Transformasi Layanan Bea Cukai Batam, Wujudkan Kemudahan dan Efisiensi

0
631

RASIO.CO, Batam – Bea Cukai Batam terus memperkuat perannya sebagai trade facilitator dengan menghadirkan beragam inovasi layanan yang lebih sederhana, cepat, dan efisien. Tidak hanya fokus pada pengawasan, Bea Cukai Batam juga menegaskan komitmennya memberikan kemudahan bagi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem perdagangan yang sehat dan kompetitif di kawasan perdagangan bebas Batam.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah, menjelaskan salah satu inovasi yang sudah berjalan adalah Dokumen Pelengkap Pabean Online. Jika sebelumnya pengguna jasa wajib membawa dokumen fisik ke kantor, kini proses tersebut cukup dilakukan secara digital melalui CEISA 4.0.

“Dengan cara ini, pengguna jasa tidak hanya menghemat waktu dan biaya perjalanan, tetapi juga mendukung gerakan eco office karena mengurangi penggunaan kertas. Transformasi sederhana ini terbukti membuat proses bisnis lebih lancar dan praktis, sejalan dengan penerapan konsep Eco Green Office di Bea Cukai Batam,” ujarnya.

Konsep ramah lingkungan tersebut diwujudkan melalui penggunaan panel surya untuk sebagian kebutuhan listrik, pemanfaatan air hujan, pemilahan sampah, penyediaan area parkir sepeda, hingga pengelolaan ruang hijau yang asri.

Kemudahan lain hadir melalui skema Pengeluaran Tanpa Stripping untuk kontainer Less than Container Load (LCL). Jika sebelumnya kontainer harus dibongkar satu per satu, kini cukup dengan satu permohonan online melalui aplikasi ION Beta, kontainer dapat langsung keluar tanpa dibongkar selama seluruh dokumen ditujukan kepada penerima yang sama. Terobosan ini mempercepat arus logistik, menghemat biaya, dan memberi kepastian waktu bagi importir maupun pelaku usaha.

Bea Cukai Batam juga menerapkan sistem Single Submission Quarantine-Customs (SSMQC). Melalui sistem ini, dokumen cukup diunggah sekali melalui portal INSW dan otomatis diteruskan ke Bea Cukai dan Karantina. Jika diperlukan pemeriksaan, keduanya dapat dilakukan bersamaan sehingga pelayanan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, Bea Cukai Batam tengah menyiapkan layanan Frontdesk Online dan Redress Manifes Online. Melalui layanan ini, surat permohonan bisa diajukan dan dipantau secara digital tanpa harus datang langsung ke kantor.

Untuk memperkuat kemitraan dengan dunia usaha, Bea Cukai Batam juga meluncurkan program EPIC 100 (Excellence Partners in Customs 100), yakni layanan prioritas bagi 100 perusahaan di Batam. Program ini memberikan asistensi kepabeanan secara menyeluruh, mempercepat pelayanan, sekaligus mempererat kerja sama strategis. Sejumlah perusahaan seperti PT Timas Suplindo, PT Musim Mas, dan PT Sat Nusapersada Tbk telah memberikan apresiasi atas layanan tersebut.

Tidak hanya perusahaan besar, Bea Cukai Batam juga aktif mendampingi UMKM melalui program Customs Visit Customer dan pelatihan ekspor. Program ini membantu pelaku UMKM memahami prosedur kepabeanan, persyaratan ekspor, dan peluang pasar global.

Hingga 15 September 2025, penerimaan Bea Cukai Batam tercatat sebesar Rp624,54 miliar atau 138,07% dari target tahunan, tumbuh 115,23% secara tahunan (year on year). Rinciannya meliputi bea masuk Rp279,17 miliar, bea keluar Rp299,21 miliar, serta cukai Rp46,16 miliar.

Transformasi layanan juga tercermin dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat (IKM). Pada semester I 2025, Bea Cukai Batam meraih skor IKM 92,96, naik 4,89 poin dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Kami ingin pelayanan Bea Cukai Batam tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga ramah, transparan, dan memberikan manfaat nyata. Dengan inovasi ini, kami berharap pengguna jasa bisa lebih fokus pada pengembangan usaha, sementara Bea Cukai memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan,” tutup Zaky.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini