RASIO.CO, Batam – Disaat masyarakat sedang Social Distensing atau #dirumahja akibat dampak COVID-19, pihak Brigt PLN Batam kembali mewacanakan pembagunan SUTT 150 KV di perumahan Cluster Puri Melati, Bida Asri 2 dan Bida Garden Batamcenter.
Bahkan Informasi lapangan Kontraktor pengerjaan sudah mendatangkan mobil Crane KATO bersama pekerjanya, namun mendapat penolakan kembali oleh beberapa warga, bahkan berusaha meminta agar mobil Crane KATO keluar dari lokasi.

“Pembagunan SUTT kapasitas 150 KV tersebut awalnya akan dibagun melintas di sepanjang alur jalan menuju bandara Hang Batam, namun kabarnya ditolak BP Batam dengan alasan dapat mengganggu jalur penerbangan. dan akhirnya dialihkan keperumahan warga.” Kata Budi warga perumahan Puri Cluster. Sabtu(25/04).

Kata dia, bagaimanapun sangat menolak pembagunan jaringan SUTT kapasitas 150 KVA tersebut, karena beresiko terhadap keselamatan dan kesehatan warga perumahan serta anak.

Selain itu, SUTT itu akan dibagun ditepi kolam yang ada didepan perumahan, jika roboh serta petir dihari hujan dan anak-anak sedang bermain disana, siap yang dapat menjamin resikonya?
“Hari ini pihak kontraktor datangkan alat berat untuk bekerja dan kami dari awal sudah menolak,” ujar budi kesal.
Sampai berita ini diunggah awak media mencoba menghubungi Sektretaris Brigth PLN Batam , Syamsul dan Pak Wahyu masih enggan berkomentar terkait adanya wacana kembali akan membangun SUTT dilokasi.
Diberitakan sebelumnya, Ratusan warga perumahan Cluster Puri Melati , kelurahan Belian, kecamatan Batamkota menolak pembagunan Saluran UdaraTegangan Tinggi(SUTT) 150,KVA yang melewati tiga perumahan.Minggu(28/20).
Pantauan lapangan, aksi protes warga memasang spanduk berwarna merah-putih bertulisan “Menolak SUTT 150 KV dan Tolak SUTET Harga Mati” yang dipasang jalan masuk perumahan Cluster Puri Melati.
Penolakan warga terhadap pembagunan SUTT akibat kawatir dampak terhadap kesehatan warga terutama anak-anak. serta belum adanya sosialisasi terhadap warga disana.
“Kami warga khawatir pembagunan menara kabel listrik tersebut berdampak buruk dari sisi
kesehatan,” kata ketua RT005/RW037 Puri Melati , Binsar saat dihubungi melalui sambungan selularnya.
Sementara itu, Tokoh masyarakat RW37 Puri Melati yang juga merupakan Mantan RW disana Atim, mengatakan, Pihak kontraktor PLN yang akan membagun Tower SUTT dulunya ditahun 2014 pernah melakukan sosialisasi terhadap warga disini, namun kala itu ada beberapa perizinan belum dipenuhi.
“Izin Amdal Lingkungan kala itu belum ada, namun sepekan sebelumnya ini pihak kontraktor kembali datang dan izinnya sudah ada serta beralasan dua perumahan lainnya sudah setuju tetapi kami warga disini belum bisa menyetujui karena kabel telanjang kapasitas 150 KV belum ada jaminan dari PLN ketika ditambah dayanya kamibisa tahu,” ujarnya.
Atim menambahkan, Sebenarnya pembagunan SUTT kapasitas 150 KV tersebut awalnya akan dibagun melintas di sepanjang alur jalan menuju bandara Hang Batam, namun kabarnya ditolak BP Batam dengan alasan dapat mengganggu jalur penerbangan. dan akhirnya dialihkan keperumahan warga.”tutupnya.
Hal yang sama juga di sampaikan salah seorang warga Puri Melati Budi Yardi, Ia mengatakan, bagaimanapun sangat menolak pembagunan jaringan SUTT kapasitas 150 KVA tersebut, karena beresiko terhadap keselamatan dan kesehatan warga perumahan serta anak.
“SUTT itu akan dibagun ditepi kolam yang ada didepan perumahan, jika roboh serta petir dihari hujan dan anak-anak sedang bermain disana, siap yang dapat menjamin resikonya?,” ujar Budi kesal.
APRI@www.rasio.co //


