
RASIO.CO, Lingga – Kabupaten Lingga dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berduka cita atas berpulangnya salah satu tokoh budayawan dan sejarawan terkemuka, Drs. H. Said Barakbah Ali, M.Pd. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Minggu (2/8/2026), setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUP Ahmad Tabib Tanjungpinang dan dirujuk ke RS Awal Bros di Jalan Gajah Mada, Batam.
Kehadiran almarhum selama ini dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah dalam melestarikan budaya Melayu. Dengan kepergiannya, masyarakat Kabupaten Lingga khususnya, serta Provinsi Kepri secara umum, merasa kehilangan seorang figur yang sangat memperhatikan dan memperjuangkan sejarah serta kekayaan budaya daerah.
Tokoh masyarakat Lingga, Muhammad Ishak, menyampaikan rasa duka yang mendalam. Bagi Ishak, almarhum yang akrab disapa “Ami Bah” bukan hanya sekadar guru, orang tua, atau sahabat, tetapi juga pilar penting dalam pelestarian sejarah.
“Di mata saya, almarhum Pak Said Barakbah Ali, yang seharian lebih sedap saya panggil Ami Bah, bukan saja sebagai guru, orang tua, dan sahabat bagi kami, tapi juga tokoh budaya dan sejarawan yang sangat memperhatikan sejarah dan budaya di Kabupaten Lingga bahkan Provinsi Kepri,” ujar Ishak.
Ishak menambahkan bahwa almarhum merupakan salah satu tokoh pejuang dalam proses pembentukan Kabupaten Lingga. Ia juga mengenang pesan-pesan berharga yang selalu disampaikan oleh almarhum kepadanya.
“Satu di antara pesan yang selalu almarhum sampaikan kepada saya, ‘Awak harus selalu catat dan tulis berbagai kegiatan budaya dan sejarah yang awak ketahui, yang bila suatu saat bukukan,'” kenang Ishak.
Selain aktif dalam organisasi masyarakat, almarhum memiliki rekam jejak profesional yang cemerlang. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang TPI, serta Staf Khusus Bidang Kebudayaan Kabupaten Lingga.
“Di bidang seni, almarhum dikenal mahir menulis dan membacakan puisi, serta sangat tekun dalam menulis naskah bangsawan sekaligus menjadi pelakonnya,” ungkap Ishak.
Karya dan dedikasi almarhum bahkan telah menembus batas negara. Ishak mengungkapkan bahwa almarhum bersama sanggarnya terakhir kali mementaskan seni bangsawan di Universitas Malaya, Kuala Lumpur, pada tanggal 10 Juli 2026, atau kurang dari sebulan sebelum beliau wafat.
“Hingga akhir hayatnya, almarhum masih aktif menjabat sebagai anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Kepri dan Ketua Forum Koordinasi Pemuka Masyarakat Lingga,” terang Ishak.
Ishak menambahkan, sebelum mendalami dunia birokrasi dan budaya, almarhum juga mengabdikan diri sebagai pendidik. Beliau pernah menjadi guru Bahasa Indonesia di SMA 1 Singkep dan SMA 1 Kota Pekanbaru.
“Selamat jalan, Ami Bah. Jasamu senantiasa dikenang dan abadi sepanjang masa. Doa kami senantiasa menyertai, semoga husnul khatimah. Aamiin,” tutup Ishak mendoakan almarhum.
Puspan

