
RASIO.CO, Batam – Sebanyak 1.564 personil Tim Gabungan TNI Polri serta Forkopimda dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan hari raya Natal dan Tahun Baru 2023 di Kepri.
Tim gabungan TNI Polri serta Forkopimda mengikuti apel gelar pasukan di lapangan hijau Mapolda Kepri, Nongsa, Kamis (22/12) pagi.
Saat mengikuti apel siaga itu, pasukan itu mengenakan seragam satuan masing-masing para Personil dan mendengarkan langsung arahan pimpinan apel. Tak hanya Personil, beberapa alat dan kendaraan pengamanan juga turut dijejerkan di lokasi apel gabungan.
Dalam pesannya pimpinan apel meminta semua Personil yang diterjunkan agar melaksanakan tugas dengan baik dan humanis serta penuh tanggungjawab.
Operasi lilin 2023 ini akan berlangsung selama 11 hari. Mulai dari 23 Desember hingga 2 Januari 2023.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhart mengatakan 1.564 Personil yang dikerahkan nantinya akan disebar di sejumlah titik pusat pengamanan.
Pengamanan meliputi, rumah ibadah gereja, objek wisata dan pastinya pusat keramaian seperti pelabuhan dan perbelanjaan.
“Pastinya kita menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat sepanjang pelaksanaan Nataru berlangsung,” ujar Kombes Pol Harry dilansir tribunbatam.
Hary mengaku telah memetakan sejumlah titik rawan dalam pelaksanaan Nataru, termasuk rumah ibadah gereja. Untuk pengamanan perayaan Natal, pihaknya akan menyiagakan Personil pengamanan di beberapa gereja saat pelaksanaan perayaan Natal berlangsung.
“Ada 45 rumah ibadah gereja yang telah kita petakan untuk mendapat pengamanan selama perayaan ibadah Natal berlangsung. Kita ingin memastikan setiap lokasi pusat ibadah dalam keadaan aman dari segala bentuk ancaman. Ini adalah bentuk keberagaman umat beragama,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan edukasi pada penyedia jasa transportasi laut agar selalu mengedepankan keselamatan penumpang saat berlayar.
Ada sebanyak 55 pos pengamanan dan pelayanan sepanjang Nataru berlangsung. Sebanyak 1.564 Personil gabungan itu terdiri dari 530 Polri 243 TNI dan 791 gabungan instansi terkait.
***

