selasa (10/3).
Kabid Tramtib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mengatakan penggusuran ini sudah yang keempat kalinya, dimana yang ketiga sempat tertunda dan sekarang dilanjutkan karena ini adalah aset Pemerintah.
“Pemagaran ini dilakukan karena besi-besi bangunan sudah diambilin sama warga, sehingga hari ini akan kita lakukan pemagaran dan pembongkaran lagi dari bangunan yang ada di dalam Pasar Induk Jodoh,” ujar Imam Tohari.
Penggusuran ini awalnya berjalan baik, namun dipertengahan jalan tidak tau dari mana tiba-tiba ada dari warga yang melempar batu ke anggota.
“Maka nya tadi sempat terjadi kericuhan dan ada 8 Anggota Satpol PP dilarikan ke Puskesmas Lubuk Baja untuk dilakukan perawatan karena ada yang terluka di kepala, tangan dan kaki karena lemparan batu,” jelasnya.
Imam Tohari menambahkan,Awalnya kita sudah lakukan pemberitahuan saat pendataan, karena kita ingin tau siapa yang ada di dalam bangunan namun diambil dan disobek sama mereka.
“Sementara itu untuk bangunan yang di dalam pasar induk ada yang dibangun lagi oleh oknum tertentu dan disewakan dengan harga sekitar Rp. 6 Juta sampai Rp. 7 Juta,” jelasnya.
Untuk bangunan yang di deretan sungai ada 55 bangunan dan yang didalam bangunan ada 100 petak bangunan.
Himbauannya kepada masyarakat ayok sadar diri bahwa ini tempat milik Pemerintah dan dibangun untuk digunakan masyarakat berdagang, jadi tolonglah segera mengosongkan tempat yang selama ini ditempati,” tutupnya.
Yuyun@www.rasio.co //

