Polisi: 2 Kerangka di Kwitang Identik DNA Korban Hilang Demo Agustus

0
310
Konferensi pers di RS Polri (Foto/detikcom)

RASIO.CO, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia memastikan identitas dua kerangka manusia yang ditemukan di Kantor Administrasi Lantai 2 Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat, adalah Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid.

Keduanya diketahui sebagai dua orang yang dinyatakan hilang sejak gelombang demonstrasi besar pada akhir Agustus lalu.

Kepastian itu disampaikan setelah hasil tes DNA dari Laboratorium Forensik Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri menunjukkan kecocokan dengan data ante-mortem keluarga korban.

“Nomor post-mortem 0080 cocok dengan ante-mortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputera Dewo, anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin,” kata Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati dikutip CNNIndonesia, Jumat (7/11).

“Nomor post-mortem 0081 cocok dengan ante-mortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid, anak biologis dari Bapak Hamidi,” lanjutnya.

Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, menjelaskan bahwa dua kerangka tersebut tiba di RS Polri pada 30 Oktober 2025 untuk dilakukan pemeriksaan DNA dan identifikasi lebih lanjut.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk keluarga korban yang telah memberikan data ante-mortem sehingga proses identifikasi dapat berjalan cepat,” ujarnya.

Konferensi pers turut dihadiri oleh perwakilan keluarga korban, Komnas HAM, dan KontraS. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua korban.

“Tes DNA dilakukan pada tulang dan gigi kedua kerangka tersebut, dan hasil pemeriksaan telah keluar beberapa hari lalu,” kata Budi.

Sebelumnya, dua kerangka manusia ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di lantai dua Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10).
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, penemuan itu bermula dari laporan tim teknis gedung yang akan melakukan pengecekan struktur bangunan sebelum proses renovasi.

“Gedung tersebut sudah terbakar habis sejak aksi demonstrasi akhir Agustus lalu. Karena tidak digunakan lagi dan tertutup material sisa kebakaran, jasad baru ditemukan ketika proses pembersihan gedung,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.

Polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait penyebab kematian kedua korban serta kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

***

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini