
RASIO.CO, Batam – Dugaan maraknya masuknya Tenaga Kerja Asing( TKA) mengunakan visa pelancong alias wisata bujan hanya isapan jempol belaka dan di buktikan dengan di grebeknya ratusan di sebuah Apartemen Baloi View, Batam oleh Imigrasi Batam bersama dukungan kepolisian.
Dan sebelumnya pun, Imigrasi telah mendeportasi puluhan TKA yang diduga didominasi warga Thiongkok bekerja tanpa izin, bahkan diduga kembali merambah perjudian, Judol, Love Scaming bahkan Gelper, Judi Bola maupun kasino di Batam.
Ironisnya, Kedatangan para TKA sudah terkoordinir dengan baik yang diduga difasilitasi warga lokal dan dikabarkan juga menguasai beberapa THM maupun dunia perlimbahan.
“Sudah ngak heran banyak cungkok di Batam mas, tinggal lihat aja di apartrmen, perumahan bahkan ruko-ruko mereka tinggal,”
“Bahkan di money chenger maupun beberpa lokasi judi mereka ada,” ujar sumber yang enggan di publis. Rabu (06/05).
Ia menambahkan, Tidak sulit mencari WNA , terutama WA Thiongkok di Batam dan mereka berbaur dengan warga lokal dan pekerjaan merekq tak jelas, Namun kita berharap penegak hukum segera menertipkan mereka.
Sementara itu, Hingga kini pihak Imigrasi Batam sedang mendata para TKA yang di grebek di apartrmen Baloi View dan mendalami terkait kegiatan ilegal diduga yang mereka lakukan dan siap pemasok warga lokalnya.
Menanggapi adanya pengrebekan ratusan TKA, Kepala Imigrasi Klas I Khusus Batam, Wahyu Eka Putra. Membenarkan dan Ia mengatakan, Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Nanti akan disampaikan informasinya lebih lanjut.
“Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Nanti akan disampaikan informasinya,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Imigrasi Klas I Khusus TPI Batam dikabarkan mengamankan lebih kurang 250 TKA diduga penyelenggara Judol ataupun Love Scaming di Apartemen Baloi View, Batam. Rabu(06/05).
Penggerebekan diduga oleh Aparat gabungan Imigrasi dan Kepolisian menggerebek Apartemen Baloi View. Dalam operasi tersebut, ratusan Warga Negara Asing (WNA) diamankan bersama puluhan unit komputer yang diduga menjadi sarana praktik judi online (judol) dan scamming.
Sejak pagi, lokasi penggerebekan dijaga ketat. Petugas menutup akses keluar-masuk dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap para WNA yang terjaring.
Mereka didata dan diperiksa satu per satu di tempat, sebelum sebagian dibawa ke kantor Imigrasi guna pendalaman dokumen keimigrasian serta dugaan pelanggaran hukum lainnya.
Dalam operasi itu, aparat juga menyita berbagai perlengkapan yang menyerupai fasilitas operasional kantor, seperti komputer, meja, dan kursi. Peralatan tersebut diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas ilegal berbasis digital yang kini masih dalam tahap penyelidikan.
“Iya benar adanya penggerebekan tersebut,” ujar seorang petugas di lokasi, singkat.
Meski penggerebekan berskala besar ini mengindikasikan dugaan jaringan kejahatan siber lintas negara, pihak Imigrasi belum memberikan keterangan resmi terkait detail kasus, termasuk jenis aktivitas yang diungkap dan jumlah pasti WNA yang diamankan.
Hingga kini, proses pendalaman masih berlangsung tanpa penjelasan terbuka kepada publik. Kondisi tersebut memicu sorotan. Pasalnya, pada waktu yang hampir bersamaan, Kantor Imigrasi justru menggelar kegiatan media gathering di salah satu hotel di Batam dengan menghadirkan puluhan hingga hampir seratus wartawan.
Sejumlah jurnalis menilai, penyelenggaraan acara tersebut di tengah operasi besar terkesan tidak sensitif, bahkan menimbulkan dugaan adanya upaya pengalihan perhatian publik dari penggerebekan yang sedang berlangsung.
Saat dikonfirmasi di sela kegiatan, Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat, tidak memberikan penjelasan rinci terkait operasi tersebut.
“Nantilah itu, kita acara dulu,” ujarnya sambil tersenyum.
Minimnya transparansi dalam penanganan kasus ini memperkuat spekulasi publik mengenai dugaan praktik judol dan scamming yang melibatkan WNA di Batam.
Publik kini menunggu penjelasan resmi Imigrasi terkait konstruksi perkara, peran para WNA, serta langkah penegakan hukum yang akan diambil.
Ad@www.rasio.co //
