
RASIO.CO, Batam – Penerapan aturan baru dalam pengurusan kartu pencari kerja (AK1) di Kota Batam mulai berdampak signifikan terhadap jumlah pemohon. Sepanjang April 2026, angka pengajuan tercatat menurun tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam menunjukkan, selama Januari hingga Maret jumlah pemohon rata-rata mencapai 2.000 orang per bulan dengan total 6.163 pencari kerja. Namun, pada April, jumlah tersebut turun menjadi 1.183 orang.
Seluruh pemohon pada periode tersebut diketahui merupakan warga yang telah memiliki KTP Batam, seiring penerapan kebijakan baru yang lebih selektif. Meski terjadi penurunan jumlah pemohon, penyerapan tenaga kerja justru menunjukkan hasil positif. Disnaker mencatat ratusan lowongan berhasil diisi oleh pencari kerja lokal
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Batam, Wira, menjelaskan bahwa sepanjang April tersedia 570 lowongan pekerjaan.
“Selama bulan April, terdapat sebanyak 570 lowongan pekerjaan yang tersedia bagi para pencari kerja. Dari ketersediaan lowongan tersebut, tercatat ada sebanyak 554 tenaga kerja yang telah berhasil ditempatkan di berbagai posisi,” ujarnya.
Di sisi lain, arus perpindahan penduduk ke Batam masih tergolong tinggi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam mencatat puluhan permohonan pindah masuk setiap harinya.
Kepala Disdukcapil Batam, Sri Miranthy Adisthy, menyebutkan bahwa pihaknya melayani sekitar 50 hingga 70 dokumen perpindahan penduduk setiap hari.
“Setiap hari ada lebih kurang 50 sampai 70 dokumen untuk dokumen pindah masuk ke Batam,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah pembuatan KTP tidak ada kendala,” tambahnya.
Pemerintah kini mendorong sinkronisasi data antara Disdukcapil dan Disnaker sebagai langkah pengendalian. Upaya ini bertujuan untuk memastikan keseimbangan antara pertumbuhan jumlah penduduk dengan ketersediaan lapangan kerja, sekaligus mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal.
YD

