
RASIO.CO, Batam – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang, diketuai Suhardi, sokong RSUD RAT untuk memperkuat keterbukaan informasi layanan kesehatan.
Dimana, Jumat(32/07), menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 yang digelar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib (RAT) Kepri.
Dalam forum tersebut, Suhardi menekankan pentingnya keterbukaan informasi pelayanan kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan.
Menurut Suhardi, masih banyak masyarakat yang belum memperoleh informasi secara utuh mengenai berbagai kemudahan dan layanan yang telah disediakan rumah sakit. Kondisi itu kerap memunculkan persepsi negatif terhadap kualitas pelayanan.
“Sering kali informasi mengenai kemudahan maupun keunggulan layanan rumah sakit dan BPJS Kesehatan tidak tersampaikan kepada pasien. Ke depan, jika rumah sakit memiliki visi menghadirkan gedung poliklinik spesialis yang lebih baik, maka keterbukaan informasi kepada publik juga harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Masukan tersebut disampaikan Suhardi sebagai bentuk kepedulian insan pers dalam mendorong peningkatan kualitas layanan publik, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses informasi kesehatan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami.
Sementara itu, Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib, dr. Bambang Utoyo, memaparkan rencana pembangunan gedung poliklinik baru yang dijadwalkan dimulai pada September 2026 dan ditargetkan beroperasi pada awal 2028. Seluruh layanan dokter spesialis nantinya akan dipusatkan di gedung baru yang dirancang lebih nyaman bagi pasien.
“Semua pelayanan dokter spesialis akan dipusatkan di bangunan baru yang dirancang senyaman mungkin,” kata Bambang.
Forum juga menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi terkait pelayanan kesehatan. Sekretaris Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Boby Jayanto, mengungkapkan masih banyak laporan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit yang diterimanya sebagai wakil rakyat.
Menurut dia, persoalan penumpukan pasien dan sejumlah kendala pelayanan masih menjadi perhatian sehingga peningkatan mutu layanan harus terus dilakukan.
Dalam kesempatan yang sama, peserta FKP lainnya, Nazaruddin, mengusulkan agar ruang-ruang di RSUD RAT menggunakan nama tokoh-tokoh Melayu sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya yang juga melekat pada nama Raja Ahmad Thabib.
Forum Konsultasi Publik tersebut menjadi ruang dialog antara manajemen rumah sakit, pemerintah, legislatif, insan pers, dan masyarakat untuk menghimpun masukan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Raja Ahmad Thabib.
Redaksi@www.rasio.co //

