

RASIO.CO, Batam — Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, meninjau langsung kondisi sejumlah waduk yang menjadi sumber utama air baku bagi masyarakat Batam, Sabtu (31/1).
Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan ketahanan pasokan air bersih tetap terjaga di tengah sejumlah wilayah yang masih mengalami gangguan distribusi.
Empat waduk yang ditinjau meliputi Waduk Sei Ladi, Waduk Sei Harapan, Waduk Duriangkang, dan Waduk Nongsa. Selain mengecek kondisi waduk, Li Claudia juga memantau progres perbaikan pipa distribusi air di Waduk Sei Ladi.
Dalam peninjauan tersebut, Li Claudia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan air baku dari berbagai aspek, mulai dari kualitas air, kuantitas atau debit, hingga kontinuitas distribusi kepada masyarakat.
“Kami terus bekerja untuk menuntaskan persoalan air di beberapa wilayah yang menjadi stres area,” ujar Li Claudia.
Ia juga menginstruksikan pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) agar meningkatkan pengawasan di lapangan serta mempercepat penanganan di wilayah-wilayah yang selama ini kerap mengalami gangguan suplai air. Menurutnya, mitigasi persoalan harus dilakukan secara menyeluruh dengan langkah konkret, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Li Claudia menegaskan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan infrastruktur air serta pengawasan langsung di lapangan menjadi prioritas BP Batam dalam merespons berbagai keluhan masyarakat.
“Dengan meninjau langsung kondisi waduk dan pipa distribusi, seluruh proses dapat terpantau sehingga gangguan suplai air kepada masyarakat bisa segera teratasi,” tambahnya.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen BP Batam untuk memperkuat sistem penyediaan air bersih sekaligus memastikan layanan air bagi masyarakat Batam berjalan lebih andal dan berkesinambungan.
YD
