RASIO.CO, Lingga – United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) beberapa hari yang lalu, telah metetap kan Pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dunia, sehingga tentunya semakin menambah nuansa melayu.
“Mari terus kita tingkatkan penggunaan pantun, dalam memuliakan berbagai kegiatan di Bunda Tanh Melayu, sehingga semakin terasa menambah aroma dan nuansa melayunya,” kata Muhammad Ishak, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Kabupaten Lingga, kepada Rasio.co, Minggu (20/12).
Ini bukan pekerjaan yang mudah, jelas Ishak, dan pasti dengan tungkus lumus yang luar biasa serta kerjasama yang baik, untuk itu, kami pengurus LAM Kepri Kabupaten Lingga mengucapkan tahniah dan selamat.
Langkah berikutnya, lanjut Ishak, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana Pantun bisa menjadi lebih bersebati bagi masyarakat Kepri, artinya macam tidak syah kalau tidak berpntun, selain harus dimsukan dalam muatan lokal untuk diajarkan disekolah-sekolah, juga harus dibuat banyak kegiatan perlombaan Pantun.
“Kalau ada wacana ingin menjadikan Kepri sebagai negeri pantun boleh juga, tetapi yang terpenting apa kebijakan dan komitmen Pemda dalam memajukan dan melestarikan budaya melayu di negeri ini,” imbuhnya.
Puspan@www.rasio.co //

